<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>agul.net</title>
	<atom:link href="http://blog.agul.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.agul.net</link>
	<description>a cyber musafir</description>
	<pubDate>Fri, 14 May 2010 02:02:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pelupa atau Pemaaf</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=299</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=299#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 08:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[china]]></category>

		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<category><![CDATA[tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Walton C. Lee

Dinasti Han Timur (25-220M)
Untuk merenggut kekuasaan yang absolut, seorang tuan atau raja yang ambisius akan membesar-besarkan perselisihan sepele dengan pemerintah kerajaan sebagai alasan untuk pergi perang, dan sesudah kemenangan beberapa pertempuran, ia menggantikan kaisar yang lemah. Untuk memperkuat usahanya ini, tuan yang berkhianat itu bersahabat dengan menteri-menteri yang ambisius yang bekerja di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/04/han-china-soldier.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-301" style="border: 0pt none; margin: 3px;" title="han-china-soldier" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/04/han-china-soldier-300x267.jpg" alt="" width="168" height="148" /></a><em>Oleh Walton C. Lee<br />
</em><br />
Dinasti Han Timur (25-220M)</p>
<p>Untuk merenggut kekuasaan yang absolut, seorang tuan atau raja yang ambisius akan membesar-besarkan perselisihan sepele dengan pemerintah kerajaan sebagai alasan untuk pergi perang, dan sesudah kemenangan beberapa pertempuran, ia menggantikan kaisar yang lemah. Untuk memperkuat usahanya ini, tuan yang berkhianat itu bersahabat dengan menteri-menteri yang ambisius yang bekerja di istana kekaisaran, dan mendapatkan bocoran informasi dari mereka. Untuk mengamankan posisi mereka sendiri di kemudian hari, menteri-menteri yang ambisius ini akan bekerja sama dengan tuan yang haus kekuasaan. Tetapi jika pemberontakan itu gagal, banyak pejabat tingkat tinggi yang mengabdi kepada sang kaisar akan ditawan dan dihukum penggal akibat ketidaksetiaan mereka. Sebuah kisah yang serupa terjadi di awal abad pertama.<br />
<span id="more-299"></span></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;</p>
<p>Setelah banyak peperangan berdarah, sebuah pemberontakan sepenuhnya digagalkan. Di markas pemimpin pemberontak, para pengawal kerajaan menemukan beberapa peti berisi ribuan surat yang membeberkan informasi rahasia kerajaan. Banyak nama politikus terkenal tertulis dalam amplop-amplop itu. Jika diberitahukan secara umum, integritas dan loyalitas mereka akan dipertaruhkan. Pembersihan politik yang haus darah tidak dapat dihindari. Sambil menatap surat-surat itu selama beberapa detik, para prajurit itu terkejut. Setelah menutup peti-peti itu dan menyegelnya dengan label resmi, mereka dengan gugup melaporkan apa yang telah mereka temukan dan menunjukan kepada Kaisar Han-Kuan-Wu.</p>
<p>Setelah menerima peti-peti yang disegel itu, yang menjadi bukti kuat ketidaksetiaan, sang kaisar membiarkannya tertutup dan segera mengumpulkan semua pejabatnya di singgasana istana. Sesudah secara singkat namun hangat meminta maaf atas pertemuan mendadak ini, penguasa itu berkata kepada pada pejabatnya.</p>
<p>“Tuan-tuan, kita semua harus menenangkan diri dan bersukacita. Kita telah sepenuhnya menghancurkan pemberontakan. Namun, secara kebetulan, aku menyadari bahwa beberapa di antara kamu tampak letih dan kurang istirahat. Semula aku amat keheranan dan terus-menerus bertanya kepada diriku sendiri. ‘Mengapa? Apa yang merisaukan mereka? Mereka seharusnya lebih daripada senang karena berbagi kemenangan bersama saya.’ Sekarang, akhirnya aku tahu penyebabnya. Inilah obatnya.”</p>
<p>Dia memerintahkan orang-orang kasimnya untuk mengeluarkan peti-peti itu dan meletakkannya terbuka di halaman depan istana. Sebagian besar pejabat tercengang, banyak yang nyaris pingsan, dan tidak ada yang berani mengucapkan sepatah kata pun. Tetapi yang lebih mengejutkan, sang Kaisar memerintahkan para pengawalnya untuk membakar surat-surat itu. Hal ini merupakan pengampunan yang murah hati bagi mereka yang telah bersekongkol. Semua politikus, baik yang terlibat maupun yang tidak, merasa amat lega. Dalam pikiran mereka, mereka tidak lagi ragu; tidak akan ada lagi pembersihan politik yang brutal dan mengerikan, yang sering menimpa orang-orang yang tidak bersalah juga.</p>
<p>Sesudah peristiwa tesebut, menteri-menteri itu dengan sepenuh hati menghargai kemurahhatian tuan mereka. Mereka menghormatinya lebih daripada sebelumnya. Karena kemurahannya, yang menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah pergolakan politik yang memakan banyak biaya dan menumbulkan bencana, Kaisar yang berwawasan luas dan berpandangan jauh itu seketika menarik simpati banyak bawahan yang setia, yang sebelumnya adalah musuh dalam selimut.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;</p>
<p>Sebuah kejadian lain yang serupa terjadi di akhir abad ke lima, semasa pemerintahan Dinasti-dinasti Selatan. Sesudah pertempuran yang brutal dan kritis antara pengawal-pengawal kekaisaran dan para pemberontak tepat di luar ibukota, tersebar sebuah kabar burung aneh yang menyatakan bahwa pasukan pemberontak telah memenangkan peperangan itu dan sedang menuju ke kota. Orang-orang ketakutan. Banyak pejabat tingkat tinggi dan orang kaya secara sembunyi-sembunyi menyelinap ke luar kota di kegelapan malam dan mengunjungi datasemen yang sedang merayakan kemenangan. Untuk menyelamatkan hidup mereka dan mengamankan masa depan mereka bersama para pemberontak itu, mereka membawa uang, bahan makanan, dan ternak, dan dengan ramah mempersembahkannya, disertai kartu-kartu bisnis, kepada prajurit-prajurit itu. Para kapten menerima semua hadiah dan kartu bisnis yang telah dipersiapkan dengan baik itu sebagai bukti penghianatan, dan segera menyerahkannya ke markas. Berjam-jam kemudian, ribuan tentara yang kelelahan memasuki kota dan kembali ke barak-barak mereka.</p>
<p>Pagi harinya, banyak orang yang diserang rasa khawatir dikumpulkan di pusat perdagangan paling terkenal. Sesudah menaiki salah satu menara jam kota itu, Hsiao-Dau-Chen, seorang jenderal senior dari tentara nasional, dengan bangga mengumumkan kemenangan mereka kepada penduduk yang gelisah, beberapa dari mereka lebih kaget daripada senang.</p>
<p>“Ngomong-ngomong,” jenderal itu dengan tenang menambahkan, “Semalam pengawal-pengawal depan saya menerima sejumlah besar sumbangan yang salah alamat dan ratusan kartu-kartu bisnis. Persembahan itu ditujukan kepada musuh. Karena musuh kita telah kalah dan melarikan diri, kita menyimpannya dan menikmati persembahan-persembahan itu untuk kami sendiri. Mengenai potongan-potongan kertas itu, tidak ada artinya bagiku. Aku akan membakarnya semua sekarang juga.”</p>
<p>Bahkan tanpa melihat penduduk yang terkesan itu, ia memerintahkan perwira-perwira pembantunya untuk membuat api kecil dan melemparkan surat-surat itu ke dalamnya. Orang-orang yang menyaksikan dengan cemas benar-benar menghargai kebijaksanaannya dan mengelu-elukan namanya dengan rasa hormat.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;</p>
<p>Tujuan utama dari kedua pemimpin itu adalah untuk mempertahankan kekuasaan, dan membangun sebuah kekaisaran yang kuat dan tenteram bagi diri mereka dan keturunan mereka. Hal ini membutuhkan perhatian sepenuhnya dari para pejabatnya dan kesetiaan mutlak mereka. Sebuah pembersihan politik yang menimbulkan bencana tidak akan mendukung bertahan lamanya suatu kemenangan. Melihat hal ini, setiap pemimpin dengan murah hati memaafkan saingan-saingan mereka, yang pada gilirannya akan bekerja lebih keras untuk membalasnya.</p>
<p style="text-align: center;">-=0=-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=299</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Negara Amerika Dibangun Dari Emas Papua</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=276</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=276#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[emas]]></category>

		<category><![CDATA[freeport]]></category>

		<category><![CDATA[papua]]></category>

		<category><![CDATA[soekarno]]></category>

		<category><![CDATA[tambang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Subhan Hassannoesi
Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majelis Muslim Papua (MMP)
Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/freeport-indonesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-278" style="margin: 3px;" title="freeport-indonesia" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/freeport-indonesia.jpg" alt="" width="123" height="113" /></a><em>Oleh: Subhan Hassannoesi<br />
Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majelis Muslim Papua (MMP)</em></p>
<p>Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!</p>
<p><span id="more-276"></span>Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh <strong>Lisa Pease </strong>yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah <strong>“<a href="http://www.realhistoryarchives.com/collections/hidden/freeport-indonesia.htm" target="_blank">JFK, Indonesia, CIA and Freeport.</a>”</strong></p>
<p>Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/castro-1959.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-283" style="margin-right: 5px; margin-left: 5px;" title="castro-1959" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/castro-1959-231x300.jpg" alt="" width="139" height="180" /></a>Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. <strong>Freeport Sulphur </strong>yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.</p>
<p>Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, <strong>Forbes Wilson </strong>yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana <strong>East Borneo Company</strong>, <strong>Jan van Gruisen</strong>. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas <strong>Gunung Ersberg</strong> (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis <strong>Jean Jaques Dozy </strong>di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/gunung-di-freeport.jpg"><img class="size-full wp-image-294 alignright" style="margin: 5px;" title="gunung-di-freeport" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/gunung-di-freeport.jpg" alt="" width="250" height="188" /></a>Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada di sekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/the_conquest_of_copper_mountain.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-284" style="margin: 5px;" title="the_conquest_of_copper_mountain" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/the_conquest_of_copper_mountain.jpg" alt="" width="148" height="213" /></a>Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul <strong>The Conquest of Cooper Mountain</strong>. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.</p>
<p>Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama <strong>GOLD MOUNTAIN</strong>, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.</p>
<p>Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/jfk-soekarno.jpg"><img class="size-medium wp-image-285 alignright" style="margin: 5px;" title="BE025080" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/jfk-soekarno.jpg" alt="" width="384" height="256" /></a>Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS <strong>John Fitzgerald Kennedy </strong>agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.</p>
<p>Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.<br />
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!</p>
<p>Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.</p>
<p><strong>Presiden Johnson </strong>yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah <strong>Augustus C. Long</strong>, salah seorang anggota dewan direksi Freeport .</p>
<p>Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). <strong>Soekarno </strong>pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. Augustus C. Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini <a href="http://berita.liputan6.com/progsus/200209/41945/class='vidico'" target="_blank">disingkirkan secepatnya</a>.</p>
<p>Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh <strong>CIA</strong>.</p>
<p>Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.</p>
<p>Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.</p>
<p>Salah satu bukti sebuah <strong>telegram rahasia Cinpac 342</strong>, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.</p>
<p>Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, <strong>Langbourne Williams</strong>, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?</p>
<p>Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia . Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan <strong>Ibnu Soetowo </strong>dan <strong>Julius Tahija</strong>. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/soeharto6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-291" style="margin: 5px;" title="soeharto6" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/soeharto6.jpg" alt="" width="166" height="200" /></a>Sebab itulah, ketika UU No 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani <strong>Suharto </strong>adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia .</p>
<p>Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng <strong>Bechtel</strong>, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA <strong>John McCone </strong>memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA <strong>Richards Helms</strong> bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.<br />
Tahun 1980, Freeport menggandeng <strong>McMoran </strong>milik <strong>“Jim Bob” Moffet </strong>dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/ersberg.jpg"><img class="size-medium wp-image-286 alignright" style="margin: 5px;" title="ersberg" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/ersberg-236x300.jpg" alt="" width="236" height="300" /></a>Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, <strong>George A.Maley</strong>, menulis sebuah buku berjudul <strong>“Grasberg” </strong>setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar di dunia.<br />
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!</p>
<p>Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/grasberg.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-288" style="margin: 5px;" title="grasberg" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/03/grasberg-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a>Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.</p>
<p>Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://beatyourdreams.multiply.com/journal/item/803/emas_papua" target="_blank">beatyourdreams blog</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=276</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah 1000 kelereng di Hari Minggu</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=269</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=269#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 01:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak  usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/02/kelereng.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-271" style="margin: 3px;" title="kelereng" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2010/02/kelereng.jpg" alt="" width="175" height="117" /></a>Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak  usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang  tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya&#8230;</p>
<p><span id="more-269"></span>Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara  Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa  obrolannya.</p>
<p>“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok  ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun  kau tak sempat”.</p>
<p>Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.</p>
<p>Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang  selama hidupnya.  Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal  yang lebih penting”.</p>
<p>“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.</p>
<p>“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng  itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.</p>
<p>“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati  waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.</p>
<p>“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku  berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah  telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.</p>
<p>“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”</p>
<p>Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin  ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan  segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku  ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.</p>
<p>“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum.  “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah  cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya,  nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.resensi.net/kisah-1000-kelereng-2/2007/12/18/" target="_blank">resensi.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=269</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>3&#215;8 = 23</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=262</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 02:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[confucius]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.
Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: &#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&#8221;. Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: &#8220;Sobat, 3&#215;8 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/12/confucius.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-263" style="margin: 5px;" title="confucius" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/12/confucius-274x300.jpg" alt="" width="184" height="201" /></a>Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.</p>
<p>Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: <em>&#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&#8221;</em>. Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: <em>&#8220;Sobat, 3&#215;8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi&#8221;</em>. Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: <em>&#8220;Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.&#8221;</em> Yan Hui: <em>&#8220;Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?&#8221;</em> Pembeli kain: <em>&#8220;Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?&#8221;</em> Yan Hui: <em>&#8220;Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.&#8221;</em> Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.<br />
<span id="more-262"></span><br />
Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: <em>&#8220;3&#215;8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.&#8221;</em> Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : <em>&#8220;Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.&#8221;</em> Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.</p>
<p>Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.</p>
<p>Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: <em>&#8220;Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?&#8221;</em> Confusius berkata: <em>&#8220;Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh&#8221;</em>. Yan Hui berkata: <em>&#8220;Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.&#8221;</em> Confusius bilang: <em>&#8220;Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3&#215;8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3&#215;8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?&#8221;</em> Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata: <em>&#8220;Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.&#8221;</em> Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.</p>
<hr size="1px" /><em>Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.</em></p>
<p><em>Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudah terlambat.<br />
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.</em></p>
<p><em>Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti).</em><em><br />
Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti).<br />
</em><em>Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Istri tidak mau menghirau kamu, semua harus &#8220;do it yourself&#8221;).<br />
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman).</em></p>
<p>Sumber: milis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=262</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Prediksi yang Terkenal</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=251</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=251#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 04:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[
Prediksi tidak akan selalu terbukti. Bahkan prediksi yang dilakukan oleh para ahlinya.
Berikut ini kesalahan prediksi yang terkenal karena diprediksi oleh para ahli dan orang-orang ternama:
Secara teori, televisi mungkin layak, tapi saya pertimbangkan itu sebagai suatu yang tidak mungkin &#8212; sebuah pengembangan yang membuang-buang waktu.
(Lee De Forest, 1926, penemu dari tabung sinar katoda)
Catatan: TV saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/09/arrow-qmark.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-244" style="margin: 5px;" title="arrow-qmark" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/09/arrow-qmark.jpg" alt="" width="180" height="230" /></a><strong></strong></p>
<p>Prediksi tidak akan selalu terbukti. Bahkan prediksi yang dilakukan oleh para ahlinya.</p>
<p>Berikut ini kesalahan prediksi yang terkenal karena diprediksi oleh para ahli dan orang-orang ternama:</p>
<p><strong>Secara teori, televisi mungkin layak, tapi saya pertimbangkan itu sebagai suatu yang tidak mungkin &#8212; sebuah pengembangan yang membuang-buang waktu.</strong><br />
(Lee De Forest, 1926, penemu dari tabung sinar katoda)<br />
Catatan: TV saat ini telah ada hampir di tiap rumah.</p>
<p><strong>Saya rasa ada pasar di dunia untuk sekitar lima komputer.</strong><br />
(Thomas J. Watson, 1943, Ketua Dewan IBM)<br />
Catatan: Saat ini, sejumlah komputer itu hanya dapat dipakai untuk warnet kecil saja.</p>
<p><strong>Apapun yang ia lakukan, ia tidak akan pernah mencapai apa-apa.</strong><br />
(Guru Albert Einstein kepada ayahnya, 1895)<br />
Catatan: Sebagaimana kita tahu, Albert Einstein adalah penemu teori Relativitas yang terkenal.</p>
<p><strong>Butuh waktu bertahun-tahun, bukan pada masa saya, sebelum seorang perempuan akan menjadi Perdana Menteri.</strong><br />
(Margaret Thatcher, 1974)<br />
Catatan: Margaret Thatcher adalah Mantan Perdana Menteri Perempuan Inggris</p>
<p><span id="more-251"></span><strong>‘Telepon’ ini memiliki terlalu banyak kekurangan yang harus dipertimbangkan secara serius sebagai alat komunikasi. Perangkat ini tidak berguna buat kita.</strong><br />
(Memo Internal Western Union, 1876)<br />
Catatan: Telepon saat ini menjadi alat komunikasi yang tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari dan telah berkembang dalam bentuk yang lebih mobile.</p>
<p><strong>Kami tidak suka suara mereka, dan alunan gitarnya kurang bagus.</strong><br />
(Decca Recording Co menolak Beatles, 1962)<br />
Catatan: Beatles adalah salah satu grup musik asal Inggris yang sangat sukses.</p>
<p><strong>Siapa yang ingin mendengar aktor berbicara?</strong><br />
(H. M. Warner, Warner Brothers, 1927)<br />
Catatan: Pada masa itu hanya ada film bisu tanpa kata-kata.</p>
<p><strong>640K , kiranya cukup bagi semua orang.</strong><br />
(Bill Gates, 1981)<br />
Catatan:<br />
Ukuran memori komputer pada sebuah PC saat ini rata-rata adalah 1GB (2.000 kali perkiraan) dan<br />
Ukuran hardisk komputer pada sebuah PC saat ini rata-rata adalah 120GB (200.000 kali perkiraan).</p>
<p><strong>Teori kuman Louis Pasteur benar-benar cerita fiksi.</strong><br />
(Pierre Pachet, Profesor of Physiology at Toulouse, 1872)<br />
Catatan: Louis Pasteur adalah penemu anti-biotik untuk membunuh kuman.</p>
<p><strong>Komputer di masa depan beratnya tidak lebih dari 1,5 ton.</strong><br />
(Popular Mechanics, meramalkan komputer, 1949)<br />
Catatan: Saat ini tidak ada komputer yang seberat itu bahkan untuk server sekalipun.</p>
<p><strong>Kami tidak perlu anda. Anda sendiri belum kuliah.</strong><br />
(Hewlett-Packard menolak Steve Jobs, sebelum pergi ke Apple)<br />
Catatan: Steve Jobs mampu membuat Apple komputer menjadi komputer idaman bagi banyak orang.</p>
<p><strong>Pejabat White Star Line berbicara tentang perusahaan yang baru saja membangun kapal Titanic yang diluncurkan tahun 1912 menyatakan bahwa kapal itu tidak dapat tenggelam.</strong><br />
Catatan: Kapal Titanic tenggelam pada perjalanannya yang pertama.</p>
<p><strong>Pada tahun 1939, The New York Times mengatakan bahwa masalah pada TV adalah orang harus selalu mengarahkan mata mereka ke layar TV, dan rata-rata orang Amerika tidak punya waktu untuk itu.</strong><br />
Catatan: Saat ini banyak orang yang menghabiskan waktu di depan TV.</p>
<p><strong>Profesor astronomi Inggris pada awal abad ke-19 mengatakan bahwa perjalanan udara dengan kecepatan tinggi adalah tidak mungkin karena penumpang akan mati lemas kehabisan udara.</strong><br />
Catatan: Saat ini, untuk perjalanan jauh, dominasi perjalanan udara tidak ada tandingannya.</p>
<p><strong>Pesawat terbang memang menarik, tetapi tidak memiliki nilai militer.</strong><br />
(Marshal Ferdinand Foch pada 1911)<br />
Catatan: Saat ini salah satu pesawat terbang yang paling canggih justru pesawat terbang militer.</p>
<p><strong>Dengan lebih dari 50 mobil asing yang sudah dijual di sini, industri otomotif Jepang cenderung bukan menjadi pesaing di pasar AS.</strong><br />
(Business Week, 1958)<br />
Catatan: Di Amerika Serikat saat ini, Toyota lebih banyak terjual dibadingkan Ford. Diperkirakan tahun 2011, Toyota akan menjadi market leader di Amerika mengalahkan GM dan Ford.</p>
<p><strong>Saham telah mencapai apa yang terlihat seperti ketinggian yang permanen.</strong><br />
(Irving Fisher, Profesor Ekonomi, Universitas Yale, 16 Oktober 1929)<br />
Catatan: Beberapa waktu kemudian, masih di tahun 1929, pasar saham di Amerika mengalami &#8216;crash&#8217; yang cukup parah.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.thatsweird.net/facts13.shtml" target="_blank">ThatsWierd</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=251</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencapai Kebahagiaan</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=229</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=229#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 02:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Mencapai hidup yang bahagia sebenarnya tidak sulit. Kebahagiaan sebenarnya bersumber di dalam diri kita, bukan di luar sana.  Untuk mencapai kebahagiaan, kita cuma perlu menyelami diri kita sendiri. Menelusuri hati dan paradigma kita sendiri.
Ada lima hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia:
Pertama,
adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai.  Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/09/happiness.jpg"><img class="size-medium wp-image-231 alignleft" style="margin: 5px;" title="happiness" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/09/happiness-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Mencapai hidup yang bahagia sebenarnya tidak sulit. Kebahagiaan sebenarnya bersumber di dalam diri kita, bukan di luar sana.  Untuk mencapai kebahagiaan, kita cuma perlu menyelami diri kita sendiri. Menelusuri hati dan paradigma kita sendiri.</p>
<p>Ada lima hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia:</p>
<p><em>Pertama,</em></p>
<p>adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa <strong>memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai</strong>.  Anda sudah memiliki pekerjaan tetap dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi Anda masih merasa kurang.  Anda merasa akan berbahagia bila memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil lebih bagus, dan sebagainya.  Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda.  Padahal, Anda tidak bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dan bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang.</p>
<p><span id="more-229"></span><em>Kedua,</em></p>
<p>Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang bila Anda berhasil <strong>mengubah situasi dan orang-orang di sekitar Anda</strong>.  Anda tak bahagia karena pasangan, anak, tetangga, dan atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik.  Kepercayaan ini salah.  Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang lain.  Bukannya berarti Anda harus menyerah, silakan terus berusaha mengubah orang lain.  Namun, jangan tempatkan kebahagiaan Anda di sana.  Jangan biarkan lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda membuat Anda tak bahagia.  Kalau Anda tak dapat mengubah mereka, yang perlu Anda ubah adalah diri Anda sendiri, paradigma Anda.</p>
<p><em>Ketiga,</em></p>
<p>keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau <strong>semua keinginan Anda terpenuhi</strong>.  Padahal, keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustrasi, cemas, gelisah dan takut.  Terpenuhinya keinginan Anda paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat.  Itu tak sama dengan kebahagiaan.</p>
<p><em>Keempat,</em></p>
<p>Anda tak bahagia karena cenderung <strong>membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain</strong>.  Saya pernah bertemu eksekutif yang berkali-kali pindah kerja hanya karena kawan akrabnya semasa kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih besar dari dirinya.  Karena itu, setiap ada tawaran kerja, yang dilihat adalah apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan kawannya.  Ia bahkan tak peduli bila harus berganti karier dan pindah ke bidang lain. Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya &#8220;mengejar&#8221; sahabat karibnya.  Sejak itulah ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya sendiri.  Ia kini bahagia dengan pekerjaannya dan tak pernah ingin tahu lagi penghasilan sahabatnya.</p>
<p><em>Kelima,</em></p>
<p>Anda percaya bahwa <strong>kebahagiaan ada di masa depan</strong>.  Anda terlalu terobsesi pepatah &#8220;bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian&#8221;.  Kapan Anda bahagia?  &#8220;Nanti, kalau sudah jadi manajer,&#8221; kata Anda. Persoalannya, saat menjadi manajer, Anda tambah sibuk, waktu Anda tambah sempit.</p>
<p>&#8220;Saya akan bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen, gubernur, menteri, presiden.&#8221; Nah, daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang.  Namun, Anda tak juga bahagia.  Kalau demikian yang terjadi adalah, &#8220;bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang entah kapan.&#8221; Kebahagiaan telah Anda letakkan di tempat yang jauh.  Padahal, sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan dapat Anda nikmati di sini, sekarang juga!</p>
<p>Apa yang terjadi pada kita mungkin serupa dengan pengalaman dua ekor ikan berikut.  Ikan yang muda bertanya kepada ikan yang lebih senior.  &#8220;Anda lebih berpengalaman dari saya.  Di manakah saya dapat menemukan samudra kebahagiaan?  Saya sudah mencarinya ke mana-mana, tetapi sia-sia saja!&#8221;  &#8220;Samudra adalah tempat engkau berenang sekarang,&#8221; ujar ikan senior.  &#8220;Hah?  Ini hanya air!  Yang kucari adalah samudra,&#8221; sangkal ikan yang muda.  Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.</p>
<p>Hal itu juga dapat terjadi pada Anda.  Padahal, kebahagiaan itu tak perlu Anda cari. Anda hanya perlu menumbuhkan kesadaran dan menikmati apapun yang sedang Anda lakukan.  Dengan demikian, Anda akan menemukan kebahagiaan itu sekarang. Saat ini juga!</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://n1n4m4hd1.blogspirit.com/archive/2005/05/09/mencapai_kebahagiaan.html" target="_blank">happy thought</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=229</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan Zionisme dengan Imperialisme Barat</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=211</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=211#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 16:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[imperalisme]]></category>

		<category><![CDATA[israel]]></category>

		<category><![CDATA[turki]]></category>

		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<category><![CDATA[zionist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[oleh Adian Husaini, M.A
Salah satu masalah pelik yang dihadapi dunia internasional saat ini adalah masalah Palestina dan Israel. Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia, pernah menyatakan bahwa Palestina adalah kunci peradaban dunia. Negara Israel saat ini adalah buah dari perjuangan idiologi yang disebut sebagai &#8220;Zionisme&#8221;. Sukses Zionisme adalah buah persekutuan&#8211;lebih tepat disebut sebagai perselingkuhan&#8211;antara kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.illuminati-news.com/zionist-connection.htm"><img class="alignleft size-medium wp-image-213" style="margin: 5px;" title="zionlogo" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/zionlogo-292x300.gif" alt="" width="191" height="197" /></a><em>oleh <span class="small">Adian Husaini, M.A</span></em></p>
<p>Salah satu masalah pelik yang dihadapi dunia internasional saat ini adalah masalah Palestina dan Israel. Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia, pernah menyatakan bahwa Palestina adalah kunci peradaban dunia. Negara Israel saat ini adalah buah dari perjuangan idiologi yang disebut sebagai &#8220;Zionisme&#8221;. Sukses Zionisme adalah buah persekutuan&#8211;lebih tepat disebut sebagai perselingkuhan&#8211;antara kaum Zionisme Yahudi dengan imperialisme Barat.   Zionisme bisa dikatakan satu idiologi sekular yang sangat dramatis dan sukses mencapai tujuannya pada abad ke-20. Berangkat dari rumusan sederhana terhadap kondisi riil fenomena &#8220;anti-semitism&#8221; (lebih tepat: <em>Anti-Jews</em>) di Eropa. Idiologi ini disusun dengan sasaran jelas: membentuk sebuah negara Yahudi. Dalam tempo 50 tahun sejak Kongres Zionis pertama, tahun 1897, negara Yahudi&#8211;yang diberi nama Israel&#8211;itu berdiri pada 14 Mei 1948.</p>
<p>Dalam pandangan Yahudi, istilah Zionisme dinisbahkan kepada sebuah bukit bernama Zion di Jerusalem. Istilah itu kemudian identik dengan Jerusalem itu sendiri. Bagi Yahudi, istilah Zion memang mengandung makna religius, dan memiliki akar sejarah yang panjang. Di sinilah nanti terlihat bagaimana lihainya kaum Zionis yang sebenarnya sekular menggunakan istilah &#8220;Zionisme&#8221; untuk menamai gerakan mereka, sehingga mampu menarik banyak dukungan orang Yahudi.</p>
<p><span id="more-211"></span><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/zionflag.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-212" title="zionflag" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/zionflag-300x225.jpg" alt="" width="231" height="173" /></a>Respon keagamaan di kalangan Yahudi terhadap Zionisme dan negara Israel memiliki banyak varian.</p>
<p><em>Pertama</em>, kelompok penentang keras Zionisme, seperti The Haredim Movement dan Naturei Karta. Kelompok Haredim memandang bahwa tanah Israel memang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Tanah itu kemudian dicabut oleh Tuhan dari mereka karena ketidakpercayaan Yahudi sendiri terhadap perjanjian dengan Tuhan. Jika Yahudi menaati Taurat, kata mereka, maka Tuhan akan mengembalikan tanah itu kepada Yahudi. Adapun Naturei Karta memandang bahwa negara Israel adalah produk dari Zionisme tak bertuhan (<em>godless Zionism</em>). Naturei Karta adalah kelompok anti-Zionis, ultra-ortodoks, yang tidak mengakui negara Israel dan secara konsisten menentang negara Yahudi ini. Kelompok ini mendukung perjuangan Palestina dan menyerukan internasionalisasi Kota Jerusalem.</p>
<p><em>Kedua</em>, kutub agama yang berlawanan dengan kelompok Haredim dan Naturei Karta, seperti Gush Emunim. Kelompok ini memberikan biaya kepada para pemukim Yahudi di Tepi Barat, setelah kemenangan Israel dalam perang tahun 1967. Mereka menyatakan bahwa mereka kembali ke area tertentu untuk mempromosikan kehidupan Yahudi. Menurut mereka, cara ini akan mempercepat kedatangan Sang Messiah.</p>
<p>Antara kedua kutub itu ada kelompok-kelompok Yahudi yang memberikan dukungan kepada negara Israel, tetapi tidak melihatnya dari sudut keagamaan. Pendirian negara Israel, menurut mereka, bukanlah tanda-tanda akan datangnya Sang Messiah. Namun, mereka mendukung pemukinan Yahudi dan menentang pengembalian wilayah itu kepada Palestina. Di antara kelompok tengah ini adalah apa yang disebut sebagai &#8220;mainstream religious Zionists&#8221;. Salah satu tokohnya, Rabbi Meimon (1875-1962) menyatakan, <em>&#8220;Negara Ibrani harus didirikan dan dijalankan sesuai prinsip agama Ibrani, yakni Torah Israel. Keyakinan kita sudah jelas: sejauh yang kita, para penduduk, memahaminya, agama dan negara saling membutuhkan satu sama lain.&#8221;</em> (Pilkington, <em>Judaism</em>, hlm. 249-250). Kutub agama lain yang sangat keras dalam klaim keagamaan, misalnya, diwakili oleh kelompok Kach, bentukan Rabbi Meir Kahane. Kelompok ini sangat terkenal ketika salah seorang aktivisnya, Yigal Amir, membunuh Yitzak Rabin, pada 4 November 1995. (Yigal Amir adalah mahasiswa Universitas Bar Ilan dan aktivis kelompok sayap kanan Eyal, sebuah kelompok garis keras yang mengikuti ajaran Meir Kahane. <em>&#8220;Saya bertindak sendiri atas perintah Tuhan, dan saya tidak menyesal,&#8221;</em> ucap Amir, setelah menembak Rabin. Amir mewakili ekstremis Yahudi, yang menentang penyerahan wilayah Tepi Barat ke Palestina. Sesuai ajaran Rabbi Meir Kahane, Tepi Barat merupakan inti dari Eretz Israel yang sudah dijanjikan oleh Tuhan dan khusus diperuntukkan bagi bangsa Yahudi).</p>
<p>Pada kenyataannya istilah &#8220;Jewish State&#8221; memang menunjukkan negara Israel merupakan negara yang rasialis. Di antara cendekiawan Yahudi kemudian banyak yang menentang negara Israel. Misalnya, Dr. Israel Shahak. Karena sifat-sifat agresif dan diskriminatifnya, Israel Shahak mencatat: <em>&#8220;Dalam pandangan saya, Israel sebagai negara Yahudi membawa bahaya tidak saja bagi dirinya sendiri dan bagi warganya, tetapi juga bagi semua bangsa dan negara lain, baik di Timur Tengah maupun di luarnya.&#8221;</em> Shahak menyebut contoh, bagaimana sampai tahun 1993 partai Likud menyetujui usul Ariel Sharon agar Israel menentukan perbatasannya berdasarkan Bible. Padahal, bagi Zionis maksimalis, wilayah Israel Raya (Eretz Yizrael) itu meliputi: Palestina, Sinai, Jordan, Syria, Lebanon, dan sebagian Turki. Shahak juga menguraikan berbagai sikap diskriminatif Israel terhadap warga non-Yahudi. (Israel Shahak, <em>Jewish History, Jewish Religion</em> [1999:2], [London: Pluto Press, 1994], hlm. 2, 10).</p>
<p>Roger Friedland dan Richard Hect, dalam bukunya, <em>To Rule Jerusalem</em>, menyebutkan bahwa sejak awalnya Yahudi memang tidak pernah sepakat terhadap Zionisme. Para penentang Zionisme ini beralasan bahwa Judaisme adalah agama, dan bukan satu bangsa. Sebagian besar Yahudi religius yang mengunjungi Jerusalem sebelum para Zionis juga memandang bahwa suatu negara sekular dan demokratis bagi Yahudi adalah satu &#8216;anathema&#8217; atau barang haram.</p>
<p><strong>Theodore Herzl</strong></p>
<div id="attachment_220" class="wp-caption alignleft" style="width: 157px"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Theodor_Herzl"><img class="size-full wp-image-220" title="theodore_herzl" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/theodore_herzl.jpg" alt="" width="147" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Theodore Herzl</p></div>
<p>Ideologi Zionis modern, yang berujung pada pendirian negara Yahudi Israel, tidak dapat dilepaskan dari nama Theodore Herzl. Tokoh Zionis sekuler ini lahir pada 2 Mei 1860 di Pesta (tahun 1872 berubah menjadi Budapest), Hungaria dan meninggal 3 Juli 1904 di Austria. Ia sering dijuluki sebagai &#8220;the father of modern Zionism&#8221;. Ia sempat sekolah agama Yahudi. Umur 9 tahun ia masuk sekolah teknik, tapi selama 4 tahun ia lebih berminat mempelajari ilmu-ilmu humanitarian. Terakhir ia mengambil kuliah hukum di <em>Vienna&#8217;s Law of School</em> dan menyelesaikan sarjana hukumnya tahun 1884. Yang mengubah sejarah hidupnya adalah bermula dari kegiatannya menjadi korensponden sebuah koran di Paris, <em>Neue Freie Presse</em>. Di sinilah Herzl melihat merebaknya semangat anti-Yahudi. Herzl memandang perlunya ada sebuah negara Yahudi untuk menyelesaikan masalah Yahudi. Tahun 1896 ditulisnya gagasannya itu dalam panflet berjudul <em>&#8220;Der Judenstaat&#8221;</em> (<em>A Jewish State</em>).</p>
<div id="attachment_214" class="wp-caption alignright" style="width: 410px"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/First_Zionist_Congress"><img class="size-medium wp-image-214" title="first_zionist_congress" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/first_zionist_congress.jpg" alt="" width="400" height="255" /></a><p class="wp-caption-text">First Zionist Congress</p></div>
<p>Setahun kemudian, 1897, meskipun menghadapi banyak tantangan, Herzl sudah menyelenggarakan Kongres Zionis Pertama. Orang ini dikenal sangat aktif. Selain membentuk organisasi dan menulis, ia juga aktif melobi pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh politik ketika itu, seperti Kaisar Jerman Wilhem II, menteri-menteri Rusia, seperti Count Sergei Yulievich dan Vyacheslav Pleve, Paus Pius X, menteri-menteri Inggris, seperti Neville Chamberlain, David Lyord George, Arthur Balfour, Sultan Abdulhamid II, dan Raja Italia Victor Emanuel III. Catatan hariannya yang terkenal setelah Kongres Zionis I adalah: <em>&#8220;&#8230;. Saya telah mendirikan negara Yahudi. Jika aku mengatakannya hari ini, aku akan ditertawakan oleh seluruh alam semesta. Dalam waktu lima tahun, mungkin, dan dalam waktu lima puluh tahun pasti, setiap orang akan menyaksikannya.&#8221; </em>Kemudian, negara Israel didirikan 14 Mei 1948, 50 tahun 3 bulan, setelah catatan harian Herzl tersebut.</p>
<p>Sejak berdirinya, 1948, hingga sekarang, politik Israel tetap didominasi oleh kaum sekuler, baik sekuler kanan (Likud) maupun sekuler kiri (Buruh). Di tangan Yahudi sekuler yang mendominasi pemerintahan Israel itulah, Israel masih terus menduduki wilayah Palestina dan melestarikan pengusiran bangsa Palestina dari tanah airnya. Hingga kini, sekitar 3,9 juta bangsa Palestina masih terus hidup dalam pengungsian. Kondisi ini telah menjadi sumber penting terciptanya konflik-konflik internasional, khususnya antara Muslim dengan Yahudi.</p>
<p>Di tengah arus menguatnya ortodoksi di kalangan Yahudi, muncul pula dukungan terhadap Zionis Israel dari kalangan kelompok Kristen fundamentalis. Dalam mendukung Israel, mereka menggunakan legitimasi ayat Bible Kitab Kejadian 12: 3: <em>&#8220;Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.&#8221;</em></p>
<p>Hingga kini sikap Kristen fundamentalis ini masih sejalan dengan kepentingan pragmatis-imperialistik Barat. Kata Roger Garaudy: <em>&#8220;Sebenarnya Israel bukan saja merupakan perwakilan bagi kepentingan kolektif kolonialisme Barat di Timur Tengah&#8211;khususnya Amerika Serikat&#8211;melainkan juga sebagai keping utama dalam hubungan antarkekuatan pada percaturan politik dunia.&#8221; </em>(Roger Garaudy, <em>Israel dan Praktik-Praktik Zionisme</em>, hlm. 142).</p>
<p><strong>Respon Utsmani dan Infiltrasi Zionis</strong></p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/islam8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-218" style="margin: 5px;" title="islam8" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/islam8-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a>Menelaah respon Muslim terhadap Zionisme bisa dilihat dalam kasus respon Turki Utsmani. Pada periode inilah, Zionisme mencapai saat-saat yang paling menentukan dalam mewujudkan gagasan-gagasannya. Zionisme yang bertujuan mendirikan negara Yahudi di Palestina tidak mungkin terwujud tanpa mendapat restu atau merampas wilayah itu dari kekuasaan Ustmani. Selama lebih dari 500 tahun, Utsmani menjadi &#8220;surga&#8221; bagi pengungsi Yahudi yang diusir dan dibantai oleh kaum Kristen Eropa. Namun, keharmonisan itu berakhir menyusul kemunculan gerakan Zionis Yahudi pada abad ke-19.</p>
<p>Mulanya, gerakan Zionis berharap mendapatkan wilayah Palestina secara sukarela dari penguasa Utsmani, yang ketika itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid II (memerintah 1876-1909). Tak lama setelah menerbitkan bukunya, <em>Der Judenstaat</em>, Herzl ke Istambul menemui Perdana Menteri Utsmani dan mempresentasikan rencana pendirian Palestina sebagai tanah air kaum Yahudi. Ia menawarkan bantuan untuk melunasi utang negara Utsmani. Herzl juga melobi Kaisar Austria Wilhelm II yang berhubungan baik dengan Sultan Abdul Hamid II. Kaisar Austria setuju dengan gagasan Herzl dan merekomendasikan rencana Herzl kepada Sultan. Sultan menolak keras tawaran Herzl.</p>
<p>Sejak saat itu, Zionis melancarkan gerakannya untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon &#8220;liberation&#8221;, &#8220;freedom&#8221;, dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai &#8220;Hamidian Absolutism&#8221;, dan sebagainya. Gerakan Zionis di Turki Utsmani mencapai sukses yang sangat signifikan menyusul pencopotan Sultan pada bulan April 1909. Di antara empat perwakilan National Assembly yang menyerahkan surat pencopotan Sultan itu adalah Emmanuel Carasso (Yahudi) dan Aram (Armenia). (Mehmed Maksudoglu, <em>Osmanli History 1289-1922</em> [Kuala Lumpur: IIUM, 1999], hlm. 235).</p>
<p>Yang ironis, di tengah kerasnya penolakan Abdul Hamid II terhadap Zionisme, imigran Yahudi yang datang ke Palestina justru bertambah secara mencolok. Pada periode 1882-1904, yang dikenal sebagai the first immigration, sekitar 30.000 imigran Yahudi dari Eropa Timur datang ke Palestina dengan dukungan dana dari keluarga Rothschild yang super kaya. Imigrasi kedua, tahun 1904 sampai mulainya Perang Dunia I, sekitar 33.000 orang Yahudi. Hasilnya, populasi Yahudi di Palestina meningkat secara dramatis pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20; dari 24.000 pada tahun 1882 menjadi 47.000 pada tahun 1890; 80.000 pada tahun 1908; dan 85.000 pada tahun 1914 (atau meningkat dari 5% menjadi sekitar 11% pada periode yang sama). Ini menunjukkan adanya ketidakefektifan dari kebijakan pemerintahan Utsmani pada waktu itu. (Stanford J. Shaw, <em>The Jewsof the Ottoman Empire and the Turkish Republic</em>, hlm. 215-216).</p>
<div id="attachment_217" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a title="Turki 1908" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/turkey1908.jpg"><img class="size-medium wp-image-217" style="margin: 4px;" title="turkey1908" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2009/01/turkey1908.jpg" alt="" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Turki 1908</p></div>
<p>Kebijakan Sultan Abdul Hamid II terhadap gerakan Zionis tidak berjalan efektif, sebab pemerintahannya telah dilumpuhkan dari dalam. Apalagi, setelah 1908, kekuasaan di Turki praktis berada di tangan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Committee_of_Union_and_Progress" target="_blank"><em>Committe and Union Progress</em> (CUP)</a>, organisasi yang dibentuk oleh Gerakan Turki Muda (<em>Young Turk Movement</em>). CUP memiliki hubungan dekat dengan para aktivis Zionis, dan tidak terlalu peduli dengan gerakan pemberontakan dan separatisme yang dilakukan Zionis. Kebijakan Sultan sudah terlambat, dan akhirnya Sultan Abdul Hamid II sendiri yang tersingkir.</p>
<p>Kiprah gerakan Zionis Yahudi di Turki Utsmani dapat dikatakan sebagai suatu bentuk <em>&#8220;smart rebellion&#8221;</em>, yang berbeda dengan gerakan-gerkan separatis minoritas lainnya, seperti Armenia. <em>Smart rebellion</em> tidak mengandalkan pada kekuatan senjata dan fisik, tetapi lebih mengandalkan gerakan bawah tanah (<em>clandestine</em>). Mereka menyelubungi gerakan Zionis dengan aktivitas berbentuk sosial, ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan.</p>
<p>Tahun 1899, dua tahun setelah Kongres Zionis pertama, beberapa Yahudi di Salonika mendirikan satu asosiasi yang dikenal dengan nama Kadimah. Anggotanya adalah para intelektual, wartawan, pedagang, dan sebagainya. Tujuannya, menghidupkan dan menyebarkan pelajaran bahasa Ibrani (Hebrew), memperkuat kepercayaan agama dengan memajukan studi Yahudi. Aktivitas mereka beragam, seperti peminjaman buku, pengajaran, diskusi, kursus-kursus bahasa Ibrani, sejarah Yahudi, dan studi Ibrani secara umum. Kadimah bukan hanya merupakan satu perkumpulan agama. Kelompok ini bahkan tidak disukai oleh Kepala Rabbi Salonika, sebab anggota-anggotanya tidak tampak melakukan aktivitas keagamaan sebagaimana layaknya. Karena itu, Esther Benbassa menyebut Kadimah sebagai gerakan bawah tanah kelompok Zionis. (Esther Benbassa, <em>Associational Strategies in Ottoman Jewish Society in the Nineteenth and Twentieth Centuries</em>, inAvigdor Levy (ed.), <em>The Jews of the Ottoman Empire</em> [Princeton: The Darwin Press, 1994], hlm. 462-463).</p>
<p>Menyusul Revolusi 1908, CUP mendukung elemen-elemen nasionalis Turki. Sampai pada tahap ini Yahudi menempati posisi penting dalam gerakan Turki Muda atau CUP. Di antara semua kelompok minoritas Turki Utsmani, hanya Yahudi yang menempatkan tokoh-tokohnya pada jajaran pimpinan CUP, seperti Emmanuel Carasso (Karasu) dan Moise Cohen Tekinalp. Semua wakil Yahudi di parlemen pada tahun 1908-1918 adalah anggota CUP.</p>
<p>CUP adalah penguasa Turki yang sebenarnya setelah Revolusi 1908. Dasar-dasar pendirian gerakan Zionis di Turki Utsmani mengambil saat-saat ini. Gerakan ini dimulai dengan pendirian cabang dari <em>World Zionist Organization</em> di Istambul tahun 1908, di bawah selubung institusi perbankan, <em>The Anglo Levantine Banking Company</em>.</p>
<p>Jika diceramati, strategi dan taktik gerakan Zionis tampak cerdik. Walaupun menempati posisi-posisi penting di CUP dan parlemen Utsmani, mereka sama sekali tidak mengajukan usulan untuk memisahkan diri dari Utsmani, sebagaimana gerakan minoritas lainnya. Mereka menyokong apa yang dipromosikan oleh CUP, yaitu <em>Turkish nationalism</em>. Ketika CUP mempromosikan bahasa Turki kepada masyarakat, gerakan Zionis juga membuat asosiasi-asosiasi yang mengajarkan bahasa Turki, sebagai taktik mereka. Tetapi, pada saat yang sama, mereka juga mengadakan pengajaran bahasa Ibrani. Contoh lain dari cerdiknya gerakan Zionis dapat dilihat pada sejumlah perdebatan yang terjadi di parlemen Utsmani selama tahun 1911. Ismail Hakki, seorang tokoh oposisi, menyatakan, bahwa tujuan Zionis adalah untuk mendirikan negara Yahudi, yang wilayahnya membentang dari Palestina ke Mesopotamia (Irak). Nissim Masliyah, seorang Yahudi pengacara dan anggota parlemen, menjawab bahwa ide mendirikan negara Yahudi adalah ilusi. Emmanuel Carasso, Yahudi anggota parlemen lainnya, juga memainkan peranan yang sangat cerdik, sebagai orang yang anti-Zionis.</p>
<p>Sebenarnya, ketika kecurigaan terhadap gerakan Zionis mulai menguat di sebagian kalangan, posisi Zionis sudah sangat kuat di kalangan elit Utsmani. Sebab, mereka telah menjalin hubungan erat dengan kelompok Turki Muda atau CUP. Gerakan Turki Muda menerima dukungan dari <em>The Donmes of Salonica</em>, yang dalam pemahaman banyak Muslim ketika itu, memang identing dengan nama Yahudi. Sejumlah Yahudi yang aktif dalam organisasi ini adlaah Avram Galante dan Emmanuel Carasso. Carasso adalah ketua sebuah loji Freemason di Salonika, dan ia mengizinkan lojinya dipakai pertemuan-pertemuan gerakan Turki Muda. Kedekatan hubungan Gerakan Turki Muda dan Yahudi bisa ditelusuri sejak awal berdirinya CUP tahun 1889, yang ketika itu juga merupakan suatu &#8220;masyarakat rahasia&#8221;. CUP menjadi penguasa penting di Turki Utsmani pada periode 1908-1918. Tiga presiden pertama Turki adalah anggota CUP. Hanioglu menyebut bahwa CUP merupakan sebuah organisasi bawah tanah sejak pembentukan inti pertamanya pada tahun 1889 sampai revolusi tahun 1908. (M. Sukru Hanioglu, <em>The Young Turks in Opposition</em> [New York: Oxford University Press, 1995], hlm. 3).</p>
<p>Hanioglu juga menyebutkan bahwa tanpa diragukan, Freemason adalah salah satu gerakan oposisi yang aktif melawan pemerintahan Utsmani dalam periode 1876-1908. Kaum Freemason memiliki hubungan sangat dekat dengan Gerakan Turki Muda. Dampak dari aktivitas kaum Freemason dan gerakan-gerakan liberal lainnya adalah perusakan terhadap pemerintahan Utsmani pimpinan Sultan. Karena itu, tidak mengherankan juga gerakan-gerakan seperti ini mendapat dukungan dari kekuatan Kristen Eropa, yang sejak lama memandang Turki Utsmani sebagai ancaman terhadap mereka. Seorang penulis Turki, Enver Ziya Karal, mencatat tentang Sultan Abdul Hamid II, <em>&#8220;Inti segala masalah bagi Sultan adalah Islam, yang merupakan satu-satunya ikatan kuat yang menyambung umat Islam satu sama lain di dalam kekuasaan Utsmani.&#8221; </em>Sultan Abdul Hamid II memandang, kebebasan yang digalakkan oleh Turki Muda adalah suatu senjata penghancur bagi Turki Utsmani. Ia menuturkan dalam kata-katanya, <em>&#8220;Memberikan kebebasan sama halnya memberikan senjata kepada seseorang yang tidak tahu bagaimana menggunakannya. Dengan senjata tersebut, orang itu bisa saja membunuh ayahnya, ibunya, bahkan dirinya sendiri.&#8221;</em> (Mehmed Maksudoglu, <em>Osmanli History</em>, hlm. 234).</p>
<p>Sementara itu, bagi para pemimpin CUP, Barat adalah segala-galanya. Dalam kata-kata Abdullah Cevdet, seorang pendiri CUP: <em>&#8220;Hanya ada satu peradaban, dan itu adalah peradaban Eropa. Karenanya, kita harus meminjam dari peradaban Barat, baik mawarnya maupun durinya.&#8221; </em>Abdullah Cevdet juda dikenal sebagai simpatisan Judaisme dan gerakan Zionis. (Ilber Ortayli, <em>Ottomanism and Zionism During the Second Constituional Period</em>, in Avigdor Levy (ed.), <em>The Jews</em>, hlm. 534).</p>
<p>Idiologi penting dari kelompok Turki Muda adalah positivism, materialism, dan nationalism. Fokus dari nasionalisme Turki Muda berbasis pada nasionalisme berbasis ras. Hal ini muncul tidak lama setelah kemenangan Jepang melawan Rusia tahun 1904. Agenda nasionalisme turki ini jelas: sebuah pemerintahan yang kuat, peran dominan yang dimainkan elit intelektual, anti-imperialisme, sebuah masyarakat yang Islam tidak memerankan apa-apa, dan sebuah nasionalisme Turki yang akan bersemi kemudian. Dengan mencermati secara serius <em>Weltan-schaung</em> Turki Muda antara 1889-1902, Hanioglu sampai pada kesimpulan bahwa idiologi negara Turki modern memang dibangun di atas dasar &#8220;materialis-positivis dan nasionalisme&#8221;.</p>
<p>Dengan idiologi seperti itu, dan cara pandang yang ter-Barat-kan (<em>westernized</em>), tentu tidak mengherankan jika Turki Muda memiliki hubungan khusus dengan gerakan Freemasonry atau Zionis. Itu bisa dilihat dalam cara pandang aktivis Turki Muda terhadap Zionisme. Selama periode1902-1908, gerakan Zionis menjadi topik pada jurnal-jurnal Turki Muda. Pertama, pada Agustus 1902, di jurnal <em>Anadolu</em>, terbit di Kairo. Tulisan ini memberikan pandangan yang netral tentang sejarah gerakan Zionis, organisasi, dan tujuannya. Kedua, tulisan tentang Zionisme&#8211;terjemahan dari koran Prancis&#8211;muncul pada bulan Januari tahun 1904 di jurnal <em>Turk</em>, yang juga terbit di Kairo. Ketiga, artikel yang ditulis Max Nordau, muncul di jurnal <em>Ictihad</em> yang berbasis di Jenewa.</p>
<p>Publikasi terhadap Zionisme dalam posisi netral ini sangatlah mengherankan, mengingat tujuan Zionisme adalah merebut wilayah Palestina dari Turki Utsmani. Fakta itu menunjukkan bahwa gerakan Turki Muda memang telah terinfiltrasi atau terpengaruh oleh ide-ide gerakan Zionis. Mereka tidak memandang pemisahan Palestina dari Turki Utsmani sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara mereka. Padahal, Zionisme adalah bentuk nyata dari pemberontakan dan separatisme. Ini bisa dikatakan sebagai bentuk ketidakpedulian atau mungkin satu &#8220;konspirasi&#8221; antara Turki Muda dengan gerakan Zionis. Misalnya, bisa dilihat pada pidato Kemal Attaturk terhadap Yahudi Turki pada 2 Februari 1923: <em>&#8220;Ada sebagian orang kita yang beriman yang nasibnya telah menyatu dengan bangsa Turki yang menguasai mereka, khususnya kaum Yahudi, yang karena kesetiannya pada bangsa ini dan tanah air ini telah teruji, menjalani hidup mereka dalam kenyamanan dan kesejahteraan hingga sekarang, dan akan menjalani kehidupan berikutnya juga dalam kenyamanan dan kebahagiaan.&#8221;</em></p>
<p>Pidato Kemal itu menunjukkan adanya semacam kolaborasi antara gerakan Zionis dengan musuh-musuh Utsmani dalam memisahkan Palestina dari Utsmani. Adalah sangat mengherankan, sebagai tokoh nasionalis, Kemal bersikap longgar terhadap pemisahan wilayah Palestina. Di sini tampak tidak ada pertimbangan agama dalam sikap pelepasan Palestina. Pada sisi lain, sikap Turki yang melepaskan Palestina bisa juga dilihat dari kondisi politik riil ketika itu. Kekalahan Utsmani pada Perang Dunia I telah memaksanya untuk melepaskan wilayah-wilayah yang didudukinya. Pada bulan Desember 1917, Jerusalem ditaklukan oleh pasukan Sekutu di bawah pimpinan Lord Allenby. Bersama pasukan ini, masuk juga tiga legium Yahudi yang beranggotakan ribuan sukarelawan Yahudi. Zionis mencatat bahwa penaklukan Jerusalem oleh tentara Sekutu telah mengakhiri 400 tahun pemerintahan Utsmani di Palestina. (Ellen Hirsch, <em>The Facts about Israel</em> [Jerusalem: Israeli Information Center, 1996], hlm. 23).</p>
<p><strong>Merebut Kembali Palestina?</strong></p>
<p>Fenomena gerakan Zionis di Turki ini menunjukkan kekuatan imperium yang telah bertahan selama 600 tahun ini bisa digulung&#8211;utamanya dari dalam&#8211;oleh kelompok Turki Muda yang berkolaborasi dengan kekuatan Zionis dan Barat. Turki Muda yang berpikiran sekular-liberal dan berorientasi Barat mengusung idiologi liberalisme, bersekutu dengan gerakan Freemasonry, yang juga mengusung jargon <em>liberty, egality, fraternity</em>. Kelemahan internal Turki Utsmani juga menjadi faktor kondusif merebaknya gagasan westernisasi di Turki Utsmani. Sejarah kemudian menyaksikan nasib tragis sebuah kekuatan besar runtuh dan takluk terhadap kemauan Barat dan Zionis Yahudi.</p>
<p>Fenomena yang terus berkecamuk di Palestina belakangan ini perlu dilihat dalam kerangka sejarah yang panjang perjalanan Yahudi, Kristen, Zionisme, dan kepentingan imperialis Barat. Pemetaan masalah ini dengan tepat&#8211;baik berdasarkan nash-nash Al-Qur&#8217;an dan hadits, maupun fakta-fakta sejarah&#8211;akan memungkinkan kaum Muslim mengambil sikap dan tindakan yang tepat. Wajibkah kaum Muslim merebut kembali semua wilayah Palestina yang diduduki Israel saat ini? Ini masalah besar yang perlu dipecahkan bersama oleh kaum Muslim, agar segera diambil tindakan-tindakan jangka panjang ang istiqamah.</p>
<p><em>Sumber: Diringkas dari </em><em>Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal, Adian Husaini (Jakarta: Gema Insani, 2005), hlm. 58-78 Oleh: Abu Annisa</em></p>
<p><em>Sumber link: <a href="http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=789&amp;Itemid=10" target="_blank">alislamu</a></em></p>
<p><strong>Bacaan terkait:</strong><em><br />
</em></p>
<ul>
<li><a href="http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A3563_0_3_0_M" target="_blank">Selintas Sejarah Yahudi dan Zionisme</a></li>
<li><a href="http://www.riaupos.com/v2/content/view/12168/30/" target="_blank">Zionis Yahudi Sumber Bencana</a></li>
<li><a href="http://semangatislam.blogspot.com/2007/08/sejarah-tanah-palestina-dan-zionis.html">Sejarah Tanah Palestina dan Zionis Israel</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=211</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Penyembelihan Hewan Dalam Islam</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=185</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=185#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 04:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Luar biasa]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri]]></category>

		<category><![CDATA[idul adha]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kurban]]></category>

		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<category><![CDATA[sembelih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[
Sebagai orang beriman, ada ketentuan yang harus diikuti dalam menyembelih hewan ternak. Di antaranya adalah Hadits Rasulullah saw yang bermakna: “Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/semebelih-sapi.jpg"><img class="size-medium wp-image-189 alignleft" style="margin: 5px;" title="semebelih-sapi" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/semebelih-sapi-300x224.jpg" alt="Sembelih Sapi" width="234" height="174" /></a></p>
<p>Sebagai orang beriman, ada ketentuan yang harus diikuti dalam menyembelih hewan ternak. Di antaranya adalah Hadits Rasulullah saw yang bermakna: <em>“Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya.”</em> (H.R. Muslim).</p>
<p>Kandungan hadits ini agaknya “sulit” untuk dijelaskan kepada orang non-Muslim. Betapa tidak, di dalamnya terdapat ungkapan kata seakan-akan Allah memerintahkan kita untuk “membunuh”. Apalagi secara eksplisit disebutkan pengertian <em>”&#8230;tajamkanlah pisaunya&#8230;!”</em> Bukankah ini menunjukkan bahwa umat Islam memang disuruh dan dilatih untuk membunuh dengan “kejam”. Namun terdapat pula ungkapan yang mungkin dianggap aneh: <em>“&#8230;meringankan binatang yang disembelih&#8230;”</em> (Apakah tidak aneh, membunuh kok menggunakan ungkapan kata basa-basi:  “&#8230;meringankan binatang yang disembelih&#8230;” Padahal jelas, disembelih itu ‘kan tentu menimbulkan rasa sakit yang sangat, bahkan sampai menyebakan kematian!).</p>
<p>Bagi kita, umat Islam, apa pun haditsnya, isinya, dan konteksnya, yang jelas itu adalah sebuah riwayat yang shahih, oleh Imam Muslim. Seorang ulama hadits yang telah teruji kebenarannya. Dan sebagai umat Islam, kita tentu meyakini bahwa Syariat Islam, seperti yang terkandung dalam hadits tersebut, adalah syariat yang <em>“ya’lu wa laa yu’la ‘alayhi”</em> (yang terbaik serta paling tinggi, dan tidak ada yang dapat menandingi keunggulannya).</p>
<p><span id="more-185"></span>Tetapi, keyakinan kita ini sangat berbeda dengan pendapat orang-orang Barat. Menurut mereka, Syari’at Islam itu merupakan contoh nyata betapa <em>ajaran Islam sangat tidak manusiawi, dan kelompok/umat Islam adalah umat yang bengis. Diajarkan dan dilatih untuk suka berbuat bengis dan suka menganiaya binatang ternak. Diantara buktinya, masih menurut mereka lagi, setiap tahun umat Islam mengikat hewan ternak, kemudian menyembelih/membantainya secara beramai-ramai. Ternak-ternak itu tidak berdaya, hanya bisa meronta-ronta dan mengerang kesakitan saat disembelih. Betapa teganya orang Islam&#8230; </em>Demikian tuduhan miring orang Barat.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Captive_bolt_pistol" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" style="margin: 5px;" title="Captive Bolt Pistol" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/captive_bolt_pistol.jpg" alt="" width="180" height="138" /></a>Menurut mereka lagi, kalau ingin mengkonsumsi daging binatang ternak, maka haruslah dengan cara yang baik. Bukan dengan menyembelihnya secara kejam. Dan cara yang baik itu, menurut mereka adalah dengan memingsankan ternak itu terlebih dahulu, baru disembelih (dalam keadaan pingsan). Dalam hal ini, pemingsanan itu dapat dilakukan dengan berbagai alat, seperti: <em>stunning gun</em>, pembiusan, atau menggunakan arus listrik. Selain itu, metode pemingsanan terbaik yang sering mereka lakukan adalah dengan cara memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu, dengan beban dan kecepatan yang tertentu pula. Alat yang dipakai untuk memingsankan ternak itu, di antaranya adalah <em>Captive Bolt Pistol (CBP)</em>. Menurut mereka, inilah cara yang terbaik dan lebih “manusiawi”. Cara ini juga, menurut mereka lagi, dapat melindungi pekerja dari kemungkinan kecelakaan karena hewan meronta-ronta ketika disembelih. Setelah pingsan, menurut mereka juga, hewan itu tidak akan merasa kesakitan bila disembelih. Cara seperti ini mereka yakini sebagai cara yang terbaik. Karena hewan tidak meronta-ronta, tidak tampak kesakitan, dan ‘sepertinya’ tidak merasakan sakit (karena telah pingsan).</p>
<p>Begitulah tuduhan dan hujatan mereka. Memang tampaknya sangat sulit bagi kita untuk ‘membela diri’, walau hanya sekedar untuk berargumentasi. Boleh jadi pula kita memang tidak bisa mengelak atas tuduhan itu, atau bahkan sebagian kita malah membenarkan tuduhan miring itu?</p>
<p>Lantas bagaimana kita menyikapi tuduhan miring itu? Menolak tanpa bisa memberi argumentasi (bantahan) yang rasional atau menerima saja tuduhan itu dengan setengah hati, yang berarti ‘membenarkan’ tuduhan mereka itu? Apakah memang sangat sulit bagi kita yang beriman, untuk meyakinkan diri sendiri bahwa Syariat Islam adalah yang terbaik?<em></em></p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/hanniver_university.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-201" style="margin: 5px;" title="Hannover University" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/hanniver_university-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Di tengah-tengah kegundahan karena tudingan demikian itu, dengan sengaja Allah yang Maha-Kuasa mengirim jawaban atas tudingan dan tantangan itu, melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari <strong>Hannover University</strong>, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: <strong>Prof.Dr. Schultz </strong>dan koleganya, <strong>Dr. Hazim</strong>. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: <em>manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?</em></p>
<p>Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut <em>Electro-Encephalograph (EEG)</em>. Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang <em>Electro Cardiograph (ECG) </em>untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/eeg2.gif"><img class="size-medium wp-image-203 alignright" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Electro-Encephalograph (EEG)" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/eeg2.gif" alt="" width="145" height="185" /></a>Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.</p>
<p>Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugular<a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/ecg-graph.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-204" style="margin: 5px;" title="ECG Graph" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/ecg-graph-150x150.jpg" alt="" width="103" height="103" /></a>is.</p>
<p>Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.</p>
<p>Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!</p>
<p>Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:</p>
<p><strong>Penyembelihan menurut Syariat Islam</strong></p>
<p>Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:</p>
<p>Pertama</p>
<p>pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.</p>
<p>Kedua</p>
<p>pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.</p>
<p>Ketiga</p>
<p>setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang <em>(spinal cord)</em>. Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: <em>“No feeling of pain at all!”</em> (tidak ada rasa sakit sama sekali!).</p>
<p>Keempat</p>
<p>karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan <em>healthy meat </em>(daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip <em>Good Manufacturing Practise </em>(GMP) yang menghasilkan <em>Healthy Food.</em></p>
<p><strong>Penyembelihan Cara Barat</strong></p>
<p>Pertama</p>
<p><a href="http://www.grandin.com/humane/captive.bolt.html" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-199" style="margin: 5px;" title="stunning_with_captive_bolt_gun" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/12/stunning_with_captive_bolt_gun.jpeg" alt="" width="139" height="165" /></a>segera setelah dilakukan proses <em>stunning </em>(pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan <em>collaps</em> (roboh).  Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses <em>stunning </em>(pemingsanan).</p>
<p>Kedua</p>
<p>segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).</p>
<p>Ketiga</p>
<p>grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.</p>
<p>Keempat</p>
<p>karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan <em>unhealthy meat </em>(daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.</p>
<p><strong>Bukan Ekspresi Rasa Sakit!</strong></p>
<p>Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!</p>
<p>Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa <em>pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit</em>. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi <em>‘keterkejutan otot dan saraf’</em> saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu!</p>
<p><em><br />
Disadur dan diringkas oleh Usman Effendi AS., dari makalah tulisan Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Sekretaris Eksekutif LP.POM-MUI Propinsi DIY dan Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta. </em></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.pkesinteraktif.com/content/view/2569/196/lang,id/" target="_blank">pkesinteraktif.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=185</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Karbitan</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=173</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=173#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 04:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dewi Utama Faizah
Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu&#8230;
Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahanyang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.. Kursus-kursus kilat untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/11/stress-kid.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-179" style="margin: 5px;" title="stress-kid" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/11/stress-kid-300x199.jpg" alt="" width="228" height="151" /></a><em>Oleh Dewi Utama Faizah</em></p>
<p><span>Anak-anak yang digegas<br />
Menjadi cepat mekar<br />
Cepat matang<br />
Cepat layu&#8230;</span></p>
<p><em>Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahanyang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua &#8230;<span> </span>Captive market! </em></p>
<p><span id="more-173"></span><span lang="IT">Kondisi di atas terlihat biasa saja bagi orang awam. </span><span>Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidak tahuannya! </span></p>
<h4><span>ANAK-ANAK YANG DIGEGAS&#8230; </span></h4>
<p><span>Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik di dalam dan di luar sekolah. </span></p>
<p><span>Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.</span></p>
<p><span>Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, di mana seorang Ibu yang bernama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun, Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun, Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 9 tahun, ia membaca enam buah buku dan koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun, dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 tahun, ia menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun kabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.</span></p>
<p><span>Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil, mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.</span></p>
<p><span>Selama berpuluh-puluh tahun, orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kognitif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu, banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan <em>&#8220;Early Childhood Training&#8221;</em>. Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super <em>(Superkids)</em>. Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang di mana-mana, di Indonesia. </span></p>
<h4><span>&#8220;EARLY RIPE, EARLY ROT&#8230;!&#8221;</span></h4>
<p><span>Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1990 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan ”peluang emas” bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak-kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula. </span></p>
<p><span>Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah <em>&#8220;Era Headstart&#8221;</em> merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.</span></p>
<p><span>Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal <em>&#8220;The Process of Education&#8221;</em> pada tahun 1990. Ia menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika . </span><em>&#8220;We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development&#8221;</em>.</p>
<p>Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang disalahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk. <em>(early ripe, early rot!</em>).</p>
<p>Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah, para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.</p>
<p>Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep <em>&#8220;kesiapan-readiness &#8220;</em> dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang <em>“biological limititations on learning”</em>. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apapun.</p>
<p>Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak-anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi <em>&#8220;miniature orang dewasa &#8220;</em>. Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain, media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata, media telah memekarkan bahasa, berpikir dan perilaku anak tumbuh kembang secara cepat.</p>
<p><span lang="FI">Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? </span>Apakah faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, cobalah perhatikan, khususnya saat perilaku anak menampilkan gaya <em>&#8220;kedewasaan &#8220;</em>, sementara perasaannya menangis berteriak sebagai <em>&#8220;anak&#8221;</em>.</p>
<p>Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang anak laki-laki <em>&#8220;Heintje&#8221;</em> di era tahun 70-an: I&#8217;m Nobody&#8217;S Child.</p>
<p>I&#8217;M NOBODY&#8217;S CHILD</p>
<p><em>I&#8217;m nobody&#8217;s child<br />
I&#8217;m nobody’s child<br />
Just like a flower<br />
I&#8217;m growing wild<br />
No mommies kisses and no daddy&#8217;s smile<br />
Nobody&#8217;s louch me I&#8217;m nobody&#8217;s child. </em></p>
<h4>DAMPAK BERIKUTNYA TERJADI KETIKA ANAK MEMASUKI USIA REMAJA</h4>
<p>Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia remaja. Mereka tidak segan segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidak patut. Patricia O&#8217;Brien menamakannya sebagai <em>&#8220;The Shrinking of Childhood&#8221;</em>. <em>“Lu belum tahu ya&#8230; bahwa gue telah melakukan segalanya”</em>, begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada teman-temannya. <em>&#8220;Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks&#8221;</em>, serunya bangga.</p>
<p>Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena <span style="text-decoration: underline;">ketika semua menjadi cepat mekar, kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan!</span> Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan untuk berkembang, sebuah proses dalam kehidupannya!</p>
<p>Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas yang berkarier di luar rumah tidak memiliki waktu banyak dengan anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih mengandalkan tenaga <em>&#8220;baby sitter&#8221;</em> sebagai pengasuh anak-anaknva. Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai <em>&#8220;Cinderella Syndrome&#8221;</em> yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi menghindari kehidupan nyata yang mereka jalani.</p>
<p>Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut berbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah. Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada <em>baby sitter</em> terhadap pengasuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Tidak jarang para <em>baby sitter</em> ini mengikuti pendidikan parenting di lembaga pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.</p>
<h4>ERA SUPERKIDS</h4>
<p>Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya <em>&#8220;be special&#8221;</em> daripada <em>&#8220;be average or normal&#8221;</em> sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi <em>&#8220;to excel to be the best&#8221;</em>. Sebetulnya tidak ada yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya maka lahirlah anak-anak super <em>&#8220;SUPERKIDS&#8221;</em>. <em>Cost</em> (biaya) merawat anak <em>superkids</em> ini sangat mahal.</p>
<p>Era <em>superkids</em> berorientasi kepada <em>&#8220;Competent Child&#8221;</em>. Orangtua saling berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya <em>&#8220;earlier is better&#8221;</em>. Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa <span style="text-decoration: underline;">jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah ketika anak anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan!</span></p>
<h4>BERBAGAI GAYA ORANGTUA</h4>
<p>Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua <em>(Parenting Style)</em> yang melakukan kesalahan <em>&#8220;miseducation&#8221;</em> terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:</p>
<p><strong><em>Gourmet Parents (Orang tua Borju) </em></strong></p>
<p>Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. <span style="text-decoration: underline;">Penuh dengan ambisi!</span> Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka <em>&#8220;superkids&#8221;</em> merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua. Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknya baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok orangtua <em>&#8220;gourmet &#8220;</em> atau kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.</p>
<p><strong><em>College Degree Parents (Orang tua Intelek) </em></strong></p>
<p>Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat majalah dinding dan kegiatan ekstra kurikular lainnya. Mereka percaya <span style="text-decoration: underline;">pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup</span>. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka &#8220;Superkids&#8221;, apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak-anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.</p>
<p><strong><em>Gold Medal Parents (Orang tua Mendali Emas) </em></strong></p>
<p>Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya <span style="text-decoration: underline;">menjadi kompetitor</span> dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi <em>&#8220;Seorang Bintang Sejati &#8220;</em>. Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi <em>&#8220;Sang Juara&#8221;</em>, mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik ketika anak-anak mereka masih berusia TK.</p>
<p>Sebagai ilustrasi,dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang, puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta. Anak-anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara anak kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar. Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.</p>
<p>Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok <em>gold medal parents</em> ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus &#8220;bintang cilik&#8221; Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka!</p>
<p>Pada tanggal 29 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik &#8220;Joshua&#8221; yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang <em>&#8220;superkid&#8221;</em> seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film.</p>
<p><strong><em>Do-it Yourself Parents (Orang tua Mandiri)</em></strong></p>
<p>Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara <span style="text-decoration: underline;">alami dan menyatu dengan semesta</span>. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu, kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya <em>&#8220;Superkids earlier is better&#8221;</em>.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.</p>
<p><strong><em>Outward Bound Parents (Orang tua Paranoid)</em></strong></p>
<p>Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, <span style="text-decoration: underline;">agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan</span>. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya <em>Do It Yourself Parents</em>, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep <em>&#8220;Superkids&#8221;</em>. Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya &#8220;Karate, Yudo, pencak Silat&#8221; sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi &#8220;steril&#8221; dengan lingkungannya.</p>
<p><strong><em>Prodigy Parents (Orang tua Instan)</em></strong></p>
<p>Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun tidak berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga <span style="text-decoration: underline;">memandang sekolah dengan sebelah mata</span>, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.</p>
<p>Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang <em>&#8220;Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca&#8221;</em> karangan Glenn Doman , atau <em>&#8220;Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika&#8221;</em> karangan Siegfried, <em>&#8220;Berikan Anakmu pemikiran Cemerlang&#8221;</em> karangan Therese Engelmann, dan <em>&#8220;Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 9 Hari&#8221;</em> karangan Sidney Ledson.</p>
<p><strong><em>Encounter Group Parents (Orang tua Pengerumpi)</em></strong></p>
<p>Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya.</p>
<p>Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagai perilaku <em>&#8220;gang ngrumpi&#8221;</em> yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan <span style="text-decoration: underline;">latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya</span>. Menjadikan anak-anak mereka sebagai <em>&#8220;Superkids&#8221;</em> juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.</p>
<p><strong><em>Milk and Cookies Parents (Orang tua Ideal)</em></strong></p>
<p>Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan.</p>
<p>Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan <em>&#8220;miseducation&#8221;</em> dalam merawat dan mengasuh anak-anaknya. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.</p>
<p>Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. <span>Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah. </span>Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar.</p>
<p>Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka begitu yakin bahwa <span style="text-decoration: underline;">anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya</span>. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya. Bagi mereka, setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik!</p>
<p><em>Kamu harus tahu bahwa tiada satu pun yang lebih tinggi, atau lebih kuat, atau lebih baik, atau pun lebih berharga dalam kehidupan nanti daripada kenangan indah; terutama kenangan manis di masa kanak-kanak. Kamu mendengar banyak hal tentang pendidikan, namun beberapa hal yang indah, kenangan berharga yang tersimpan sejak kecil adalah mungkin itu pendidikan yang terbaik. Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan terselamatkan. Bahkan apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersiampan dalam hati kita, maka itulah kenangan yang akan memberikan satu hari untuk keselamatan kita&#8221; (destoyevsky&#8217; s brothers karamoz) </em></p>
<h4>PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK</h4>
<p>Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah <em>&#8220;industri&#8221;</em> dengan tawaran-tawaran menarik yang <span style="text-decoration: underline;">mengabaikan kebutuhan anak</span>. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang menumpuk. Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai <em>&#8220;Operator kurikulum&#8221;</em> dan tidak punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator sekolah. Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi <em>&#8220;pengabar isi buku pelajaran&#8221;</em> ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu, sekolah akan menggunakan <em>&#8220;mesin-mesin dalam menskor&#8221;</em> capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau <span style="text-decoration: underline;">melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai anak</span>.</p>
<p>Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka <span style="text-decoration: underline;">bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata</span>. Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah? dengan tugas-tugas dan PR yang menumpuk.</p>
<p>Namun sekolah tidak mengerti bahwa <span style="text-decoration: underline;">anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya!</span> Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90 % kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telah melakukan <em>&#8220;pedagogy of the oppressed&#8221;</em> terhadap anak-anak didiknya. Di mana guru mengajar, anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran (Freire,1993) . Model pembelajaran <em>banking system</em> ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah.</p>
<h4>MENGKOMPETENSI ANAK MERUPAKAN &#8220;KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN&#8221;</h4>
<p><em>“Anak adalah anugrah Tuhan sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang bertanggungjawab”<br />
(Nature versus Nurture)</em></p>
<p>Bagaimana?</p>
<p>Karena ada dua pengertian kompetensi. Kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri.</p>
<p>Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun sesuai kehendak kita; sebagai komponen sentral dari konsep kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapat dibentuk melalui pembelajaran dini.<br />
Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut :</p>
<p><em>&#8220;Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring them up in, and I&#8217;ll guarantee you to take any one at random and train him to become any type of specialist I might select &#8212; doctor, lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his ancestors &#8221; </em></p>
<p>Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan <em>&#8220;intervensi dini&#8221;</em> setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada tahun 1979. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk mengukur <em>&#8220;Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)&#8221;</em> dalam mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times sebagai berikut : <em>&#8220;The improvement in those areas were not the result of any magic program or any singular teaching strategy, they were&#8230;. simply proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it has paid off in New Yersey&#8221;</em></p>
<p>Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. Semestinya kita dapat menyimpulkan bahwa <span style="text-decoration: underline;">pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan kompetensi-kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara kognitif</span>.</p>
<p>Oleh karena hingga hari ini, sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran. Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti emosi, sosial, kognitif fisik, dan moral belum dapat dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara <span style="text-decoration: underline;">pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan</span>. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja!. Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan <em>&#8220;curiosity&#8221;</em> inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita.</p>
<h4>AKADEMIK BUKANLAH KEBUTUHAN DARI SEBUAH PENDIDIKAN! &#8220;EMPTY SACKS WILL NEVER STAND UPRIGHT&#8221;(GEORGE ELIOT).</h4>
<p>Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati dan pisik anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari &#8220;karakter&#8221;. <span>Di mana mereka mendidik anak menjadi <em>&#8220;good and smart&#8221;</em> terang hati dan pikiran. </span></p>
<p>Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan <strong><em>&#8220;how learn to learn&#8221;</em></strong> pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.</p>
<p>Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya berjam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia. Thomas Edison mengatakan bahwa <em>&#8220;genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration &#8220;</em>.</p>
<p>Semangat belajar <em>&#8220;encourage&#8221;</em> tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkan hati, kesukaan dan kecintaan belajar. Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak. Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalah mengalirkan <em>&#8220;moral litermy&#8221;</em> melalui pendidikan karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. <em>Kecerdasan plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr )</em>. Inilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik.</p>
<h4>PENUTUP</h4>
<p>Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang terang hati dan terang pikiran <em>&#8220;good and smart&#8221;</em> merupakan tugas kita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya antara guru dan orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.</p>
<p>Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi <em>&#8220;SUPERKIDS&#8221;</em>. Inilah fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya era anak-anak karbitan! Lihatlah nanti ketika anak-anak karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan. []</p>
<p><span class="fullpost"><em>*) Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.</em></span></p>
<p><a href="http://www.ditplb.or.id/new/index.php?menu=profile&amp;pro=168" target="_blank">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=173</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda di Era Globalisasi</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=158</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=158#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 10:58:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[sumpah pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Joko: Ndro, tau gak loe tanggal 28 Oktober tuh diperingati sebagai hari apa?
Hendro: Mene ketehe’. Tergantung harinya lah, minggu ato senen. Emangnya tanggal segitu hari apa?
Joko: Wah parah loe…Tanggal 28 Oktober tuh Hari Sumpah Pemuda. Gitu aja kagak tau loe. You suck, man!
Hendro: Sumpe loe?!?
Joko: It’s not Sumpe Loe, but Sumpah Pemuda!
Terlepas dari benar-benar terjadi atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Klik untuk melihat isi sumpah pemuda" href="http://sumpahpemuda.org/" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-161" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/sumpah-pemoeda-300x238.jpg" alt="" width="191" height="151" /></a><strong>Joko</strong>: Ndro, tau gak loe tanggal 28 Oktober tuh diperingati sebagai hari apa?</p>
<p><strong>Hendro</strong>: <em>Mene ketehe’</em>. Tergantung harinya lah, minggu ato senen. Emangnya tanggal segitu hari apa?</p>
<p><strong>Joko</strong>: Wah parah loe…Tanggal 28 Oktober tuh Hari Sumpah Pemuda. Gitu aja kagak tau loe. <em>You suck, man</em>!</p>
<p><strong>Hendro</strong>: <em>Sumpe loe</em>?!?</p>
<p><strong>Joko</strong>: <em>It’s not</em> S<em>umpe Loe</em>, <em>but</em> Sumpah Pemuda!</p>
<p>Terlepas dari benar-benar terjadi atau tidaknya percakapan di atas, tapi itulah gambaran kasar percakapan generasi Milenium kita, meski nama mereka lebih mencerminkan nama-nama generasi X. Pertanyaannya memang bisa jadi, “Apakah Sumpah Pemuda masih relevan di era globalisasi sekarang ini?”. Saat ini bahasa Inggris sudah seperti <em>Bic Mac</em> dkk (<em>hamburger</em>) yang yang dulunya dianggap makanan mewah namun sekarang sudah hampir sekelas bakso urat. Atau malah lebih enak bakso urat ketimbang <em>burger-burger</em> bermacam nama yang bahkan sudah dijual di pinggir jalan itu. Begitu juga bahasa Inggris, meski masih mahal untuk ikut kursusnya, tapi kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi hal yang menakjubkan dibanding beberapa dekade ke belakang.</p>
<p><span id="more-158"></span>Lihat saja, lagu-lagu Indonesia sudah banyak yang berlirik bahasa Inggris, dialog-dialog di sinetron dan film memakai selipan bahasa Inggris, ngobrol dengan teman memakai bahasa Inggris, bahkan memesan kopi di angkringan Jogja pun sudah bisa memakai bahasa Inggris, “<em>Pak Jo, black coffee, please!</em>“. Memang bukan hal salah dan buruk bila bahasa Inggris merasuki kehidupan sehari-hari kita, justru itu membuatnya semakin berwarna. Tetapi penggunaannya juga harus disesuaikan dengan waktu, tempat, dan tujuan. Di kelas, memang tempatnya. Di kantor, urusan bisnis. Di kelompok belajar, untuk belajar.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan para pemuda jaman perjuangan dulu yang mengambil sumpahnya tanpa persetujuan kita yang semakin hari semakin tidak tahu (dan tidak mau memakai) bahasa Indonesia yang baik dan benar? Meski demikian, sumpah itu bukan tanpa tujuan. Mereka tentunya juga telah mengkalkulasi hal yang terjadi di masa ini. Justru karena itulah mereka bersumpah bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. Bahasa yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Bahasa yang bisa menunjukkan kebanggaan kita. Karena memang dari bahasa lah sebuah eksistensi sebuah bangsa dapat terlihat. Demikianlah sebuah sumpah tentang nasionalisme.</p>
<p>Di saat kita prihatin dengan bahasa Inggris yang sudah mulai menggeser posisi bahasa Indonesia, ada saja yang ikut memperparah keadaan. Ya, apalagi kalau bukan bahasa <em>gaul</em>? Bahasa yang entah datang dari mana ini menjadi suatu imej baru bagi mereka yang ingin dicap <em>gaul</em>. Sedangkan <em>gaul</em> sendiri entah apa artinya. Kata <em>secara</em> digunakan tidak pada tempatnya dengan sengaja, ’saya’ dirubah menjadi <em>akika</em> atau <em>eike</em>, belum lagi <em>mene ketehe’</em>, <em>bo’</em>, <em>sumpe lo</em>, dan istilah-istilah lain yang entah diciptakan siapa. Tapi memang harus diakui bahwa istilah-istilah <em>gaul</em> ini cukup ampuh sebagai <em>tagline</em> iklan-iklan komersil. Dan sebenarnya saya pun termasuk salah satu yang terjangkit <em>gaulisme</em> ini dengan ikut-ikutan memakai istilah yang hanya dimengerti sejumput orang tertentu, seperti <em>cenger</em> dan <em>ciplokanong</em>. Entah apa artinya.</p>
<p>Sekarang coba bayangkan bila dalam beberapa tahun ke depan semua orang berbicara dalam bahasa Inggris yang dicampur bahasa <em>gaul </em>dan bahasa Indonesia menjadi suatu hal yang langka di kalangan anak muda. Lantas di mana identitas sebagai bangsa Indonesia? Ingin seperti negara <em>Commonwealth,</em> tidak bisa karena tidak semua orang Indonesia bisa berbahasa Inggris. Mengaku sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat dan mempunyai rasa nasionalisme tinggi juga bukan, karena semakin sedikit orang yang bangga berbahasa Indonesia. Lalu apakah kita harus menjadi Negara Gaul?</p>
<p>Belajar bahasa Inggris itu baik. Kita tidak mau tertinggal di jaman yang semakin cepat ini kan? Kalau orang lain bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dan kita tidak mengerti, hal ini juga berarti kerugian kita tidak bisa menangkap informasi. Bahkan sekarang bukan hanya bahasa Inggris saja yang populer melainkan juga bahasa Perancis, Spanyol, Cina (Mandarin), Jepang, Korea, dan Arab. Sebagai sebuah bangsa yang ingin maju kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan. Namun bukan berarti kita meninggalkan identitas kita. Pelajarilah bahasa apapun. Belajarlah bahasa Inggris, Perancis, Cina dan sebagainya untuk kebaikan bangsa ini. Dengan mengerti bahasa asing diharapkan kita bisa menyerap ilmu-ilmu yang mereka miliki, lalu mengajarkan ilmu itu pada orang lain sehingga menjadi sebuah kebaikan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Kita belajar bahasa Inggris adalah untuk bisa membaca buku-buku dalam bahasa Inggris, berkomunikasi dengan orang yang berbahasa Inggris, menonton berita berbahasa Inggris, dan dan hal-hal lain yang bertujuan untuk membuat kita mampu menangkap informasi lebih. Kita belajar bahasa Inggris bukan untuk menjadi orang Inggris.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/11/16/sumpah-pemuda-di-era-globalisasi/" target="_blank">Ian</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=158</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lantaran Reruntuhan Wall Street Menimpa Main Street</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=136</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=136#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 01:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[crisis]]></category>

		<category><![CDATA[mortgage]]></category>

		<category><![CDATA[subprime]]></category>

		<category><![CDATA[wall street]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[(Krisis Kredit Perumahan / Subprime Mortgage di Amerika Serikat)
Oleh Dahlan Iskan
Seberapa besarkah krisis keuangan di Amerika itu sehingga negara tersebut sampai harus ”musyrik” dari agama kapitalisme dengan cara menyuntikkan dana negara USD 700 miliar? Bahkan sampai mau menelan ludah sendiri dengan cara melakukan ”nasionalisasi”?
Memang sangat serius. Apalagi kalau kita menyaksikan siaran televisi CNN, CNBC, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/stock.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-48" title="Stock Crash" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/stock.jpg" alt="" width="233" height="203" /></a>(Krisis Kredit Perumahan / <em>Subprime Mortgage </em>di Amerika Serikat)</p>
<p>Oleh Dahlan Iskan</p>
<p>Seberapa besarkah krisis keuangan di Amerika itu sehingga negara tersebut sampai harus ”musyrik” dari agama kapitalisme dengan cara menyuntikkan dana negara USD 700 miliar? Bahkan sampai mau menelan ludah sendiri dengan cara melakukan ”nasionalisasi”?</p>
<p>Memang sangat serius. Apalagi kalau kita menyaksikan siaran televisi CNN, CNBC, atau Bloomberg. Kalutnya bukan main. Bahkan belum diketahui pasti besarnya kerugian yang harus dihadapi. Ada pengamat yang sampai mengistilahkan bahwa AS seperti sedang menghadapi perjudian sebesar USD 60 triliun. Tentu ada juga yang hanya menghitung semua kehebohan itu menyangkut USD 5 triliun. Pokoknya sangat besar, untuk ukuran AS sekalipun.</p>
<p><span id="more-136"></span>Tapi, jangan juga dibayangkan bahwa ekonomi negara itu segera ambruk. Nilai USD 700 miliar yang akan disuntikkan tersebut memang hampir sama dengan GNP seluruh penduduk dan negara Indonesia, tapi baru hampir sama dengan anggaran pertahanan negara itu. Atau baru sama dengan tiga tahun biaya perangnya di Iraq. Atau hanya kurang 5 persen dari GNP negara tersebut.</p>
<p>Bahwa ketika pemerintah George Bush mengajukan permintaan anggaran USD 700 miliar tersebut heboh, yang utama bukan karena besarnya. Meski sama dengan GNP seluruh negara di Benua Afrika, nilai itu hanya sama dengan kekayaan 12 orang seperti Bill Gates. Atau sama dengan kekayaan lima perusahaan minyak di sana. Karena itu, ketika mengajukan permintaan tersebut ke DPR, Menteri Keuangan Henry Paulson hanya menyerahkan proposal tiga halaman.</p>
<p>Yang lebih dihebohkan adalah karena itu menyangkut rasa keadilan masyarakat dan melanggar doktrin kapitalisme dengan pasar bebasnya. ”Sekali lagi, orang miskin harus membantu orang kaya,” kata umumnya opini di sana.</p>
<p>Atau sindiran seperti ini: Definisi kapitalisme dan pasar bebas harus diubah menjadi ”boleh mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan cara apa pun dan kalau terperosok ke jurang, pemerintah harus menolong”. Atau: Solusi yang terbaik adalah biarkan mereka bangkrut.</p>
<p>Kebetulan, pemilu sudah dekat. Pemilu presiden maupun pemilu anggota DPR. Karena itu, sikap para anggota DPR menjadi sangat aneh. Secara ilmiah, mereka harus menyetujui permintaan bailout USD 700 miliar itu. Tapi, mereka takut pada kemarahan rakyat atas perilaku para pengusaha keuangan yang mereka sebut begitu rakus (lihat tulisan saya Kalau Langit Dianggap Kurang Tinggi di harian ini edisi 28 September 2008).</p>
<p>Karena itu, sikap umumnya anggota DPR adalah ini: Permintaan bailout tersebut harus kita setujui, tapi jangan saya yang harus ikut menyetujui.</p>
<p>Umumnya mereka tahu akibat buruk kalau DPR tidak menyetujui permintaan presiden itu. Tapi, mereka lebih takut kalau tidak terpilih. Sebab, pemungutan suara dilakukan secara terbuka. Rakyat bisa tahu siapa setuju siapa menolak.</p>
<p>Karena itulah, dalam pemungutan suara pada Senin pekan lalu, permintaan bailout tersebut tidak disetujui DPR dengan suara cukup telak (228 lawan 205). Bahkan, yang terbanyak menolak justru dari partai presiden sendiri.</p>
<p>Lalu, terjadilah sejarah itu: begitu DPR menolak, harga saham terjun bebas. Nilai penurunan tersebut mencapai USD 3,4 triliun. Dunia heboh. Lembaga keuangan panik. Wall Street (pasar modal yang terletak di Jalan Wall Street New York) berjatuhan. Reruntuhannya menimpa main street.</p>
<p>Penolakan DPR untuk menolong orang-orang di Wall Street ternyata berimbas langsung kepada masyarakat umum. Para pengusaha kecil yang semula merasa tidak adil kalau pemerintah menolong perusahaan raksasa kemudian ikut kelimpungan: bank tidak bisa memberi mereka kredit. Banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja atau tutup. Kelas pegawai ternyata juga ikut susah.</p>
<p>Maka, opini langsung berubah. Yang menolak bailout dituding sebagai penyebab keruntuhan ekonomi secara lebih luas. Mereka menjadi sasaran kemarahan baru. Para anggota DPR pun setuju untuk bertemu lagi lima hari kemudian. Bahkan bisa lebih cepat kalau saja tidak terhalang tahun baru Yahudi yang merupakan hari libur di AS.</p>
<p>Suasananya mendadak berbalik. Banyak yang menyesal telah menolak bailout itu. Rencana menghemat USD 700 miliar ternyata justru menimbulkan kerugian USD 3,4 triliun dalam satu hari itu saja. Itu baru kerugian langsung. Kerugian akibat dampak berikutnya pasti lebih besar.</p>
<p>Inilah contoh konkret negara yang demokrasinya telah dewasa. Kesalahan bisa segera diperbaiki hanya dalam waktu lima hari. Kepentingan politik memang ada, tapi akal sehat tetap lebih utama.</p>
<p>Dari kejadian itu, saya semakin menghargai keputusan yang pernah diambil Presiden B.J. Habibie dan Presiden Megawati yang dengan cepat menyelesaikan utang-utang para konglomerat dulu itu. Tapi, karena suasana politik waktu itu lagi ”kalut”, keduanya jadi bulan-bulanan.</p>
<p>Saya juga paham dan menghargai jalan pikiran seperti yang dianut Kwik Kian Gie atau umumnya ekonom kerakyatan. Memang sangat tidak adil negara mengeluarkan uang yang begitu besar untuk menolong para konglomerat. Bukankah itu kesalahan mereka sendiri? Mengapa uang rakyat yang dipakai menolong mereka? Apalagi nilainya bukan sekadar 5 persen dari GNP seperti di AS sekarang, melainkan praktis 100 persen dari GNP Indonesia (saat itu).</p>
<p>Bahkan, transparansinya memang patut dipersoalkan karena di masing-masing perusahaan Indonesia yang di-bailout itu umumnya mayoritas sahamnya masih dipegang satu keluarga. Kenyataannya kemudian, dengan berbagai cara, para pemilik itu sendiri yang membeli kembali dengan harga banting-bantingan.</p>
<p>Tapi, kejadian di AS tersebut tetap benar-benar menjadi bukti bahwa kalau utang-utang mereka tidak diselesaikan, ekonomi tidak bisa bergerak (bahkan merosot). Akibatnya, kerugian seluruh bangsa akan jauh lebih besar dari nilai uang yang dipakai menolong mereka. Nasib orang kaya, rupanya, memang lebih mujur. Jatuh pun diselamatkan kasur dan permadani. Sangat pantas kalau rakyat umumnya sangat marah.</p>
<p>Dalam kasus AS, akal sehat segera mencuat. Sambil marah, tetap saja bailout USD 700 miliar harus disetujui. Akhirnya, lima hari kemudian, DPR menyetujui permintaan bailout itu. Memang masih ada 171 orang yang menolak, tapi yang setuju menjadi 263 orang.</p>
<p>Meski DPR sudah menyetujui jalan keluar tersebut, tidak berarti ekonomi AS segera pulih. Banyak analis memperkirakan krisis itu masih akan berlangsung selama enam atau tujuh bulan lagi. Masih harus lama mencari titik keseimbangan baru.</p>
<p>Apalagi kalau benar bahwa bisa saja krisis keuangan tersebut menyangkut uang sampai USD 60 triliun, sebagaimana ditulis majalah Fortune terbaru. Berarti jauh lebih besar dari perkiraan semula yang hanya menyangkut USD 5 triliun. Apalagi, pemerintah AS sedang dalam masa transisi. Pemerintah Bush sudah tidak punya waktu lagi, sementara pemerintah baru belum akan efektif sampai empat bulan lagi.</p>
<p>Belum lagi bailout yang USD 700 miliar itu tidak bisa cair begitu saja. DPR menambahkan banyak persyaratan. Termasuk prosesnya yang harus transparan. Bahkan, mulai dipertanyakan berapa banyak konsultan yang akan dipekerjakan dan berapa gaji mereka. Itu mengingatkan kita bahwa untuk BPPN saja, kita menggunakan ratusan konsultan asing dengan total gaji ratusan miliar rupiah.</p>
<p>Bisa selesai dalam enam atau tujuh bulan? Kok begitu cepat?</p>
<p>Enam atau tujuh bulan itu adalah masa untuk mencapai titik keseimbangan baru. Tentu posisi keseimbangan baru tersebut jauh lebih rendah daripada posisi saat ini. Untuk bisa benar-benar pulih seperti sekarang, para analis sepakat diperlukan waktu lima sampai enam tahun. Berarti, siapa pun presiden baru yang terpilih bulan depan berada dalam posisi yang berat.</p>
<p>Tapi, tetap saja masa enam-tujuh bulan tersebut sangat cepat. Itulah kalau sebuah negara demokrasinya sudah dewasa. Persoalan tersebut bisa cepat diselesaikan justru sebelum merembet ke bidang lain. Kita pun, kalau bisa konsisten menjaga demokrasi ini, kelak akan sampai ke sana juga. Mungkin 16 tahun lagi.</p>
<p>Benarkah krisis yang begitu hebat akan selesai dalam tujuh bulan?</p>
<p>Cepat atau lambat, itu relatif. Kita bisa bilang ”kok cepat” karena kita punya pengalaman buruk. Untuk pulih dari krisis 1997, kita perlu waktu tujuh tahun menormalkannya. Krisis moneter kita sempat ditunggangi oleh kerusuhan rasial dan krisis politik yang mbulet.</p>
<p>Kerumitan itulah yang tidak sampai menyertai krisis moneter di AS sekarang ini. Paling-paling mereka hanya akan memperbarui banyak peraturan di bidang keuangan agar lebih ketat. Misalnya, subprime mortgage akan dilarang. Demikian pula short selling di pasar modal.</p>
<p>Tapi, dalam waktu kurang dari 10 tahun ke depan, lubang-lubang peraturan baru itu pun sudah bisa ditemukan. Kapitalisme akan mendorong pelaku bisnis untuk terus berkelit. Kalau kena jalan buntu, jalan lingkar harus ditemukan. Tidak bisa menemukan jalan lingkar, bikin jalan baru. Tidak bisa bikin, beli! Tidak bisa beli, lakukan hostile! Kalau hostile pun tidak bisa, bikin saja jalan di angan-angan. Laksanakan di kertas atau di layar komputer. Malah tidak perlu aspal, batu, dan kontraktor.</p>
<p>Lalu, jual!</p>
<p>Kalau pembeli bertanya seberapa lebar dan di mana jalan itu, buka saja laptop! Bikin animasi yang bisa menggambarkan jalan itu lengkap dengan mobil yang lalu-lalang, tiang-tiang listrik dan gedung-gedung pencakar langit di kanan kirinya. Karena jalan jenis ini tidak perlu tanah, bikinlah banyak-banyak! Sebanyak yang ada di pikiran. Peraturan yang kian hebat membuat pebisnis kian lihai. Sampai kelak, 20 tahun yang akan datang terjadi lagi krisis yang baru.</p>
<p>Berapa banyakkah uang Indonesia yang terancam lenyap dari krisis di Amerika? Sejauh ini baru Bank BNI yang mengumumkan kemungkinan hilangnya uang yang ditempatkan di Lehman Brothers sebesar USD 7,8 juta (sekitar Rp 72 miliar).</p>
<p>Perkiraan saya total sekitar Rp 10 triliun. Di antara jumlah itu, Surabaya saya kira menyumbang sekitar Rp 1 triliun, melibatkan 100-an orang kaya. Dari Jakarta sekitar Rp 8 triliun melibatkan 1.000-an orang atau lembaga. Yang Rp 1 triliun lagi dari berbagai kota. Mudah-mudahan perkiraan saya terlalu besar. (*)</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=27566" target="_blank">JawaPos</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=136</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau Langit Masih Kurang Tinggi</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=130</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=130#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 00:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[krisis]]></category>

		<category><![CDATA[mortgage]]></category>

		<category><![CDATA[subprime]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[(Krisis Kredit Perumahan / Subprime Mortgage di Amerika Serikat)
Oleh: Dahlan Iskan
Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya ”menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:
Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/house-for-sale.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-138" title="house-for-sale" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/house-for-sale-232x300.jpg" alt="" width="172" height="223" /></a>(Krisis Kredit Perumahan / <em>Subprime Mortgage </em>di Amerika Serikat)</p>
<p>Oleh: Dahlan Iskan</p>
<p>Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya ”menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:<br />
Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.</p>
<p>Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.</p>
<p><span id="more-130"></span>Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.</p>
<p>Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.</p>
<p>Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.</p>
<p>Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.</p>
<p>Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?</p>
<p>Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?</p>
<p>Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.</p>
<p>Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.</p>
<p>Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.</p>
<p>Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.</p>
<p>Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!</p>
<p>Sudah lebih dari 60 tahun cara ”membesarkan” perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.</p>
<p>Tapi, itu belum cukup.</p>
<p>Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!</p>
<p>Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.</p>
<p>Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.</p>
<p>Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?</p>
<p>Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?</p>
<p>Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ”Deregulasi Kontrol Moneter”. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.</p>
<p>Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.</p>
<p>Begini ceritanya:</p>
<p>Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).</p>
<p>Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.</p>
<p>Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.</p>
<p>Dengan keluarnya ”jalan baru” pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.</p>
<p>Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ”jalan baru” yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.</p>
<p>Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.</p>
<p>Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.</p>
<p>Kata ”mortgage” berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.</p>
<p>Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.</p>
<p>Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?</p>
<p>Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ”para pelaku bisnis keuangan” sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.</p>
<p>Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.</p>
<p>Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage-kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.</p>
<p>Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.</p>
<p>Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.</p>
<p>Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ”bank jenis lain” yang disebut investment banking.</p>
<p>Apakah investment banking itu bank?</p>
<p>Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ”hanya mirip” bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ”deposito” dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.</p>
<p>Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ”personal banking”.</p>
<p>Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.</p>
<p>Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.</p>
<p>Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.</p>
<p>Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.</p>
<p>Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.</p>
<p>Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.</p>
<p>Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.</p>
<p>Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.</p>
<p>Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?</p>
<p>Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.</p>
<p>Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ”menabung”-kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.</p>
<p>Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.</p>
<p>Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=26641" target="_blank">JawaPost</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=130</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal, Hasil Pribumisasi Tradisi Ajaran Islam</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=121</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=121#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 01:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[halal]]></category>

		<category><![CDATA[halal bihalal]]></category>

		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah  acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Dalam konteks  sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi  umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan  dilandasi iman.
Menurut Dr. Quraish Shihab,  halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata  bahasa Arab &#8216;halal&#8217; yang diapit dengan satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/halalbihalal.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="halalbihalal" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/halalbihalal.jpg" alt="" width="200" height="133" /></a>Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah  acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Dalam konteks  sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi  umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan  dilandasi iman.</p>
<p>Menurut Dr. Quraish Shihab,  halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata  bahasa Arab &#8216;halal&#8217; yang diapit dengan satu  kata penghubung &#8216;ba&#8217; (dibaca: bi) (Shihab,  1992: 317). Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab,  namun masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti  halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa  Melayu. Halal-bihalal, tidak lain, adalah hasil  pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia  Tenggara.</p>
<p><span id="more-121"></span>Kata &#8216;halal&#8217; memiliki dua  makna. Pertama, memiliki arti &#8216;diperkenankan&#8217;.  Dalam pengertian pertama ini, kata &#8216;halal&#8217;  adalah lawan dari kata &#8216;haram&#8217;. Kedua, berarti  &#8216;baik&#8217;. Dalam pengertian kedua, kata  &#8216;halal&#8217; terkait dengan status kelayakan sebuah  makanan. Dalam pengertian terakhir selalu dikaitkan  dengan kata thayyib (baik). Akan tetapi, tidak semua  yang halal selalu berarti baik. Jadi, dalam hal ini,  ukuran halal yang patut dijadikan pedoman, selain makna  &#8216;diperkenankan&#8217;, adalah yang baik dan yang  menyenangkan.</p>
<p>Sebagai sebuah tradisi khas  masyarakat Melayu, halal-bihalal memiliki landasan  teologis, yakni dalam Al Qur&#8217;an, (Ali &#8216;Imron:  134-135) diperintahkan, bagi seorang Muslim yang  bertakwa bila melakukan kesalahan, paling tidak harus  menyadari perbuatannya lalu memohon ampun atas  kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya  lagi, mampu menahan amarah dan memaafkan dan berbuat  kebajikan terhadap orang lain.</p>
<p>Dari ayat  ini, selain berisi ajakan untuk saling maaf-memaafkan,  halal-bihalal juga dapat diartikan sebagai hubungan  antar manusia untuk saling berinteraksi melalui  aktivitas yang tidak dilarang serta mengandung sesuatu  yang baik dan menyenangkan. Atau bisa dikatakan, bahwa  setiap orang dituntut untuk tidak melakukan sesuatu apa  pun kecuali yang baik dan menyenangkan. Lebih luas  lagi, berhalal-bihalal, semestinya tidak semata-mata  dengan memaafkan yang biasanya hanya melalui lisan atau  kartu ucapan selamat, tetapi harus diikuti perbuatan  yang baik dan menyenangkan bagi orang lain.</p>
<p>Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas rumpun  bangsa tersebut merefleksikan bahwa Islam di  negara-negara tersebut sejak awal adalah agama toleran,  yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua  agama. Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling  memusuhi dan mencurigai, tetapi hanyalah sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan.  Ini sesuai dengan Firman Allah, <em>&#8220;Dan bagi  tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia  menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu  (dalam) berbuat kebaikan&#8221;. (Q.S. 2:148).</em> Titik  tekan ayat di atas adalah pada berbuat kebaikan dan  perilaku berorientasi nilai. Berangkat dari makna  halal-bihalal seperti tersebut di atas, pesan universal  Islam untuk selalu berbuat baik, memaafkan orang lain  dan saling berbagi kasih sayang hendaknya tetap menjadi  warna masyarakat Muslim Indonesia dan di negara-negara  rumpun Melayu lainnya.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.beritanet.com/Life-Style/Motivational/Halal-Bihalal-Pribumisasi-Tradisi-Ajaran-Islam-.html" target="_blank">BeritaNet.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=121</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketupat Lebaran Penuh Makna</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=111</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=111#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 01:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[fitri]]></category>

		<category><![CDATA[idul]]></category>

		<category><![CDATA[ketupat]]></category>

		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[
Ketupat selalu identik dengan yang namanya Lebaran. Tetapi sebenarnya apa sih yang membuat Ketupat menjadi tradisi yang selalu ada waktu Lebaran?
Filosofi Ketupat
Pertanyaan yang ada sekarang, kenapa menggunakan Ketupat? Bagi masyarakat Jawa, Ketupat memiliki arti tersendiri, selain dari nama dan bentuk, proses pembuatan Ketupat sendiri memiliki makna dan arti dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Kita mulai dari nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/ketupat.jpg"><img class="size-medium wp-image-114 alignleft" title="ketupat" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/ketupat-222x300.jpg" alt="ketupat" width="175" height="236" /></a></p>
<p>Ketupat selalu identik dengan yang namanya Lebaran. Tetapi sebenarnya apa sih yang membuat Ketupat menjadi tradisi yang selalu ada waktu Lebaran?</p>
<p><strong>Filosofi Ketupat</strong></p>
<p>Pertanyaan yang ada sekarang, kenapa menggunakan Ketupat? Bagi masyarakat Jawa, Ketupat memiliki arti tersendiri, selain dari nama dan bentuk, proses pembuatan Ketupat sendiri memiliki makna dan arti dalam kehidupan masyarakat Jawa.</p>
<p><strong>Kita mulai dari nama yuk&#8230;</strong></p>
<p>Ketupat dalam bahasa jawa biasa disebut kupat, dalam salah satu website, disebutkan bahwa adanya tradisi makan Ketupat di luar (setelah) hari Lebaran, yang biasanya dinamakan dengan hari Raya Ketupat, disebut sebagai tradisi Kupat Luar. Kupat ini berasal dari kata Pat atau Lepat (kesalahan) dan &#8220;Luar&#8221; yang berarti di luar, atau terbebas atau terlepas, dengan harapan bahwa orang yang memakan Ketupat akan kembali diingatkan bahwa mereka sudah terlepas dan terbebas dari kesalahan, sehingga masyarakat diharapkan akan saling memaafkan dan saling melebur dosa dengan simbolisasi tradisi kupat luar.</p>
<p><span id="more-111"></span>Di salah satu sumber lain, Ketupat berasal dari kerotoboso (atau bahasa singkatan) dari kata Ngaku Lepat yang berarti mengakui kesalahan. Tradisi Ketupat diharapkan akan membuat kita mau mengakui kesalahan kita sehingga membantu kita untuk memaafkan kesalahan orang lain juga. Sehingga, dosa yang ada akan saling terlebur.</p>
<p><strong>Kita ngomongin bentuknya yuk&#8230;</strong></p>
<p>Pada umumnya, dikenal dua bentuk Ketupat, dan bentuk yang paling sering dikenal adalah bentuk Ketupat yang seperti pelajaran di SD dulu yaitu belah ketupat! Bentuk persegi seperti ini dapat diartikan di masyarakat Jawa sebagai perwujudan dari kiblat papat lima pancer, dengan berbagi penjelasan dan berbagai cara memandang. Ada yang memaknai kiblat papat lima pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat. Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer: Tuhan yang Maha Esa.</p>
<p>Kiblat papat lima pancer ini dapat juga diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa: amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah. Amarah adalah nafsu emosional, aluamah adalah nafsu untuk memuaskan rasa lapar, supiah adalah nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus, dan mutmainah adalah nafsu untuk memaksa diri. Keempat nafsu ini adalah empat hal yang kita taklukkan selama berpuasa, jadi dengan memakan Ketupat, disimbolkan bahwa kita sudah mampu melawan dan menaklukkan hal ini.</p>
<p><strong>Kita bicarakan bahan pembuatnya yuk&#8230;</strong></p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/makanketupat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-127" title="makanketupat" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/10/makanketupat-300x123.jpg" alt="" width="300" height="123" /></a>Ketupat merupakan makanan dengan isi beras, berselongsong janur atau daun kelapa yang berwarna agak kekuningan. Salah satu cara mematangkan Ketupat adalah dengan merebusnya dalam santan, atau, jika Ketupat direbus dalam air biasa, akan dihidangkan bersama makanan bersantan</p>
<p>1. Janur kuning.</p>
<p>Janur kuning ini adalah lambang penolakan bala. Di Kraton Surakarta, ada salah satu aksesoris wajib yang harus dikenakan, dan berbentuk kain panjang berwarna kuning. Kain ini disebut samir. Samir ini merupakan penolak bala, nah, Janur kuning adalah simbol dari samir tersebut.</p>
<p>2. Beras.</p>
<p>Sebagai simbol kemakmuran, beras dianggap sebagai doa agar kita semua diberi kelimpahan kemakmuran setelah hari raya.</p>
<p>3. Santan.</p>
<p>Santan, atau dalam bahasa jawa santen, berima dengan kata ngapunten yang berarti memohon maaf. Salah satu pantun yang terkenal yang menyebut keberadaan Ketupat dan santan adalah:</p>
<p><em>Mangan kupat nganggo santen.</em></p>
<p><em>Menawi lepat, nyuwun pangapunten.</em></p>
<p><em>(Makan Ketupat pakai santan.</em></p>
<p><em>Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)</em></p>
<p><strong>Kita bicarakan tradisi pembuatannya yuk&#8230;</strong></p>
<p>Ketupat dimulai dengan pembuatan selongsongnya. Selongsong ini dibuat biasanya mendekati lebaran, dan dibuat beramai-ramai, biasanya oleh para wanita dengan jari-jari yang terampil dan cekatan. Pembuatan yang beramai-ramai ini memeriahkan datangnya lebaran, dan menunjukkan keakraban di antara penduduk pada saat itu. Hal inilah yang membuat keberadaan Ketupat, selain sebagai makanan khas, juga sebagai pengikat antar penduduk karena adanya interaksi sosial antar penduduk yang ada.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.kapanlagi.com/a/0000005794.html" target="_blank">KapanLagi.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=111</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lentera Jiwa</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=101</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=101#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 22:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[kick andy]]></category>

		<category><![CDATA[lentera jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Kick Andy
Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/09/kick-andy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-102" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="kick-andy" src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/09/kick-andy.jpg" alt="" width="170" height="214" /></a><em>Oleh Kick Andy</em></p>
<p>Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.</p>
<p>Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.</p>
<p><span id="more-101"></span>Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. ‘’Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.’’</p>
<p>Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul <a href="http://agul.net/index.php?option=com_docman&amp;task=cat_view&amp;gid=35&amp;Itemid=36" target="_blank">Who Move My Cheese</a>. Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.</p>
<p>Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya ‘dipindahkan’ oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.</p>
<p>Pesan moral buku sederhana itu jelas: <em>jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu</em>.</p>
<p>Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ‘keju’ itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti ‘lentera jiwa’ saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.</p>
<p>Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ‘Lentera Jiwa’ yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.<br />
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa ‘lentera jiwanya’ ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.</p>
<p>Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang &#8212; dan membuat mereka tidak bahagia &#8212; adalah karena mengikuti keinginan orangtua.</p>
<p>Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. ‘’Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,’’ ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.</p>
<p>Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.<br />
Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.</p>
<p>Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.</p>
<p>Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. ‘’Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,’’ ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ‘’Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,’’ katanya.</p>
<p>Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.kickandy.com/?ar_id=MTEzOA==&amp;screen=6">kickandy.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=101</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis itu permainan, bukan Ilmu Pengetahuan</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=95</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: &#8220;belajar!&#8221;. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.
Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Uang Bisnis" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/09/money-hand.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/09/money-hand.jpg" alt="Uang Bisnis" align="left" /></a>Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: &#8220;belajar!&#8221;. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.</p>
<p>Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.</p>
<p>Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.</p>
<p>Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: <em>&#8220;Leaders are made, not born&#8221;.</em></p>
<p><span id="more-95"></span>Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi &#8220;ilmu bisnis&#8221;, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan <em>(leadership)</em>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.</p>
<p>Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses — lebih spesifiknya pebisnis sukses — harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?</p>
<p>Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.</p>
<p>Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?</p>
<p>Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.</p>
<p>Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.</p>
<p>Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.</p>
<p>Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.</p>
<p>Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh<br />
untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.</p>
<p>Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.</p>
<p>Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.</p>
<p>Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel. Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.</p>
<p>Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.</p>
<p>Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar &#8220;keras&#8221; seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.</p>
<p>&#8220;Kesia-siaan&#8221; mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan &#8220;Marketing Mix&#8221; 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.</p>
<p>Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat &#8220;ulah&#8221; para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P.</p>
<p>Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?</p>
<p>Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam &#8220;arus ilmu pengetahuan&#8221; yang dibuat oleh mereka yang &#8220;pakar ilmu pengetahuan&#8221;, sehingga kita tidak sempat lagi <strong>berinovasi</strong> yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus &#8220;dipaksa&#8221; mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.</p>
<p>Pertanyaannya: &#8220;Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?&#8221;</p>
<p>Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya <em>&#8220;The Art Of The Leader&#8221; : &#8220;Success is acquired by playing<br />
hard, not by working hard..&#8221;</em>.</p>
<p>Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main.</p>
<p>Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.</p>
<p>Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang <strong>mencoba </strong>menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.</p>
<p>Oleh: <a href="http://rusmanhakim.com/" target="_blank">Rusman Hakim<br />
</a>Pengamat Kewirausahaan</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://blog.duaon.com/2008/05/28/bisnis-itu-permainan-bukan-ilmu-pengetahuan/" target="_blank">duaon</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=95</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Puasa Bagi Kesehatan</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=91</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=91#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 03:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Jika berpuasa dilakukan secara benar, ternyata berbagai jenis penyakit dapat dikendalikan. Misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.
Puasa akan mengaktifkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Puasa" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/puasa1.gif"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/puasa1.gif" alt="Puasa" align="left" /></a>Jika berpuasa dilakukan secara benar, ternyata berbagai jenis penyakit dapat dikendalikan. Misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.</p>
<p>Puasa akan mengaktifkan system pengendalian kadar gula darah. Apabila kadar gula darah turun, maka cadangan gula dalam bentuk glicogen yang ada di hati mulai digunakan. Penderita yang menderita penyakit hati yang berat, seperti sirosis hati sangat tidak dianjurkan. Karena beresiko penurunan gula darah, akibatnya cadangan glikogen hati sangat berkurang. Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang gemuk, dengan cara tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur. Kadar lemak darah, kolesterol dan trigliserida bisa berkurang karena tingkat konsumsi makanan gorengan dan bersantan berkurang.</p>
<p><span id="more-91"></span>Bagi yang hipertensi, tekanan darah dapat turun, jika selama berbuka hingga sahur tidak makan makanan yang asin-asin dan tidak lupa minum obat hipertensi pada waktu sahur. Pada penderita diabetes ( terutama yang gemuk ) dengan berpuasa gula darah lebih terkontrol. Tidak semua penderita diabetes mellitus atau kencing manis aman untuk menjalankan puasa. Yang aman adalah penderita diabetes yang kadar gulanya kurang dari 200 mg/dl, dan mendapat pengobatan bentuk tablet yang diminum. Jika mendapat suntikan insulin, dosis harus kurang dari 40 unit/hari dengan 1 x suntikan per hari.</p>
<p>Para penderita sakit maag atau gastritis yang ringan boleh puasa, kadang-kadang keluahannya berkurang. Bila berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum berpuasa.</p>
<p>Sebaiknya kurangi kegiatan-kegiatan yang kurang perlu. Waktu tidur malam jangan dikurangi. Usahakan untuk bisa tidur setelah makan sahur, walaupun hanya sebenar sangat membantu usahakan tetap olahraga agar peredaran darah tetap lancar dan kebugaran tubuh terjaga. Lakukan olah raga ringan seperti jalan kaki, naik sepeda, dan lain-lain. Jangan sampai mengeluarkan keringat terlalu banyak. Waktu olahraga yang baik adalah menjelang buka puasa.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><span>Cara makan yang benar</span></strong></p>
<ol>
<li>Makanlah secara teratur untuk buka puasa dan sahur dengan menu seimbang. Cukup serat dari sayuran untuk memperlancar buang air besar.</li>
<li>Minumlah air putih sebanyak 7 - 8 gelas sehari. 3 gelas waktu sahur dan 5 gelas waktu buka puasa.</li>
<li>Makanan lengkap : nasi / pengganti nasi, ayam/daging/ikan, tahu/tempe, sayuran dan buah.</li>
<li>Setelah tarawih makanlah camilan roti atau buah</li>
<li>Hidangan sahur seperti buka puasa namun porsinya dikecilkan</li>
<li>Minumlah susu saat habis sahur</li>
</ol>
<p><strong></strong></p>
<p><strong><span>Kiat perawatan mulut selama puasa</span></strong></p>
<ol>
<li>Sikat gigi sebaik-baiknya pada saat setelah sahur dan buka puasa. Dengan tujuan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang potensial menimbulkan bau mulut pada saat berpuasa.</li>
<li>Sikat lidah. Di atas lidah terdapat bakteri-bakteri dan sisa-sisa makanan yang potensial menyebabkan bau mulut. Jangan lupa menyikat lidah bagian atas dan belakang lidah</li>
<li>Kumur dengan larutan garam. Larutan ini berguna untuk menjaga keasaman mulut menjadi tidak kondusif untuk perkembangan bakteri. Ambil segelas air hangat, tambahkan sesendok the garam. Aduk rata kemudian kumur dengan larutan ini.</li>
<li>Pilih sayur dan buah sewaktu berbuka dan makan sahur. Utamakan untuk makan sayur dan buah waktu berbuka, jangan terlalu banyak mengkonsusi makanan manis.</li>
<li>Minumlah 2 liter sehari.</li>
</ol>
<p>Mudah-mudahan artikel ini sangat bermanfaat bagi teman-teman yang akan menjalani ibadah puasa. Biarlah ibadah puasa yang akan dijalani ini menambah sehat dan semangat bagi kita semua.<br />
&#8220;Selamat menjalani ibadah puasa, tetap sehat dan bersemangat serta sukses selalu !&#8221;</p>
<p><em>Dipetik dari &#8220;Senior&#8221; oleh Ketty Sunarto / Medical - Promotive &amp; Preventive</em></p>
<p><em>Sumber: <a href="http://irmu.blogwae.com/2006/09/21/manfaat-puasa-bagi-kesehatan" target="_blank">Irsal Murad</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=91</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta Seputar Proklamasi</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=83</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=83#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 21:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[merdeka]]></category>

		<category><![CDATA[proklamasi]]></category>

		<category><![CDATA[soekarno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Proklamasi" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/proklamasi.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/proklamasi.thumbnail.jpg" alt="Proklamasi" width="212" height="141" align="left" /></a>Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala <em>malaria tertiana</em>. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah <em>Laksamana Maeda</em>.       <em>Pating greges</em>, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr. Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri <em>chinineurethan intramusculair</em> dan menenggak pil <em>brom chinine</em>. Lalu ia tidur lagi.</p>
<p>Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.</p>
<p><span id="more-83"></span><a title="Soekarno" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/soekarno.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/soekarno.jpg" alt="Soekarno" width="130" height="156" align="left" /></a>&#8220;Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!&#8221;, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…</p>
<p>Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nantikan selama lebih dari tiga ratus tahun!</p>
<p><a title="Bendera" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/bendera.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/bendera.jpg" alt="Bendera" align="left" /></a>Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!</p>
<p>Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar <em>orang Indonesia asli</em>. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. &#8220;Orang Indonesia asli&#8221; pertama yang menjadi menteri adalah Ir <em>Akbar Tanjung</em> (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).</p>
<p>Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden <em>Soeharto</em> (memerintah 4 wilayah provinsi), PM <em>Mahathir Mohamad</em> (Sabah dan Serawak) serta Sultan <em>Hassanal Bolkiah</em> (Brunei).</p>
<p>Hubungan antara revolusi Indonesia dan <em>Hollywood</em>, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut &#8220;hampir secara kebetulan&#8221; dirayakan di sebuah hotel Hollywood. Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris <em>Marylin Monroe</em>, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya <em>Gregory Peck</em>, <em>George Murphy</em> dan <em>Ronald Reagan</em> (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan &#8220;Mr President&#8221; atau &#8220;Your Excellency&#8221;, tetapi dengan <em>Prince Soekarno!</em></p>
<p>Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, <em>Tahun Vivere Perilocoso</em> (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film <em>The Year of Living Dangerously</em>. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!</p>
<p>Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan <em>B. M. Diah</em>. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh <em>Sajuti Melik</em>. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.</p>
<p>Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas! &#8220;Potongan jasmu bagus sekali!&#8221; komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.</p>
<p>Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the <em>founding fathers</em> Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur…</p>
<p>Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, <em>Frans Mendoer</em>, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?</p>
<p><a title="M. Hatta" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/hatta.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/hatta.thumbnail.jpg" alt="M. Hatta" align="left" /></a>Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada <em>Jawaharlal Nehru</em>. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama &#8220;Abdullah, co-pilot&#8221;. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM <em>Morarji Desai</em>. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu <em>Mahatma Gandhi</em>. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa &#8220;Abdullah&#8221; itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. &#8220;You are a liar!&#8221; ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru</p>
<p>Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan &#8220;Indonesia Raya&#8221;, <em>WR Soepratman</em> (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, <em>Herman Neubronner van der Tuuk</em> (wafat 1894) meninggal dunia.</p>
<p>Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.</p>
<p>Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada &#8220;Jalan Soekarno-Hatta&#8221; di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.</p>
<p>Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.</p>
<p>Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya &#8220;lebih dari dua&#8221; proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl. Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal: Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. &#8220;Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau&#8221;, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.</p>
<p>Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. <em>Soepeno</em>, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda. Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.</p>
<p>Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia memiliki 3 ibu kota, yakni <em>Jakarta</em> (1945-1946), <em>Yogyakarta</em> (1946-1948) dan <em>Bukittinggi</em> (1948-1949).</p>
<p>Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal <em>Soedirman</em>, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!</p>
<p><a title="Uang Wayang 1939" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/uang-wayang-1939.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/uang-wayang-1939.thumbnail.jpg" alt="Uang Wayang 1939" align="left" /></a><a title="Uang Wayang Soekarno" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/uang-wayang-1-25.JPG"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/uang-wayang-1-25.thumbnail.JPG" alt="Uang Wayang Soekarno" align="left" /></a>Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui <em>De Javasche Bank</em> menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang. Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp1 dan Rp2, 5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.</p>
<p>Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate! Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki). &#8220;Sate ayam lima puluh tusuk!&#8221;, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.</p>
<p>Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bung Karno. Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.</p>
<p><a title="Sutan Sjahrir" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/sutan_sjahrir.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/sutan_sjahrir.thumbnail.jpg" alt="Sutan Sjahrir" align="left" /></a><em>Sutan Sjahrir</em>, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi &#8220;luar biasa&#8221; dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://yulian.firdaus.or.id/2003/08/12/fakta-seputar-proklamasi/" target="_blank">Yulian Firdaus</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=83</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Besar Kapasitas Aktual Diri Anda?</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=81</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=81#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 22:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[kapasitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Disekitar kita; begitu banyak orang hebat yang mengagumkan. Mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sehingga terlihat unggul dari manusia lainnya. Ketika dihadapkan pada suatu pekerjaan atau tugas tertentu, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan lebih baik dari orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada situasi sulit tertentu, mereka selalu bisa menangani kesulitan itu dengan lebih baik dari orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="RAM komputer" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/ram.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/08/ram.jpg" alt="RAM komputer" width="203" height="134" align="left" /></a>Disekitar kita; begitu banyak orang hebat yang mengagumkan. Mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sehingga terlihat unggul dari manusia lainnya. Ketika dihadapkan pada suatu pekerjaan atau tugas tertentu, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan lebih baik dari orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada situasi sulit tertentu, mereka selalu bisa menangani kesulitan itu dengan lebih baik dari orang lain. Ketika prestasi mereka dievaluasi, track record-nya lebih cemerlang dari kebanyakan orang. Seolah-olah, mereka benar-benar manusia paling ideal untuk pekerjaan yang ditanganinya. Itu membuat kita bertanya; &#8220;Mengapa Tuhan memberikan talenta begitu hebatnya kepada dia? Sedangkan kepada saya tidak. Jika saya diberkahi kemampuan yang seperti itu, pasti saya akan berprestasi seperti orang itu.&#8221; Benarkah demikian?</p>
<p><span id="more-81"></span>Beberapa waktu lalu, saya merasakan bahwa kemampuan lap top saya sudah menurun sangat jauh sekali dari sebelumnya. Padahal, dia menggunakan processor yang pasti memadai untuk mendukung kinerja seorang perofesional. Kinerjanya yang semakin memburuk membuat saya tidak mampu menyembunyikan ketidaksabaran ini, sampai-sampai boss saya memergoki dan bilang; &#8220;Be patience Dadang, it is still processing…&#8221; katanya. &#8220;She has to perform faster if she still wants to work with me,&#8221; saya menyahut. Tapi, kecaman saya tidak membuatnya bekerja lebih cepat. Padahal, saya sudah melakukan clean disk, dan juga defrag. Akhirnya, minggu lalu saya mengirim memo kepada teman-teman di BT, bahwa saya mau lap top yang bisa bekerja lebih cepat.</p>
<p>Tak lama kemudian, lap top itupun masuk ke dalam klinik untuk diperiksa para dokter spesialis computer, sebelum kembali keruang kerja saya beberapa jam berikutnya. Tahukah anda, bagaimana kinerjanya sekarang? Wuish, she runs like a flash! Sampai-sampai saya terkejut dibuatnya. Sehingga saya tidak sabar untuk bertanya;&#8221;Man, elo apain tuch lap top gue?&#8221;</p>
<p>Teman BT saya berkata;&#8221;Ditambah RAM-nya jadi dua kali lipat, Pak.&#8221;<br />
&#8220;Cuma begitu doank?&#8221;<br />
&#8220;Iya. Hanya itu.&#8221; Jawabnya. Saya tahu dia bangga dengan hasil kerjanya. Dan saya sangat menghargai usahanya.<br />
&#8220;Nggak elo ganti processornya?&#8221;<br />
&#8220;Nggak Pak,&#8221; katanya. &#8220;Masih bagus, kok.&#8221; Lanjutnya.</p>
<p>Saat itu saya menyadari, bahwa processor adalah potensi atau kapasitas maksimal tentang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah computer. Dalam diri manusia, itulah yang biasa kita sebut sebagai talenta atau bakat, alias kapasitas terpendam dalam diri seseorang. Dalam computer, fungsi processor itu penting pada saat kompuetr sedang diaktifkan untuk bekerja. Ini menentukan sampai sejauh mana fungsi computer itu bisa dimaksimalkan. Bagi manusia, fungsi talenta itu penting pada saat kita sedang bekerja atau melakukan suatu aktivitas. Ini menentukan sampai setinggi apa kita bisa berprestasi.</p>
<p>Sekarang, RAM itu apa? Mengapa meningkatkan RAM dua kali lipat bisa menaikkan kinerja processor computer itu sedemikan bermaknanya? RAM adalah sebuah playing ground. Tempat dimana file-file ditarik dari hard disk dan siap untuk diaktifkan. Dioperasikan. Diolah. Dieksekusi. Ditambah gambar ini dan itu. Meskipun kemampuan prosesornya tinggi, namun jika RAM-nya terlampau kecil untuk menampung file-file yang sedang diaktifkan, maka kinerja computer itu akan menjadi sangat buruk. Dia tidak bisa menjadi computer canggih. Manusia juga demikian. Meskipun talentanya besar. Potensi dirinya tinggi. Namun, jika kapasitas playing ground-nya terlampau kecil untuk menampung seluruh potensi diri itu, maka kinerjanya akan buruk juga. Dia tidak akan bisa menjadi manusia unggul.</p>
<p>Ngomong-ngomong, bukankah kita seringkali berbangga hati dengan menyebutkan bahwa; &#8220;manusia adalah super computer?&#8221; Jika klaim itu benar adanya; bukankah seharusnya kita bisa lebih hebat dari computer tercanggih sekalipun? Mungkin itu benar jika konteks yang kita maksud adalah talenta atau potensi diri yang kita miliki. Sebab, kita percaya bahwa kemampuan otak kita saja konon baru digunakan tidak sampai 5% saja. Tetapi, jika kita berbicara tentang actualized individual potential, maka kita harus bertanya ulang. Mengapa? Karena, kita sudah bertemu dengan begitu banyak orang yang sesungguhnya sangat berbakat, namun pencapaiannya tidak sampai kemana-mana. Sebab, orang-orang ini telah membiarkan playing ground-nya menjadi begitu kecil.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah; bagaimana caranya memperbesar playing ground diri kita? Ada banyak cara. Satu, melatih diri untuk sesuatu yang lebih tinggi. Berapa banyak dari kita yang bersedia menantang diri sendiri untuk menguasai keterampilan-keterampilan baru? Kenyataannya kita sudah cukup puas dengan kemampuan yang kita miliki saat ini. Melatih diri untuk sesuatu yang baru itu menguras tenaga. Membutuhkan waktu. Dan memerlukan komitment. Mengapa kita harus bersusah payah begitu jika kita sudah puas dengan keadaan sekarang?</p>
<p>Dua, meninggalkan comfort zone. Ada banyak peluang baru dalam jarak setengah sentimeter dari diri kita. Namun, untuk meraihnya kita harus bersedia keluar dari zona kenyamanan kita. Mungkin kita harus meninggalkan kestabilan menuju kepada hal yang tidak menentu untuk sementara waktu. Kita perlu menyesuaikan diri kembali. Kita harus merevisi asumsi-asumsi diri. Dan banyak hal lagi yang mesti kita ubah. Tetapi, berapa banyak dari kita yang bersedia meninggalkan comfort zone seperti itu? Jika kondisi sekarang sudah membuat kita enak, mengapa kita harus meninggalkan kenyamanan ini untuk sesuatu yang beresiko dan penuh teka-teki?</p>
<p>Tiga, bersedia membayar harganya. Ketika kita melihat orang lain berprestasi tinggi, seringkali kita hanya melihat hasil akhirnya saja. Yaitu, berupa pencapaian hebat orang itu. Lalu, kita berkata; &#8220;Beruntungnya dia. Tuhan telah berbaik hati memberinya talenta yang hebat.&#8221; Kita tidak pernah tahu bahwa orang itu telah selama bertahun-tahun mengurangi jam tidurnya. Membuang kesenangannya bermain-main dengan game computer yang menyita begitu banyak waktu, tenaga dan biaya itu. Memeras pikirannya. Memaksa diri untuk berdisiplin tinggi. Dan hanya berfokus kepada hal-hal yang akan membawanya kepada peningkatan kualitas diri secara progresif.</p>
<p>Kita tidak pernah mengetahui semua kerja keras yang dilakukan oleh orang itu. Karena kita terlampau silau oleh hasil akhir yang dicapainya, sambil sesekali menelan ludah. Yang sebenarnya terjadi adalah; &#8220;Hanya setelah orang itu bersedia membayar semua harganya sajalah, dia baru bisa sampai kepada pencapaian itu.&#8221; Lagi pula, kalau pun kita tahu pahit dan sulit serta terjal berlikunya jalan yang harus dia tempuh; belum tentu kita mau mengikuti jejak langkahnya, bukan? Padahal, ketiga hal itulah yang sesungguhnya telah berhasil menjadikan playing ground-nya menjadi semakin besar. Sehingga kapasitas dirinya juga menjadi semakin besar. Semakin besar. Dan semakin membesar. Sehingga tidak heran jika orang itu bisa meninggalkan manusia-manusia kebanyakan jauh dibelakangnya.</p>
<p>Jika dalam computer kita menyebutnya RAM, bagaimana dengan manusia? Bolehkah saya menyebutnya HAM? Ya. HAM. Human Activated Memory. Yaitu, memory yang tersimpan dalam diri kita, yang bisa kita gunakan untuk berurusan dengan hal-hal yang kita hadapi secara spontan. Memori itu berbahan dasar talenta. Yaitu, potensi yang tersimpan didalam diri kita. Betul-betul dilatih dan diolah sampai menjadi kemampuan actual. Sehingga, kapan saja kemampuan itu dibutuhkan, kita bisa memanggil dan mendayagunakannya secara spontan.</p>
<p>Anda boleh saja mengklaim diri berbakat bermain piano, misalnya. Tapi, jika bakat itu tidak diasah dengan sungguh-sungguh. Maka klaim anda hanya akan menjadi bualan belaka. Permainan piano anda tetap saja jelek. Anda boleh saja mengklaim bahwa diri andalah yang paling layak mendapatkan promosi itu, bukan pesaing anda. Karena anda mengira bahwa anda lebih senior. Lebih pintar. Lebih rajin. Tapi, jika klaim anda itu tidak didukung oleh kapasitas actual yang bisa anda tunjukkan; maka anda tetap saja akan menjadi karyawan jelek. Dan hati anda juga jelek, karena dipenuhi rasa iri.</p>
<p>Anda juga boleh menganggap diri sendiri kurang berbakat. Jadi, wajar saja jika pencapaian anda biasa-biasa saja. Anda tidak dilahirkan untuk menjadi pemenang. Karena Tuhan memberi anda begitu banyak keterbatasan. Hey, wake up! Bangun, bung! Tidak ada manusia yang dilahirkan tanpa keterbatasan. Dan tidak ada manusia yang dilahirkan tanpa membawa pesan dan seoles kemampuan. Wake up and realize that YOU; don&#8217;t need to be a perfect person to succeed. YOU, just need to accept yourself just the way you are. And start to enlarge your own playing ground. Your Human Actualized Memory. Your HAM. Would you?</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://dkadarusman.blogspot.com/2008/08/seberapa-besar-kapasitas-aktual-diri.html" target="_blank">DadangÂ  Kadarusman</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=81</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Apa Dengan Minyak Dunia?</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=79</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=79#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 02:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar untuk bertukar informasi tentang seputar dunia perminyakan dunia yang saat ini sedang mengalami gonjang ganjing. Lalu timbul pertanyaan: &#8220;Kenapa persoalaan energy minyak dunia ini sulit dipegang dan dikendalikan? Apakah karena sifatnya yang licin yang bisa membuat orang jatuh tergelincir jika tidak hati-hati dengannya. Di sini akan coba diungkap akan sebuah informasi rahasia di balik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Dollar Oil" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/07/us-dollar-oil.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/07/us-dollar-oil.jpg" alt="Dollar Oil" align="left" /></a>Sekedar untuk bertukar informasi tentang seputar dunia perminyakan dunia yang saat ini sedang mengalami gonjang ganjing. Lalu timbul pertanyaan: &#8220;Kenapa persoalaan energy minyak dunia ini sulit dipegang dan dikendalikan? Apakah karena sifatnya yang licin yang bisa membuat orang jatuh tergelincir jika tidak hati-hati dengannya. Di sini akan coba diungkap akan sebuah informasi rahasia di balik itu semua yang secara faktual belum pernah beredar ditengah masyarakat dunia. Kenapa hal ini penting dibuka ke publik, karena rahasia ini merupkan faktor kunci mengapa kenaikan harga minyak dunia yang terus meroket belakangan ini yang tentunya sangat berimplikasi buruk kepada perekonomian negara dunia.</p>
<p><span id="more-79"></span>Perlu kita ketahui bahwa skenario harga minyak ternyata sudah diagendakan dan direncanakan jauh-jauh hari oleh pemerintah Amerika Serikat. Skenario tersebut dimulai sejak tahun 1968, ketika itu Amerika menyadari bahwa minyak adalah komoditas kunci perekonomian global dan penguasaannya cenderung tidak berdasarkan teknologi semata tetapi lebih banyak sebagai berkah dari langit, terutama bagi negara-negara Timur Tengah.</p>
<p>Oleh karena minyak adalah komoditas kunci ekonomi global, maka pemerintah Amerika Serikat memaksa negara-negara produsen utama minyak untuk menandatangani fakta bahwa minyak hanya boleh dijual dalam bentuk Dollar, dan minyak hanya boleh dilifting atas harga yang ditentukan oleh pasar Amerika dan London. Kemudian ditahun 1972, Menlu Amerika Serikat Henry Kissinger berhasil memaksa negara-negara produsen utama minyak untuk menaati perjanjian bahwa Amerika akan membeli minyak mereka dan digunakan oleh rakyat Amerika tetapi mereka harus menjualnya dalam Dollar dan harus menyisihkan beberapa persen dalam penjualan tersebut untuk kepentingan perekonomian global yang kemudian diserahkan ke World Bank dan IMF untuk kepentingan pembangunan dinegara-negara miskin. Jadi loan yang diberikan oleh IMF ataupun Bank Dunia pada awalnya bersumber dari pemotongan secara paksa beberapa persen harga minyak oleh Amerika, dan dalam kenyataannya juga bahwa kedua lembaga tersebut dikuasai oleh Amerika.</p>
<p>Namun Henry kissinger tidak berhasil memaksa 3 negara produsen lain ke pada penandatangan fakta tersebut yaitu Iran, Irak dan Kuawit. Sedangkan negara negara lainnya seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mau menandatanginya. Keengganan ketiga negara tersebut menandatangai fakta itu menjadikan mereka sangat mandiri dalam mengelola persoalaan minyaknya.</p>
<p>Dengan penolakan ketiga negara itu, maka kemudian Amerika menyusun skenario untuk menghatam mereka agar bisa takluk dan tunduk kepada Amerika. Maka disusunlah skenario awal yang bermula pada tahun 1990, di mana Amerika melalui Departemen Pertahanannya meminta Saddam Hussein untuk menginvasi Kuwait. Pada waktu itu Saddam Hussein sebenarnya enggan untuk menginvasi Kuwait. Namun karena ancaman dari Amerika bahwa jika Irak tidak mau mengivasi Kuwait, maka justru merekalah yang akan diinvasi oleh Amerika. Akibatnya Saddam Hussein terpaksa tunduk atas kemauan Amerika, di samping itu ada agenda lain dari Saddam Hussein yang telah tersimpan lama yaitu untuk melampiaskan kekesalannya melihat para elit Kuwait yang sangat borju.</p>
<p>Tapi apa lacur? Setelah Irak menginvasi Kuwait, bukannya Amerika berterimakasih kepada Irak, tapi malah mengajak negara-negara lain untuk bersatu membebaskan Kuwait dan selanjutnya menyerang Irak. Kemudian Bush Senior mencoba membujuk Irak melalui Saddam Hussein agar mau sukarela tunduk kepada Amerika. Karena merasa dikhianati oleh Amerika maka Saddam Hussein menolak tawaran Bush Senior tersebut. Karena lobbi Amerika gagal, maka Amerika dan sekutunya kembali menyerang Irak dengan alasan bahwa Irak mengembangkan senjata biologis pemusnah masssal. Tapi lagi-lagi sampai saat ini tidak pernah bisa dibuktikan oleh Amerika dan sekutunya.</p>
<p>Walhasil kemudian Saddam Hussein jatuh dan di hukum gantung oleh pemerintah boneka Amerika yang berkuasa di Irak saat ini. Dan dunia hanya bisa menyaksikan bahwa betapa Irak telah hancur lebur dan hanya menyisakan bahwa negara itu benar-benar menjadi legenda nergara 1001 malam.</p>
<p>Setelah Irak takluk, maka masuklah perusahaan perusahaan raksasa minyak Amerika dengan alasan rehabilitasi. Namun sesungguhnya adalah untuk menguasai ladang-ladang minyak yang ada di sana. Jargon demokrasi yang digunakan sebagai alasan tambahan hanya alasan Amerika untuk meyakinkan dunia. Namun dibalik itu sebenarnya adalah agenda yang licik dan picik untuk menguasai dan mengontrol sumber minyak Irak.</p>
<p>Setelah Kuwait dan Irak bertekuk lutut, selanjutnya Amerika mulai berpaling ke Iran dengan melempar issue bahwa Iran mengembangbiakkan uranium untuk persenjataan nuklirnya. Iran kemudian merespon bahwa mereka memang sedang mengembangkan teknologi nuklir tapi bukan untuk persenjataan tapi untuk tujuan kemanusiaan yaitu pengembangan pembangkit listrik bertenaga nuklir. Lagi-lagi Amerika &#8220;buta dan tuli&#8221; terhadap alasan Iran tersebut. Karena memang agenda Amerika dibalik semua ancamannya adalah untuk menguasai minyak Iran. Jadi serangan Amerika ke Iran hanyalah persoalan waktu semata.</p>
<p>Kini ancaman tersebut semakin mendekati kenyataan takkala presiden Iran berjanji akan membajiri dunia dengan minyaknya dengan menjual dalam mata uang Euro. Hal ini akan semakin membuat Amerika kalang kabut. Sebab jika sampai Iran merealisasikan rencananya tersebut, maka sesuai perhitungan para ahli yang memprediksi bahwa dampaknya akan membuat harga minyak dunia akan jatuh pada angka 50 Dollar perbarel. Kejadian inilah yang paling ditakuti Amerika saat ini. Karena kalau sampai Iran keluar dari OPEC dan membanjiri dunia dengan minyaknya, maka Amerika dan Dollarnya akan hancur. Tapi sebenarnya bagi Iran hal ini sah-sah saja karena Iran tidak menandatangani fakta yang disodorkan oleh Henry Kissinger pada waktu itu.</p>
<p>Dalam pada itu di mana suasana hiruk pikuk kenaikan harga minyak dunia belakangan ini, sebenarnya ada fakta lain yang juga belum terkuak bahwa Amerika punya cadangan minyak terbesar di dunia yang terletak di benua Alaska. Sejak tahun 1940 ketika ladang minyak terbesar tersebut ditemukan, Amerika belum pernah mengalirkannya setetes pun. Bahkan perusahaan Amerika memompakan kembali ke perut bumi di benua Alaska itu karena kekhawatiran akan berakibat pada negara-negara Timur Tengah. Karena ketika informasi ini sampai ke mereka, maka semua negara yang terikat dengan Fakta Kissinger akan bubar dan bebas. Akibatnya Amerika tidak berkutik dan takut karena dunia akan kebanjiran minyak yang murah. Di samping itu mereka akan kehilangan pendapatan dari hasil potongan yang selama ini dinikmati Amerika dari transaksi minyak tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data statistik yang masih dirahasiakan tersebut menunjukkan bahwa cadangan minya Amerika di Alaska itu mampu menyuplai minyak untuk 300 juta rakyat Amerika selama 200 tahun. Seandainya Amerika mau mengalirkan cadangan minyaknya tersebut maka harga minyak dipasaran dunia akan jatuh pada level 30 atu 40 Dollar per barelnya. Sungguh sebuah angka yang menajubkan jika dibandingkan dengan harga minyak saat ini yang masih bertahan pada kisaran harga 130 Dollar per barel.</p>
<p>Lalu pertanyaannya sampai kapan Amerika akan membuka kran minyaknya dari Alaska tersebut? Jawabnya mungkin sampai cadangan minyak di Timur Tengah sudah tidak bisa diteteskan lagi, atau paling tidak menunggu sampai negara-negara Timur Tengah itu telah menjadi net importer seperti Indonesia saat ini. Setelah itu barulah Amerika mau mengalirkan minyaknya dari Alaska. Atau ketika Amerika sudah kehilangan kekuasaannya di dunia, untuk membuat negara-negara dunia kembali tunduk dan mengemis minyak pada Amerika.</p>
<p>Tapi itulah dunia Amerika, semua akan dia mainkan untuk tujuan politik dan ekonominya walaupun mengorbankan rakyatnya dan juga penduduk negara berkembang lainnya yang menjadiÂ  terjerat untuk menjadi negara berkembang dan miskin terus sepanjang hayatnya&#8230;&#8230;</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Absar Jannatin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=79</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta, Indonesia - what are &#8216;they&#8217; doing to you!</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=77</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=77#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 09:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<category><![CDATA[kumuh]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[by Andre Vitchek
Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta, the fourth largest city in the world. In between towering super-structures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/jakarta_skyscraper.jpg" title="Jakarta"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/jakarta_skyscraper.jpg" alt="Jakarta" align="left" width="265" height="177" /></a>by Andre Vitchek</p>
<p><em>Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta, the fourth largest city in the world. In between towering super-structures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management.</em></p>
<p>Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta, yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.</p>
<p><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/jakarta-traffic.jpg" title="Jakarta Traffic"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/jakarta-traffic.jpg" alt="Jakarta Traffic" align="left" width="208" height="208" /></a><em>While almost all major capitals in the Southeast Asian region are investing heavily in public transportation, parks, playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and convention centers, Jakarta remains brutally and determinately &#8216;pro-market&#8217; profit-driven and openly indifferent to the plight of a majority of its citizens who are poor.</em></p>
<p>Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN.</p>
<p><span id="more-77"></span><em>Most Jakartans have never left Indonesia, so they cannot compare their capital with Kuala Lumpur or Singapore; with Hanoi or Bangkok. Comparative statistics and reports hardly make it into the local media. Despite the fact that the Indonesian capital is for many foreign visitors a &#8216;hell on earth,&#8217; the local media describes Jakarta as &#8220;modern,&#8221; &#8220;cosmopolitan, &#8221; and &#8220;a sprawling metropolis.&#8221;</em></p>
<p>Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri, sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok. Liputan dan statistik pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota &#8220;modern&#8221;, &#8220;kosmopolitan&#8221;, dan &#8220;metropolis&#8221;.</p>
<p><em>Newcomers are often puzzled by Jakarta&#8217;s lack of public amenities. Bangkok, not exactly known as a user-friendly city, still has several beautiful parks. Even cash-strapped Port Moresby, capital of Papua New Guinea, boasts wide promenades, playgrounds, long stretches of beach and sea walks. Singapore and Kuala Lumpur compete with each other in building wide sidewalks, green areas as well as cultural establishments. Manila, another city without a glowing reputation for its public amenities, has succeeded in constructing an impressive sea promenade dotted with countless cafes and entertainment venues while preserving its World Heritage Site at Intramuros. Hanoi repaved its wide sidewalks and turned a park around Huan-Kiem Lake into an open-air sculpture museum. </em></p>
<p>Para pendatang/wisatawan seringkali terheran-heran dengan kondisi Jakarta yang tidak memiliki taman rekreasi publik. Bangkok, yang sebenarnya merupakan kota yang tidak terlalu ramah publik, masih memiliki beberapa taman yang menawan. Bahkan, Port Moresby, ibukota Papua Nugini, yang miskin, terkenal akan taman bermain yang besar, pantai dan jalan setapak di pinggir laut yang indah.</p>
<p><em>But in Jakarta, there is a fee for everything. Many green spaces have been converted to golf courses for the exclusive use of the rich. The approximately one square kilometer of Monas seems to be the only real public area in a city of more than 10 million. Despite being a maritime city, Jakarta has been separated from the sea, with the only focal point being Ancol, with a tiny, mostly decrepit walkway along the dirty beach dotted with private businesses. </em></p>
<p>Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak lahan hijau diubah menjadi lapangan golf demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya berupa pantai kotor.</p>
<p><em>Even to take a walk in Ancol, a family of four has to spend approximately $4.50 (40,000 Indonesian Rupiahs) in entrance fees, something unthinkable anywhere else in the world. The few tiny public parks which survived privatization are in desperate condition and mostly unsafe to use. </em></p>
<p>Bahkan kalau mau jalan-jalan ke Ancol, satu keluarga dengan 4 orang anggota keluarga harus mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk tiket masuk, satu hal yang tak masuk akal di belahan lain dunia. Beberapa taman publik kecil kondisinya menyedihkan dan tidak aman.</p>
<p><em>There are no sidewalks in the entire city, if one applies international standards to the word &#8220;sidewalk.&#8221; Almost anywhere in the world (with the striking exception of some cities in the United States, like Houston and Los Angeles) the cities themselves belong to pedestrians. Cars are increasingly discouraged from traveling in the city centers. Wide sidewalks are understood to be the most ecological, healthy and efficient forms of short-distance public transportation in areas with high concentrations of people. </em></p>
<p>Sama sekali tidak ditemui tempat pejalan kaki di seluruh penjuru kota (tempat pejalan kaki yang dimaksud adalah sesuai dengan standar &#8220;internasional&#8221;). Nyaris seluruh kota-kota di dunia (kecuali beberapa kota di AS, seperti Houston dan LA) ramah terhadap pejalan kaki. Mobil seringkali tidak diperkenankan berkeliaran di pusat kota. Trotoar yang lebar merupakan sarana transportasi publik jarak pendek yang paling efisien, sehat, dan ramah lingkungan di daerah yang padat penduduk.</p>
<p><em>In Jakarta, there are hardly any benches for people to sit and relax, and no free drinking water fountains or public toilets. It is these small, but important, &#8216;details&#8217; that are symbols of urban life anywhere else in the world. </em></p>
<p>Di Jakarta, nyaris tidak dijumpai bangku untuk duduk dan rileks, tidak ada keran air minum gratis atau toilet umum. Ini memang remeh, tapi sangat penting, merupakan suatu detil yang menjadi simbol kehidupan perkotaan di bagian lain dunia.</p>
<p><em>Most world cities, including those in the region, want to be visited and remembered for their culture. Singapore is managing to change its &#8217;shop-till-you- drop&#8217; image to that of the center of Southeast Asian arts. The monumental Esplanade Theatre has reshaped the skyline, offering first-rate international concerts in classical music, opera, ballet, and also featuring performances from some of the leading contemporary artists from the region. Many performances are subsidized and are either free or cheap, relative to the high incomes in the city-state. </em></p>
<p>Sebagian besar kota-kota dunia, ingin dikunjungi dan dikenang akan kebudayaannya. Singapura sedang berupaya mengubah citra kota belanjanya menjadi jantung kesenian Asia Tenggara. Esplanade Theatre yang monumental telah mengubah wajah kota Singapura, dimana ia menawarkan konser musik klasik, balet, dan opera internasional kelas satu, disamping pertunjukan artis kontemporer kawasan. Banyak pertunjukan yang disubsidi dan seringkali gratis atau murah, bila dibandingkan dengan pendapatan warga kota yang relatif tinggi.</p>
<p><em>Kuala Lumpur spent $100 million on its philharmonic concert hall, which is located right under the Petronas Towers, among the tallest buildings in the world. This impressive and prestigious concert hall hosts local orchestra companies as well top international performers. The city is currently spending further millions to refurbish its museums and galleries, from the National Museum to the National Art Gallery. </em></p>
<p>Kuala Lumpur menghabiskan $100 juta untuk membangun balai konser philharmonic yang terletak persis dibawah Petronas Tower, salah satu gedung tertinggi di dunia. Balai konser prestisius dan impresif ini mempertunjukkan grup orkestra lokal dan internasional. Kuala Lumpur juga sedang menginvestasikan beberapa juta dolar untuk memugar museum dan galeri, dari Museum Nasional hingga Galeri Seni Nasional.</p>
<p><em>Hanoi is proud of its culture and arts, which are promoted as its major attraction millions of visitors flock into the city to visit countless galleries stocked with canvases, which can be easily described as some of the best in Southeast Asia. Its beautifully restored Opera House regularly offers Western and Asian music treats. </em></p>
<p>Hanoi bangga akan budaya dan seninya, yang dipromosikan guna menarik jutaan turis untuk mengunjungi galeri-galeri lukisan yang tak terhitung jumlahnya, dimana lukisan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Hanoi juga memugar Gedung Opera yang secara reguler mempertunjukkan pagelaran musik Asia dan Barat.</p>
<p><em>Bangkok&#8217;s colossal temples and palaces coexist with extremely cosmopolitan fare international theater and film festivals, countless performances, jazz clubs with local and foreign artists on the bill, as well as authentic culinary delights from all corners of the world. When it comes to music, live performances and nightlife, there is no city in Southeast Asia as vibrant as Manila. </em></p>
<p>Candi-candi dan istana kolosal di Bangkok eksis berdampingan dengan teater dan festival film internasional, klub jazz yang tak terhitung jumlahnya, dan juga pilihan kuliner otentik dari segala penjuru dunia. Kalau bicara musik dan kehidupan malam, tak ada kota di Asia Tenggara yang semeriah Manila.</p>
<p><em>Now back to Jakarta. Those who have ever visited the city&#8217;s &#8216;public libraries&#8217; or National Archives building will know the difference. No wonder; in Indonesia education, culture and arts are not considered to be &#8216;profitable&#8217; (with the exception of pop music), and are therefore made absolutely irrelevant. The country spends the third lowest amount in the world on education (according to The Economist, only1.2 percent of its GDP) after Equatorial Guinea and Ecuador (there the situation is now rapidly improving with the new progressive government). </em></p>
<p>Nah, sekarang balik ke Jakarta. Siapapun yang bernah berkunjung ke &#8220;perpustakaan umum&#8221; atau gedung Arsip Nasional pasti tahu bedanya. Tak heran, dalam pendidikan Indonesia, budaya dan seni tidak dianggap &#8220;menguntungkan&#8221; (kecuali musik pop), sehingga menjadi tidak relevan. Indonesia merupakan negara dengan ANGGARAN PENDIDIKAN TERENDAH nomor 3 di dunia - Masya Alloh! Â (pent.) - Â (menurut The Economist, hanya 1,2% dari PDB) setelah Guyana Khatulistiwa dan Ekuador (di kedua negara tersebut keadaan sekarang berkembang cepat berkat pemerintahan baru yang progresif)</p>
<p><em>Museums in Jakarta are in appalling condition, offering absolutely no important international exhibitions. They look like they fell on the city from a different era and no wonder the Dutch built almost all of them. Not only are their collections poorly kept, but they lack elements of modernity there are no elegant cafes, museum shops, bookstores or even public archives. It appears that the individuals running them are without vision and creativity. However, even if they did have inspired ideas, there would be no funding to carry them out.</em></p>
<p>Museum di Jakarta berada dalam kondisi memprihatinkan, sama sekali tidak menawarkan eksibisi internasional. Museum tersebut terlihat seperti berasal dari zaman baheula dan tak heran kalau Belanda yang membangun kesemuanya. Tidak hanya koleksinya yang tak terawat, tapi juga ketiadaan unsur-unsur modern seperti kafe, toko cinderamata, toko buku atau perpustakaan publik. Kelihatannya manajemen museum tidak punya visi atau kreativitas. Bahkan, meskipun mereka punya visi atau kreativitas, pasti akan terkendala dengan ketiadaan dana.</p>
<p><em>It seems that Jakarta has no city planners, only private developers that have no respect for the majority of its inhabitants who are poor (the great majority, no matter what the understated and manipulated government statistics say). The city abandoned itself to the private sector, which now controls almost everything, from residential housing to what were once public areas. </em></p>
<p>Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik.</p>
<p><em>While Singapore decades ago, and Kuala Lumpur recently, managed to fully eradicate poor, unsanitary and depressing kampongs from their urban areas, Jakarta is unable or unwilling to offer its citizens subsidized, affordable housing equipped with running water, electricity, a sewage system, wastewater treatment facilities, playgrounds, parks, sidewalks and a mass public transportation system. </em></p>
<p>Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di Kualalumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan air ledeng, listrik, sistem pembuangan limbah, taman bermain, trotoar dan sistem transportasi massal.</p>
<p><em>Rich Singapore aside, Kuala Lumpur with only 2 million inhabitants boasts one metro line (Putra Line), one monorail, several efficient Star LRT lines, suburban train links and high-speed rail system connecting the city with its new capital Putrajaya. The &#8220;Rapid&#8221; system counts on hundreds of modern, clean and air-conditioned buses. Transit is subsidized; a bus ticket on &#8220;Rapid&#8221; costs only $.60 (2 Malaysian Ringgits) for unlimited day use on the same line. Heavily discounted daily and monthly passes are also available. </em></p>
<p>Selain Singapura, Kualalumpur dengan berpenduduk hanya 2 juta jiwa memiliki satu jalur Metro (Putra Line), satu monorail, beberapa jalur LRT Star yang efisien, dan jaringan keretaapi kecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan ibu kota baru Putrajaya. Sistem &#8220;RApid&#8221; memiliki ratusan bus modern, bersih, dan ber-AC. Tarifnya disubsidi, tiket bus Rapid hanya sekitar 2 Ringgit (kuranglebih Rp 4600) untuk penggunaan tak terbatas sepanjang hari di jalur yang sama. Tiket abonemen bulanan dan harian yang sangat murah juga tersedia.</p>
<p><em>Bangkok contracted German firm Siemens to build two long &#8220;Sky Train&#8221; lines and one metro line. It is also utilizing its river and channels as both public transportation and as a tourist attraction. Despite this enormous progress, the Bangkok city administration claims that it is building an additional 50 miles (80 kilometers) of tracks for these systems in order to convince citizens to leave their cars at home and use public transportation. Polluting pre-historic buses are being banned from Hanoi, Singapore, Kuala Lumpur and gradually from Bangkok. Jakarta, thanks to corruption and phlegmatic officials, is in its own league even in this field. </em></p>
<p>Bangkok menunjuk kontraktor Siemens dari Jerman untuk membangun 2 jalur panjang &#8220;Sky Train&#8221; dan satu jalur metro. Bangkok juga memanfaatkan sungai dan kanal sebagai transportasi publik dan objek wisata. Pemerintahan kota Bangkok juga mengklaim bahwa mereka sedang membangun jalur tambahan sepanjang 80 km untuk sistem tersebut guna meyakinkan penduduk untuk meninggalkan mobil mereka di rumah dan memanfaatkan transportasi umum. Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi, Singapura, Â Kualalumpur, dan Bangkok. Jakarta? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut.</p>
<p><em>Mercer Human Resource Consulting, in its reports covering quality of life, places Jakarta repeatedly on the level of poor African and South Asian cities, below metropolises like Nairobi and Medellin. </em></p>
<p>Mercer Human Resource Consulting, dalam laporannya tentang kualitas hidup, menempatkan Jakarta di posisi setara dengan kota-kota miskin di Afrika dan Asia Selatan, bahkan dibawah kota Nairobi dan Medellin.</p>
<p><em>Considering that it is in the league with some of the poorest capitals of the world, Jakarta is not cheap. According to the Mercer Human Resource Consulting 2006 Survey, Jakarta ranked as the 48th most expensive city in the world for expatriate employees, well above Berlin (72nd), Melbourne (74th) and Washington D.C. (83rd). And if it is expensive for expatriates, how is it for local people with a GDP per capita below $1,000? </em></p>
<p>Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup disana tidaklah murah.Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota Â termahal di dunia untuk ekspatriat, jauh diatas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan Washington DC (83). Â Nah, kalau untuk ekspatriat saja mahal, apalagi buat penduduk lokal yang pendapatan perkapita DIBAWAH Â $1000??</p>
<p><em>Curiously, Jakartans are silent. They have become inured to appalling air quality just as they have gotten used to the sight of children begging, even selling themselves at the major intersections; to entire communities living under elevated highways and in slums on the shores of canals turned into toxic waste dumps; to the hours-long commutes; to floods and rats. </em></p>
<p>Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam, dengan banjir dan tikus.</p>
<p><em>But if there is to be any hope, the truth has to eventually be told, and the sooner the better. Only a realistic and brutal diagnosis can lead to treatment and a cure. As painful as the truth can be, it is always better than self-deceptions and lies. Jakarta has fallen decades behind capitals in the neighboring countries in esthetics, housing, urban planning, standard of living, quality of life, health, education, culture, transportation, food quality and hygiene. It has to swallow its pride and learn from Kuala Lumpur, Singapore, Brisbane and even in some instances from its poorer neighbors like Port Moresby, Manila and Hanoi. </em></p>
<p>Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh dibelakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman, kebudayaan, transportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kualalumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi.</p>
<p><em>Comparative statistics have to be transparent and widely available. Citizens have to learn how to ask questions again, and how to demand answers and accountability. Only if they understand to what depths their city has sunk can there be any hope of change. &#8220;We have to watch out,&#8221; said a concerned Malaysian filmmaker during New Year&#8217;s Eve celebrations in Kuala Lumpur. &#8220;Malaysia suddenly has too many problems. If we are not careful, Kuala Lumpur could end up in 20 or 30 years like Jakarta!&#8221; </em></p>
<p>Data statistik harus transparan dan tersedia luas. Warga harus belajar bertanya dan bagaimana untuk memperoleh jawaban dan akuntabilitas. Hanya kalau mereka memahami seberapa dalamnya kota mereka telah terperosok, maka barulah ada harapan. &#8220;Kita harus berhati-hati&#8221; kata produser film Malaysia dalam perayaan tahun baru di Kualalumpur. &#8220;Malaysia punya banyak masalah. Kalau kita tidak hati-hati, dalam 20-30 tahun Kualalumpur akan bernasib sama seperti Jakarta!&#8221;</p>
<p><em>Could this statement be reversed? Can Jakarta find the strength and solidarity to mobilize in time catch up with Kuala Lumpur? Can decency overcome greed? Can corruption be eradicated and replaced by creativity? Can private villas shrink in size and green spaces, public housing, playgrounds, libraries, schools and hospitals expand? </em></p>
<p>Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kualalumpur? Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil, dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan, sekolah dan rumah sakit berkembang pesat?</p>
<p><em>An outsider like me can observe, tell the story and ask questions. Only the people of Jakarta can offer the answers and solutions. </em></p>
<p>Orang luar seperti saya hanya dapat mengamati, bercerita, dan bertanya. Dan hanya masyarakat Jakarta yang punya jawaban dan solusinya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.worldpress.org/Asia/2875.cfm" target="_blank">http://www.worldpre ss.org/Asia/ 2875.cfm</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=77</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kopi itu Baik?</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=75</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=75#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 02:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap sudut kota sekarang sudah dipenuhi dengan mal. Masyarakat kita, terutama remaja, lebih sering menghabiskan waktu senggang di mal. Mal memiliki tempat-tempat yang dapat digunakan para remaja untuk berkumpul dan mengobrol bersama teman sebayanya, seperti kafe kopi. Bahkan dalam satu mal bisa terdapat beberapa kafe kopi, yang merupakan cerminan semakin banyaknya penikmat kopi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kopi" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/kopi.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/kopi.jpg" alt="Kopi" align="left" /></a>Hampir setiap sudut kota sekarang sudah dipenuhi dengan mal. Masyarakat kita, terutama remaja, lebih sering menghabiskan waktu senggang di mal. Mal memiliki tempat-tempat yang dapat digunakan para remaja untuk berkumpul dan mengobrol bersama teman sebayanya, seperti kafe kopi. Bahkan dalam satu mal bisa terdapat beberapa kafe kopi, yang merupakan cerminan semakin banyaknya penikmat kopi di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal">Maka dapat kita lihat, sekarang banyak remaja dan dewasa muda yang semestinya tidak membutuhkan kopi mulai mengkonsumsi kopi. Hanya sekedar iseng minum sambil mengobrol. Sasaran kafe kopi pun berubah dari orang tua menjadi para remaja dan dewasa muda.</p>
<p><span id="more-75"></span>Menurut data yang diambil dari kafe kopi terkenal, secangkir kopi memiliki kadar kafein bervariasi antara 100-180 mg. Sedangkan kadar kafein yang baik dalam tubuh kurang dari 500 mg per hari. Apabila mengkonsumsi berlebihan (&gt; 10 gram atau &gt; 6 cangkir) dapat berakibat fatal. Jadi wajarnya, seseorang minum kopi 1-3 cangkir per hari.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi itu tidak berarti kita boleh minum kopi 3 cangkir sekaligus. Karena hampir seluruh kafein dalam kopi yang kita konsumsi dapat diserap dengan cepat oleh saluran pencernaan. Kadar kopi yang meningkat drastis dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup, tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah.</p>
<p class="MsoNormal">Sebenarnya kafein adalah protein yang tidak diperlukan tubuh. Namun, tetap memiliki efek baik dan buruk bila dikonsumsi. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang efek dari kopi dan kafein yang terkandung di dalamnya.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut penelitian di Amerika Serikat, kopi mengandung antioksidan yang paling besar di antara semua buah-buahan dan sayur-sayuran. Anti oksidan adalah zat yang dapat membantu tubuh untuk membuang zat-zat radikal berbahaya bagi tubuh. Zat radikal merupakan molekul perusak sel-sel serta DNA (cetak biru dari sel terkecil makhluk hidup). Sehingga, anti oksidan dapat melindungi seseorang dari terkena penyakit kanker atau jantung. Hasil penelitian memperlihatkan kopi dapat mengurangi resiko terkena kanker hati dan usus, diabetes mellitus tipe II serta penyakit Parkinson.</p>
<p class="MsoNormal">Selain itu kafein dalam kopi dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Rangsangan ini timbul akibat dilepasnya katekolamin yang dapat meningkatkan kerja dan denyut jantung sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Makanya, setiap kita minum kopi dalam jumlah wajar, tubuh terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau pun mengantuk.</p>
<p class="MsoNormal">Karena efek-efek tersebut, banyak pelajar yang menggunakan kopi sebagai &#8220;senjata&#8221; untuk belajar. Hal ini memang menguntungkan apabila mempelajari ilmu sosial dan hapalan. Sebaiknya seseorang yang ingin memanfaatkan efek kopi tersebut meminum kopi setengah atau satu jam sebelum mulai belajar. Sebab kadar kafein dalam tubuh mencapai kadar tertinggi dalam waktu 30-60 menit setelah kita mengkonsumsi kopi. Tetapi efek-efek dari meminum kopi ini tidak begitu baik bagi seseorang yang pekerjaannya memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketepatan menghitung, seperti matematika, menggambar atau melukis.</p>
<p class="MsoNormal">Kafein juga dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal yang mengakibatkan produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi, kita jadi lebih sering buang air kecil. Lebih jauh lagi, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah.</p>
<p class="MsoNormal">Sayangnya, kopi dapat menyebabkan efek kecanduan baik secara fisiologis maupun psikologis. Tanda-tanda seseorang sudah kecanduan minum kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi.</p>
<p class="MsoNormal">Kafein juga bisa berbahaya pada lambung yang kosong. Dalam keadaan normal, lambung akan mengeluarkan berbagai zat sekresi lambung seperti HCl (asam klorida) dan pepsin apabila mendapat rangsangan protein dari makanan. Pada konsumsi kafein, pengeluaran zat dari lambung ini akan bertambah, meskipun tidak ada makanan yang ada di lambung. (Ingat, kafein sendiri adalah protein!) Ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus duodenum. Sehingga dapat memperbesar risiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus.</p>
<p class="MsoNormal">Pada konsentrasi yang tinggi (0,5 - 1 mmol), kafein dapat menghambat penarikan dan penyimpanan kalsium pada otot. Padahal saat remaja, kita membutuhkan banyak kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Ini dapat menyebabkan osteoporosis di masa tua. Tidak hanya itu, kopi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).</p>
<p class="MsoNormal">Waktu paruh kafein (waktu yang dibutuhkan supaya kadar kafein menjadi separuh dari kadar tertinggi) sangat bervariasi. Tergantung kondisi fisik dan kebiasaan merokok seseorang. Semakin buruk keadaan fisik atau semakin sering merokok, maka waktu paruh kafein di dalam tubuh juga semakin meningkat. Waktu paruh yang meningkat berarti metabolisme kafein semakin lambat dan efek kopi bertahan lebih lama pada tubuh.</p>
<p class="MsoNormal">Jadi, putuskan sendiri, butuh tidak kita minum kopi…<br />
?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Kepustakaan:<br />
</em>Sherwood Lauralee. Human Physiology From Cells to System 5th ed . Thomson Brokson 600</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=75</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pantaskah Tanggal 22 Juni Dianggap Sebagai Hari Kelahiran Jakarta?</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=72</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=72#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[betawi]]></category>

		<category><![CDATA[fatahillah]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<category><![CDATA[ridwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita tau, banyak sekali sejarah negeri ini yang telah diputarbalikan oleh segelintir kelompok hanya untuk memuaskan kepentingan kelompoknya sendiri, salah satu contohnya adalah momen hari kebangkitan nasional, dimana sebagian kalangan Islam dengan mengungkapkan fakta berusaha untuk meluruskan hal tersebut.
Kini menyambut kelahiran kota Jakarta, kita juga wajib mempertanyakan keabsahan dari tanggal 22 Juni sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="content clear-block"><a href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/monas.jpg" title="Monas"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/06/monas.jpg" alt="Monas" align="left" width="158" height="229" /></a>Seperti yang kita tau, banyak sekali sejarah negeri ini yang telah diputarbalikan oleh segelintir kelompok hanya untuk memuaskan kepentingan kelompoknya sendiri, salah satu contohnya adalah momen hari kebangkitan nasional, dimana sebagian kalangan Islam dengan mengungkapkan fakta <a href="http://blog.agul.net/?p=61" target="_blank">berusaha untuk meluruskan hal tersebut</a>.</p>
<p>Kini menyambut kelahiran kota Jakarta, kita juga wajib mempertanyakan keabsahan dari tanggal 22 Juni sebagai hari kelahiran Jakarta dan juga harus mempertanyakan peran Fatahillah yang katanya berjasa besar dengan proses kelahiran Jakarta dan Dakwah Islam di Jakarta.</p>
<p><span id="more-72"></span>Dikutip dari <a href="http://eramuslim.com/berita/tha/8622155355-mengkritisi-peran-fatahillah-jakarta.htm" target="_blank">eramuslim.com</a>, Sejarawan Betawi Drs. Ridwan Saidi menolak keras anggapan ini. &#8220;Banyak orang menganggap Fatahillah melakukan dakwah Islam di Jakarta. Ini tidak beralasan dan tidak benar sama sekali. Sebelum Fatahillah datang, sudah ada 3.000 orang Betawi yang Muslim. Bahkan ketika Fatahilah datang menyerbu kota ini, dia bersama pasukannya itu membumi-hanguskan kampung-kampung Muslim Betawi. Ada sekitar 3.000 rumah Muslim Betawi yang dihanguskan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagi Muslim Betawi, Fatahillah itu penjahat. Dan tidak benar jika Fatahillah ke Jakara ini dalam rangka dakwah Islam. Ini harus dikoreksi. Saya telah meneliti sekian lama dan tidak pernah sedikit pun menemui sisa-sisa dakwah Fatahillah di kota ini. Sampai sekarang ini rumah orang-orang Betawi biasanya memajang poster Syekh Abdul Qadir al-Jilani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Abdul Qadir Jaelani, juga poster Buroq, dan tidak pernah ada rumah orang Betawi memajang poster Fatahillah atau sesuatu yang berbua Cirebon atau Demak. Tradisi Islam yang ada di orang Betawi pun khas, sama sekali tidak ada bau-bau Islamnya Cirebon. Saya berani berdebat dengan siapa saja soal ini!&#8221; tegas Ridwan saat mengisi diskusi publik bertema &#8220;Meluruskan Sejarah Islam di Indonesia&#8221; di IKIP Muhamadiyah Jakarta (28/5).</p>
<p>&#8220;Jadi, Fatahillah bukanlah pahlawan umat Islam Indonesia. Dia lebih tepat disebut sebagai pahlawan Muslimnya Cirebon, bukan Muslim Jakarta. Kedatangan Fatahillah berikut pasukannya dari Cirebon pada tahun 1527 semata-mata untuk merebut pelabuhan Kalapa. Ia lalu membangun istana yang dikelilingi tembok tinggi di tepi barat Kali Besar. Orang-orang Betawi yang sudah Muslim saat itu, yang rumahnya berdiri di dekat istananya, diusir dan dibumi hanguskan. Omong kosong besar Fatahillah berdakwah. Jejak dakwahnya sama sekali tidak ada di ranah Betawi, &#8221; lanjut Ridwan.</p>
<p>Ribuan unit rumah Muslim Betawi yang dibakar Fatahillah itu berada di Mandi Racan, Pasar Ikan (lihat De Quoto, 1532).</p>
<p>Sebab itu, Ridwan sangat sedih jika tiap tanggal 22 Juni, pemerintah merayakannya sebagai Hari Lahir Kota Jakarta. &#8220;Itu adalah hari pembumi-hangusan ribuan rumah Muslim Betawi. Juga hari terbunuhnya Syahbandar Wak Item yang juga seorang Muslim Betawi, &#8221; ujar Ridwan.</p>
<p>Lantas siapa yang mengIslamkan Jakarta? Menurut penelitian Ridwan, sejak awal abad masehi, sebelum Islam lahir di Jazirah Arab, para pedagang Arab telah melakukan perdagangan di Jakarta sehingga sebelum Islam datang di tanah ini. Ini berarti orang Betawi asli sudah mengenal istilah-istilah Arab sebelum Hindu dan Budha hadir di Jawa. Kerajaan Tarumanegara saja bari berdiri di abad ke V Masehi atau sekiar tahun 400-an Masehi.</p>
<p>&#8220;Kata-kata seperti alim, kramat, adat, kubur, dan sebagainya sudah dikenal di Jakarta sebelum Islam lahir di Jazirah Arab, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Salah satu buktinya adalah prasasti Batu Jaya di Bekasi, sebelah timur pantai Pakis Jaya yang berumur lebih tua ketimbang situs Tarumanegara. &#8220;Di batu-batu itu terdapat ragam hias yang tidak ada sama sekali nuansa India, apalagi Cina. Saya amat terkejut ketika mendapati ragam hias ornamen di Batu Jaya itu lebih mirip ornamen Arab. Ini salah satu bukti saja, masih banyak yang lain, &#8221; ujar Ridwan.</p>
<p>Beberapa sumber yang layak untuk ditelusuri lebih jauh adalah kitab Agryppa dari Claudius Ptelomius, lalu naskah Wangsakerta yang menyebut adanya Krajan (bukan kerajaan) bernama Salakanagara, Aki Tirem, dan sebagainya. &#8220;Ini temuan saya dan saya siap berdebat soal Fatahillah ini dengan siapa saja, &#8221; tegas Ridwan.</p>
<p><em>Sumber:Â  <a href="http://rofa.bacalah.web.id/node/34" target="_blank">rofa</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=72</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta Aneh di Dunia</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=69</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=69#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 02:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<category><![CDATA[Luar biasa]]></category>

		<category><![CDATA[aneh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Pengiriman surat pada hari Sabtu di Canada telah dihapuskan oleh kantor pos Canada sejak tanggal 1 Februari 1969.
Di Tokyo, sepeda lebih cepat daripada mobil untuk suatu perjalanan yang memakan waktu kurang dari 50 menit.
Untuk berjaga-jaga kalau ada kecelakaan, Pangeran Charles and Pangeran William tidak diperbolehkan naik dalam satu pesawat terbang yang sama.
Tubuh anda membuat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Smiley" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/smiley.gif"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/smiley.thumbnail.gif" alt="Smiley" align="left" /></a>Pengiriman surat pada hari Sabtu di Canada telah dihapuskan oleh kantor pos Canada sejak tanggal 1 Februari 1969.</p>
<p>Di Tokyo, sepeda lebih cepat daripada mobil untuk suatu perjalanan yang memakan waktu kurang dari 50 menit.</p>
<p>Untuk berjaga-jaga kalau ada kecelakaan, Pangeran Charles and Pangeran William tidak diperbolehkan naik dalam satu pesawat terbang yang sama.</p>
<p>Tubuh anda membuat dan membunuh 15 juta sel darah merah per detik!</p>
<p>Kartu king of hearts adalah satu-satunya kartu raja yang tidak mempunyai kumis, dalam satu pak kartu standar.</p>
<p>Tidak ada satupun jam yang dipasang di tempat judi casino di Las Vegas!</p>
<p>Tersedia satu mesin judi jakpot di Las Vegas untuk setiap delapan orang pengunjung.</p>
<p>Lukisan Mona Lisa tidak mempunyai alis mata. Gaya fashion pada zaman renaissance di Florence, mengharuskan alis mata dicukur!</p>
<p><span id="more-69"></span>Setiap hari ada 20 bank dirampok. Rata-rata hasil rampokan adalah US$2,500</p>
<p>Nama yang paling populer didunia adalah Muhammad!</p>
<p>Serbet di meja makan pada awalnya digunakan sebagai handuk untuk melap tangan dan muka sehabis makan.</p>
<p>Turis yang berkunjung ke Iceland harus tahu bahwa memberi tip di restoran akan dianggap suatu penghinaan.</p>
<p>Satu dari setiap 230 mobil yang dibuat tahun lalu, telah dicuri!</p>
<p>Nama dari keempat orang keponakan Popeye adalah Pipeye, Peepeye, Pupeye, dan Poopeye!</p>
<p>Sampai dengan abad ke 19, balok-balok teh yang dipadatkan berlaku sebagai uang di Siberia.</p>
<p>Medali hadiah Nobel untuk Perdamaian berukir tiga orang laki-laki telanjang dengan tangan berada diatas pundak yang lain.</p>
<p>Apabila sekeping kaca pecah, maka pecahannya akan bergerak lebih dari 4800 Kmh. Untuk dapat memotretnya, kamera harus mempunyai kecepatan satu per sejuta detik.</p>
<p>Pesawat terbang Boeing 747 dapat diisi penuh dengan 252.334 liter bensin!</p>
<p>Sebuah mobil menghabiskan 47 cc bensin apabila mesin dihidupkan tanpa mobil berjalan selama satu menit. 15 cc bensin diperlukan untuk menyalakan mesin mobil.</p>
<p>Sebuah petir dibumi akan menghasilkan panas lima kali lebih panas daripada petir dipermukaan matahari.</p>
<p>Sebuah biola terdiri dari 70 potongan kayu!</p>
<p>Diperkirakan setiap hari ada 4 juta panggilan telephone tidak berguna yang dilakukan oleh manusia atau komputer di Amerika Serikat!</p>
<p>Butuh waktu satu juta tahun untuk menguraikan sekeping kaca, yang artinya kaca tidak akan lapuk dan dapat di bentuk kembali berkali-kali tanpa batas.</p>
<p>Api kebakaran hutan akan bergerak lebih cepat ke atas daripada ke bawah!</p>
<p>Seekor burung sebesar setengah meter yang biasa dipanggil burung Kea yang hidup di New Zealand sangat suka memakan potongan karet yang berada di sekeliling kaca mobil.</p>
<p>Hampir semua lipstik mengandung sisik ikan!</p>
<p>&#8220;Skepticisms&#8221; adalah kata terpanjang yang membutuhkan kedua tangan berganti-ganti untuk mengetiknya.</p>
<p>Tumbuhan Ragweed akan melepaskan sebanyak satu milyar butir tepung sari!</p>
<p>Adalah suatu pelanggaran hukum untuk minum beer dari gelasnya sambil duduk di pinggir jalan di kota St. Louis.</p>
<p>Barang pertama yang menggunakan bar code adalah permen karet Wrigleys!</p>
<p>Tidak ada selembar kertas berukuran kotak yang dapat dilipat dua, lebih dari tujuh kali.</p>
<p>Lebih dari 2.500 orang kidal terbunuh setiap tahun karena mengunakan barang yang dirancang untuk orang bertangan kanan.</p>
<p>Ada lebih dari 10 juta potong batu bata di Empire State Building!</p>
<p>Taphephobia adalah ketakutan untuk dikubur hidup-hidup!</p>
<p>Seekor buaya giginya akan tumbuh baru menggantikan gigi yang tanggal.</p>
<p>Besarnya matahari adalah 330.330 kali lebih besar daripada bumi!</p>
<p>Clinophobia adalah ketakutan akan tempat tidur!</p>
<p>Satu &#8216;jiffy&#8217; adalah unit waktu 1/100 dari sedetik.</p>
<p>Landak mengapung diatas air!</p>
<p>Kalimat &#8220;The quick brown fox jumps over a lazy dog.&#8221; menggunakan setiap huruf dalam alphabet!</p>
<p>Sebuah kata berisi 15 huruf yang dapat diuraikan tanpa mengulang satu hurufpun adalah kata: &#8220;uncopyrightable&#8221;</p>
<p>Penerbangan terpanjang seekor ayam yang pernah dicatat adalah hanya 13 detik!</p>
<p>Seekor sloth (mamalia) bergerak sangat lambat sampai-sampai ganggang hijau dapat tumbuh tanpa terganggu di kulitnya.</p>
<p>Kencing kucing akan berbinar apabila disinari cahaya hitam!</p>
<p>Berat seluruh rayap di dunia adalah 10 kali lebih berat daripada berat seluruh manusia!</p>
<p>Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi!</p>
<p>Kincir angin selalu berputar berlawanan arah dengan jarum jam, kecuali kincir angin di Irlandia!</p>
<p>Jantung seekor landak  rata-rata berdegup 300 kali tiap menit.</p>
<p>Unta mempunyai tiga kelopak mata untuk melindunginya dari pasir.</p>
<p>Penempatan mata di kepala seekor keledai memungkinkan keledai untuk melihat keempat kakinya pada tiap saat.</p>
<p>Gigi manusia hampir sekeras batu karang!</p>
<p>Seekor anjing tanah dapat menggali saluran sepanjang 100 meter hanya dalam semalam!</p>
<p>Orang Mesir kuno tidur di atas bantal terbuat dari batu!</p>
<p>Seekor kuda nil dapat membuka mulutnya lebar-lebar sehingga seorang anak setinggi 1,3 meter dapat berdiri di dalamnya.</p>
<p>Sebuah koin quarter mempunyai 119 takik dipinggirnya, sementara sebuah koin dime hanya kurang satu takik!</p>
<p>Burung Colibri mempunyai berat kurang dari satu penny!!</p>
<p>Sampai tahun 1796, ada negara bagian bernama Franklin di USA. Sekarang dia dikenal sebagai Tennessee!</p>
<p>Berat bumi adalah 6.600.000.000.000.000.000.000 ton!</p>
<p>Seekor kecoa dapat hidup berminggu-minggu setelah kepalanya dilepas - dia akan mati karena kelaparan!</p>
<p>Setiap saat anda menjilat perangko, anda menelan 1/10 kalori.</p>
<p>Orang rata-rata bermimpi sebanyak 1.460 mimpi setahun!</p>
<p>Adalah melanggar hukum untuk menggadaikan gigi anda di Las Vegas!</p>
<p>Satu dari empat orang Amerika telah muncul di layar TV!</p>
<p>Rata-rata tiap orang Amerika/Kanada akan memakan 6 Kg cereal per tahun!</p>
<p>Adalah melanggar hukum untuk bersendawa atau bersin pada beberapa gereja di Omaha, Nebraska!</p>
<p>Anda lahir dengan 300 buah tulang, tapi setelah dewasa anda hanya akan mempunyai 206!</p>
<p>Tulang paha manusia lebih keras daripada beton!</p>
<p>Lebih dari 10.000 burung setiap tahun mati karena menabrak kaca!</p>
<p>Di Natoma, Kansas, dilarang untuk melemparkan pisau kepada orang yang berpakaian garis-garis.</p>
<p>Hukum pernah melarang memelihara anjing di Iceland!</p>
<p>Jantung anda berdetak lebih dari 100.000 kali tiap hari!</p>
<p>Thomas Alpha Edison, penemu lampu pijar, takut pada kegelapan!</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Sumber: internet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=69</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Tidak Mengharamkan Anjing</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=67</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 23:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[anjing]]></category>

		<category><![CDATA[halal]]></category>

		<category><![CDATA[haram]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita dengar suatu wacana jika pemeluk agama Islam tidak diperbolehkan memelihara anjing. Bahkan tak sedikit pemuka agama Islam yang menyebutkan jika hukum memelihara anjing adalah haram. Akibatnya, jangankan memelihara anjing, keberadaan anjing itu sendiri sudah dianggap haram. Seolah anjing adalah hewan yang memiliki kedudukan paling nista dari sekian banyak hewan ciptaan Allah SWT. Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Anjing" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/dog.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/dog.jpg" alt="Anjing" width="159" height="220" align="left" /></a>Seringkali kita dengar suatu wacana jika pemeluk agama Islam tidak diperbolehkan memelihara anjing. Bahkan tak sedikit pemuka agama Islam yang menyebutkan jika hukum memelihara anjing adalah haram. Akibatnya, jangankan memelihara anjing, keberadaan anjing itu sendiri sudah dianggap haram. Seolah anjing adalah hewan yang memiliki kedudukan paling nista dari sekian banyak hewan ciptaan Allah SWT. Tentu saja, hal itu membuat keinginan sejumlah orang beragama Islam untuk memelihara anjing berada di ambang keraguan. Sama halnya dengan permasalahan lain, jika kita mau mendalami suatu ajaran agama dengan benar, tentu akan diperoleh kejelasan tentang jawaban suatu persoalan. Begitupun dengan persoalan mengenai memelihara anjing.</p>
<p>Patut diketahui bahwa umat Nabi Muhammad tidak hanya terbatas pada manusia, namun seluruh semesta alam. Dengan demikian, semua binatang, tumbuhan dan benda-benda tak hidup juga termasuk dalam kapasitas umat Nabi Muhammad.   Firman Allah dalam surat Al-An&#8217;am ayat 38 menyebutkan : <em>&#8220;Tidak ada satupun binatang di bumi dan burung yang terbang dengan dua sayapnya, melainkan suatu umat seperti kamu juga.&#8221;</em> Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad pun pernah bersabda : <em>&#8220;Andaikata anjing-anjing itu bukan umat seperti umat-umat yang lain, niscaya saya perintahkan untuk dibunuh.&#8221; (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)</em> Dari firman Allah dan hadis rasul di atas, jelas terlihat adanya suatu pengakuan jika anjing pun merupakan umat Nabi Muhammad. Dalam berbagai riwayat, tersiratlah suatu maksud akan adanya pelarangan memelihara anjing. Nabi Muhammad melarang umatnya memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada suatu keperluan.</p>
<p><span id="more-67"></span>Berikut relevansinya dengan kebiasaan memelihara anjing :</p>
<ol>
<li><strong>Memelihara anjing di dalam rumah</strong></li>
<p>Pelarangan ini sebenarnya lebih bertujuan untuk menghindari najis dari bejana yang terkena jilatan anjing. <em>&#8220;Apabila anjing menjilat dalam bejana kamu, maka cucilah dia tujuh kali, salah satu di antaranya dengan tanah. &#8221; (Riwayat Bukhari)</em> Sementara itu, sebagian pemuka agama Islam menafsirkan jika anjing yang menyalak seringkali menakutkan orang. Oleh karena itu, kurang baik jika dipelihara di dalam rumah karena akan mengganggu tamu yang datang.</p>
<li><strong>Memelihara anjing tanpa ada suatu keperluan</strong></li>
<p><em>&#8220;Barangsiapa memelihara anjing, selain anjing pemburu atau penjaga tanaman dan binatang, maka pahalanya akan berkurang setiap hari satu qirat.&#8221; (Riwayat Jamaah)</em> Berdasar hadis tersebut, jelas tersirat maksud bahwa umat Islam diperbolehkan memelihara anjing jika memang ada suatu kepentingan tertentu. Ini berarti, tindakan memelihara anjing tidak bisa dikatakan haram karena jika sesuatu disebut haram maka artinya samasekali tidak boleh diambil/dikerjakan baik pahalanya itu berkurang atau tidak.</ol>
<p>Dari 2 poin di atas, jelas bahwa persoalan halal haram dalam memelihara anjing bersifat kondisional. Oleh karena itu, sejumlah ahli fiqh lebih merujuk hukum makruh pada tindakan memelihara anjing. Dengan demikian, sebenarnya umat Islam dilarang bersikap keras terhadap keberadaan anjing. Rasulullah juga pernah mengkisahkan kepada para sahabat tentang seorang lelaki yang menjumpai anjing di padang pasir yang terus menggonggong sambil makan debu karena kehausan. Lantas laki-laki itu menuju ke sebuah sumur dan melepas sepatunya untuk diisi dengan air sumur tersebut. Kemudian, dengan penuh kasih sayang, ia memberikan air itu kepada anjing yang kehausan tersebut. Hingga akhirnya, minumlah anjing tersebut dengan puas.   Dengan adanya tindakan yang dilakukan laki-laki itu, Nabi bersabda: <em>&#8220;Karena itu (tindakan menolong anjing yang kepayahan), Allah berterimakasih kepada orang yang memberi pertolongan itu serta mengampuni dosanya.&#8221; (Riwayat Bukhari)</em></p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://tommyjt.com/islam_tidak_mengharamkan_anjing.html" target="_blank">Tommy JT</a> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=67</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peradaban Prasejarah yang Musnah</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=65</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=65#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 12:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[nabi nuh]]></category>

		<category><![CDATA[nuh]]></category>

		<category><![CDATA[peradaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Kalangan akademisi modern telah menemukan dalam perjalanan sejarah geologi pernah terjadi beberapa kali kepunahan, dan nyaris memusnahkan segala makhluk hidup. Banyak sekali pembuktian secara langsung tentang perubahan bencana bumi yang berkala. Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Perahu Nuh" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/perahu_nuh1.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/perahu_nuh1.jpg" alt="Perahu Nuh" align="left" /></a>Kalangan akademisi modern telah menemukan dalam perjalanan sejarah geologi pernah terjadi beberapa kali kepunahan, dan nyaris memusnahkan segala makhluk hidup. Banyak sekali pembuktian secara langsung tentang perubahan bencana bumi yang berkala. Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb.</p>
<p>Sebagai contoh kasus, Atlantis pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat pada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia.</p>
<p>Begitu pula di kedalaman 200 meter bawah laut pesisir pantai Peru, ilmuwan menemukan pilar batu yang dipahat dan bangunan yang mahabesar. Di dasar lautan Atlantik yang berada di sisi luar berhasil diambil 8 gambar dasar laut. Melalui gambar-gambar ini secara jelas tampak sebuah tembok benteng zaman purbakala dan undakan batu. Diperkirakan tenggelam pada 10.000 tahun silam. Di belahan barat perairan segitiga Bermuda juga ditemukan sebuah piramida raksasa yang diperkirakan berumur puluhan ribu tahun.</p>
<p><span id="more-65"></span>Dengan demikian, zaman Nabi Nuh juga tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu. Di kaki gunung Ararat itu saja, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam.</p>
<p>Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.</p>
<p><strong>Banjir Dahsyat</strong></p>
<p>Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan. Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.</p>
<p>Legenda kuno dari bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia secara fundamental melukiskan bahwa manusia pernah berkali-kali mengalami bencana dahsyat yang mematikan, bahkan begitu seragamnya menguraikan bahwa pada suatu periode prasejarah sebelum munculnya peradaban manusia sekarang ini, di atas bumi pernah terjadi suatu banjir dahsyat yang mengakibatkan punahnya seluruh peradaban manusia, dan hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya.</p>
<p>Legenda mengenai banjir dahsyat yang sudah diketahui di dunia tercatat ada 6.000 lebih. Seperti misalnya, dalam legenda China dan Jepang, Malaysia, Laos, Thailand, India, Australia, Yunani, Mesir dan Afrika Selatan, Afrika Utara, penduduk asli Amerika Utara, setiap negara serta rumpun bangsa yang berbeda pasti menyimpan sebuah memori tentang peristiwa banjir dahsyat itu. Meskipun legenda-legenda ini terjadi pada setiap bangsa dan budaya yang berbeda, namun semuanya memiliki alur cerita dan tokoh tipikal yang sangat mirip.</p>
<p>Semua bukti dan gejala ini sama sekali tidak dapat diasumsikan sebagai suatu ketidaksengajaan atau pun suatu kebetulan. Proses yang berhubungan dengan banjir dahsyat ketika itu juga diuraikan dalam kitab suci. Meskipun kitab suci merupakan sebuah kitab agama, namun sejumlah besar ahli berpendapat, bahwa yang dilukiskan dalam kitab suci (Alkitab dan Al-Qur&#8217;an) adalah sejarah manusia yang sebenarnya.</p>
<p>Ikhtisar dalam Alkitab yang berhubungan dengan banjir dahsyat yang terjadi waktu itu menyebutkan, &#8220;Banjir meluap dan menggenang selama 40 malam, air pasang menuju atas, perahu mengambang dari atas permukaan bumi&#8221;: &#8220;Arus air meluap dahsyat di atas permukaan bumi, seluruh pegunungan tergenang oleh air pasang&#8221;: &#8220;5 bulan kemudian, perahu berhenti di atas gunung Ararat; dan setelah 4 bulan berlalu, ketika daratan sudah kering, Nabi Nuh meninggalkan perahunya.&#8221;</p>
<p>Waktu itu banjir dahsyat sekaligus disertai dengan perubahan daratan dan secara total menghancurkan seluruh peradaban manusia di bumi, hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Sejumlah besar bekas peninggalan prasejarah yang belakangan ini ditemukan arkeolog, seperti misalnya, daratan Atlantis, budaya Yunani, bangunan di dasar laut dan lain sebagainya kemungkinan besar tenggelam karena banjir dahsyat waktu itu. Ada yang memperkirakan banjir dahsyat itu terjadi 5.000 tahun yang lalu, mengikuti perkiraan ahli anstronomi, perahu Nabi Nuh mulai dibuat pada 2465 SM dan hujan mulai turun pada 2345 SM.</p>
<p>Setelah perahu Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, dimulailah kehidupan baru manusia. Mereka yang selamat mulai menyebar. Begitu pula binatang-binatang. Biji-biji tanaman kembali disemaikan. Karena dianggap melahirkan generasi baru manusia setelah Nabi Adam, Nabi Nuh mendapat gelar The Second Father of Human Being &#8211;Bapak Manusia Kedua. Oleh generasi inilah, kebudayaan dan peradaban manusia dikembangkan. Selain di kawasan Ararat, juga di Mesopotamia yang ribuan tahun kemudian menjadi pusat kejayaan Babilonia.<br />
(Sumber: www.renminbao.com)</p>
<p><strong>Akibat Gletser yang Mencair</strong></p>
<p>Sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic, telah menemukan sebuah bangunan lama berusia kira-kira 7.500 tahun di dasar Laut Hitam, dekat pantai Turki. Mereka telah menemukan struktur bangunan dari batu dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki. Penemuan mereka menjadi bukti dari kejadian banjir besar di zaman Nabi Nuh seperti diceritakan di dalam Alkitab dan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Para ilmuwan mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa. &#8220;Ini merupakan penemuan yang sangat menakjubkan,&#8221; kata Dr. Ballard di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk &#8220;Research Ship Northern Horizon&#8221;.</p>
<p>Ballard menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air meninjau 300 kaki di bawah permukaan air, telah menemukan kawasan segi-empat berukuran 12 x 45 kaki persegi, di mana terdapat sebuah struktur dari kayu dan tanah liat yang telah runtuh. &#8220;Beberapa artefak yang ditemukan di sana tersimpan rapi yang terdiri dari kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan dari batu yang telah runtuh dan diselimuti lumpur,&#8221; imbuh Ballard.</p>
<p>Dr. Ballard dan timnya mengawali penelitian di kawasan tersebut setelah dua kapal selam pakar geologi dari Universitas Colombia di New York menyatakan bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh banjir besar ribuan tahun sebelumnya. Mereka meramalkan apabila zaman es berakhir 12.000 tahun yang lalu, maka gletser mulai mencair. Kawasan timur Mediterania yang terputus dari Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak tenggelam oleh air walaupun permukaan air laut yang lain telah naik. Hal ini menyebabkan pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, genangan awal di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediterania melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang memang terputus dari laut-laut yang lain. Kekuatan limpahan air tersebut diperkirakan 10.000 kali daripada air terjun Niagara.</p>
<p>Mereka menyatakan bukti ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa kulit kerang dari kawasan tersebut berusia lebih 7.000 tahun, manakala kulit kerang dari laut lain berusia sekitar 6.500 tahun. Ballard menerangkan, &#8220;Banyak kasus yang terjadi apabila air tawar dari sebuah telaga berubah menjadi air asin dan dampak banjir besar tersebut menyebabkan kawasan daratan yang sangat luas berubah menjadi dasar laut&#8221;.</p>
<p><em>(Sumber: James Chapman, Daily Mail, UK, 14 September 2000. Jamil Adimin Research and Graduate School University of Manchester).</em></p>
<p>Link: <a href="http://www.bangsamusnah.com/pastgen.html" target="_blank"><span style="color: #38b63c;">Kisah bangsa-bangsa yang telah musnah</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=65</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Momentum Kebangkitan Nasional yang Memalukan!</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=61</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=61#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 12:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>

		<category><![CDATA[nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Soetomo" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/soetomo.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/soetomo.jpg" alt="Soetomo" align="left" /></a>Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan <em>mark-up</em> anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.<a title="KH. Samanhudi" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/samanhudi.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/samanhudi.jpg" alt="KH. Samanhudi" align="right" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Jika salah satu syair dari Taufiq Ismail berjudul “Malu Aku Jadi Orang Indonesia’, maka sekarang ini judul syair tersebut bertambah relevan. Betapa memalukannya sebuah bangsa yang katanya besar ternyata masih saja salah menetapkan tonggak kebangkitannya sendiri. Dan parahnya, hal ini ternyata didukung oleh tokoh-tokoh dan partai Islam yang seharusnya menjadi agen pencerahan bangsa.</p>
<p class="MsoNormal">Misal salah satunya, sebuah partai politik Islam besar akhir April 2008 lalu memasang sebuah iklan hitam putih seperempat halaman di sebuah harian ternama nasional. Dalam iklan tersebut, partai ini dengan tanpa malu memuat <em>‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional: Harapan Itu Masih Ada”</em>. Disadari atau tidak, iklan ini telah ikut meracuni pemikiran generasi muda bangsa dengan ikut-ikutan latah menyiarkan kedustaan dan kesalahan yang fatal. Padahal partai ini kebanyakan diisi oleh orang-orang muda yang katanya intelek. Namun kenyataan yang terjadi sungguh memalukan!</p>
<p><span id="more-61"></span></p>
<p class="MsoNormal">Sayyid Quthb di dalam “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.</p>
<p class="MsoNormal">Situs <em>eramuslim.com</em> sekurangnya sudah tiga kali memuat tentang organisasi Boedhi Oetomo (BO) dan memaparkan bahwa organisasi ini sama sekali tidak berhak dijadikan tongak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda, dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun sebelum BO.</p>
<p class="MsoNormal">Sebab itu, agar kita lagi-lagi tidak salah menganggap tahun 2008 ini sebagai Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional, maka Kami lagi-lagi menurunkan artikel terkait hal tersebut, agar kebenaran tetaplah kebenaran, dan sama sekali tidak akan goyah walau dengan alasan politis sekali pun. Sejarah adalah History, bukan His-Story!</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Penghinaan Terhadap Perjuangan Umat Islam</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.</p>
<p class="MsoNormal">Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan fatal.</p>
<p class="MsoNormal">Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.</p>
<p class="MsoNormal">KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan <em>the founding-fathers</em> bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.</p>
<p class="MsoNormal">“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.</p>
<p class="MsoNormal">Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.</p>
<p class="MsoNormal">Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya&#8230; Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”</p>
<p class="MsoNormal">Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.</p>
<p class="MsoNormal">Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.</p>
<p class="MsoNormal">Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.</p>
<p class="MsoNormal">Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo Kecewa dengan BO</strong></p>
<p class="MsoNormal">Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.</p>
<p class="MsoNormal"><a title="Partai SI" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/partai-si.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/partai-si.jpg" alt="Partai SI" align="left" /></a>Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.</p>
<p class="MsoNormal">Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Tujuan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sifat:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,</p>
<p class="MsoNormal">- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bahasa:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,</p>
<p class="MsoNormal">- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sikap Terhadap Belanda:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sikap Terhadap Agama:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Perjuangan Kemerdekaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Korban Perjuangan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,</p>
<p class="MsoNormal">- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kerakyatan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersifat feodal dan keningratan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Melawan Arus:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI berjuang melawan arus penjajahan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kelahiran:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,</p>
<p class="MsoNormal">- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Seharusnya 16 Oktober</strong></p>
<p class="MsoNormal">Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, <strong>seharusnya dihapus</strong> dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.</p>
<p class="MsoNormal">Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.</p>
<p class="MsoNormal">Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”.</p>
<p class="MsoNormal">(<em>Rizki Ridyasmara</em>)</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: <a title="eramuslim" href="http://www.eramuslim.com/berita/tha/8502074341-momentum-kebangkitan-nasional-memalukan.htm" target="_blank">eramuslim</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=61</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Sejarah (Zionis) Yahudi di Indonesia</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=58</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=58#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 11:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<category><![CDATA[zionist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[SEJAK gerakan zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris tahun 1717, orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan &#8220;kemanusiaan&#8221;. Pengumpulan danadipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky.
Jurnal The Theosofist, yang diterbitkan di New York, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="VOC-David" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/voc-freemason-2.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/voc-freemason-2.jpg" alt="VOC-David" width="197" height="263" align="left" /></a>SEJAK gerakan zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris tahun 1717, orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan &#8220;kemanusiaan&#8221;. Pengumpulan danadipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky.</p>
<p>Jurnal The Theosofist, yang diterbitkan di New York, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa Blavatsky mengutus Baron van Tengnagel untuk mendirikan loge, rumah ibadat kaum rijmetselarij/Freemasonry di Pekalongan.<br />
Kota ini dipilih karena sejak 1868 berubah status dari desa menjadi kota, di samping dikenal sebagai kosentrasi santri di Jawa Tengah. Loge didirikan tahun 1883, tetapi tidak berkembang karena reaksi keras masyarakat berhubung praktek ritualisme mereka, yaitu memanggil arwah. Karena itu, penduduk menyebut loge sebagai gedong setan.</p>
<p><span id="more-58"></span>Pengalaman Pekalongan memaksa mereka mengalihkan kegiatan ke Batavia. Dua loge besar didirikan di Jalan Merdeka Barat (sebelumnya bernama Blavatsky Straat), dan Jalan Budi Utomo (sebelumnya bernama Vrijmetselarijweg). Dua loge itu, di samping loge yang didirikan di Makassar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, menjadi pusat kegiatan ritual saja, untuk Yahudi Belanda dan Eropa, yang bekerja di Hindia Belanda di sektor birokrasi VOC/Pemerintah Hindia Belanda, dan swasta. Hindia Belanda dianggap negeri yang aman sebagai wilayah operasi mereka, karena penduduk menganggap Yahudi Belanda/Eropa sebagai orang Nasrani. Di samping itu, Gubernur Hindia Belanda selalu menjadi pembina Rotary Club.</p>
<p>Aktivitas ritual belaka berujung pada kebuntuan: gerakan zionis jalan di tempat. Maka, gerakan zionisme intenasional untuk Asia, yang berpusat di Adyar, India, pada 31 Mei 1909 mengutus Ir. A.J.E. van Bloomenstein ke Jawa.</p>
<p>Untuk mengubah pola pergerakan, pada 12 November 1912 Bloomenstein berhasil mendirikan Theosofische Vereeniging (TV), yang kemudian mendapatkan rechtpersoon, pengakuan, dan dimuat dalam Staatblaad No. 543.</p>
<p>TV bekerja di kalangan intelektual dan calon intelektual bumiputra. TV pun membiayai Kongres Pemuda I, 1926. Kongres itu bahkan digelar di loge Broederkaten di Vrijmetselarijweg. Akibatnya, ormas pemuda memboikot kongres itu, dan reaksinya adalah, pada 27 dan 28 Oktober 1928 ormas pemuda menggelar Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.</p>
<p>Aktivitas zionis yang kian meningkat di Hindia Belanda tidak saja di kalangan masyarakat, melainkan juga di pemerintahan, menjelang dan pasca-Perang Dunia I itu, menggelisahkan orang-orang Jerman. Terutama peran Snouk Hurgronje, Belanda Yahudi, dalam Perang Aceh.<br />
Seperti diketahui, Turki sebagai sekutu Jerman gagal membantu Aceh karena panjangnya garis supply. Kehadiran agen zionis internasional Sneevliet di Jawa, yang berhasil mengader pemuda intelektual Indonesia, makin menguatkan tekad Jerman untuk meruntuhkan pemerintah zionis Hindia Belanda.</p>
<p>Hal itu tercium oleh agen Belanda. Tersebarlah isu bahwa H.O.S. Tjokroaminoto menerima dana 2 juta gulden untuk mengudeta kompeni. Untuk mengonfirmasi kebenaran isu itu, Agus Salim ditugaskan menguntit Tjokroaminoto. Ironisnya, kewibawaan Tjokroaminoto malah mempesona Salim, dan tahun 1918 Salim mengetok kawat dari Surabaya, mengabarkan bahwa ia masuk SI (Sarikat Islam) dan berhenti sebagai agen.</p>
<p>Di bidang bisnis, orang Yahudi di Jakarta menguasai pusat bisnis elite di Pasar Baru, Jalan Juanda, dan Jalan Majapahit. Mereka menguasai perdagangan permata, jam tangan, dan kacamata. Pusat hiburan elite di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia. Akhirnya, Batavia menjadi salah satu kota zionis yang terpenting di Asia.</p>
<p>Maka, tidak mengherankan ketika Jepang sebagai sekutu Jerman merebut Indonesia dari tangan Belanda, Jepang melakukan kampanye antizionis itu. Tokoh-tokoh zionis Hindia Belanda, seperti Ir. Van Leeweun, dikirim ke kamp tahanan dan tewas di situ. Kesadaran antizionis juga merebak di kalangan rakyat. Dr. Ratulangi pada Maret 1943 memimpin rapat raksasa di Lapangan Ikada, mengutuk zionisme.</p>
<p>Usaha menghidupkan lagi gerakan zionisme masih dilakukan pascakemerdekaan. Pada 14 Juni 1954, berdiri Jewish Community in Indonesia, dipimpin Ketua F. Dias Santilhano dan Panitera I. Khazam. Di dalam anggaran dasarnya dinyatakan, perkumpulan itu merupakan kelanjutan dari Vereeniging Voor Joodsche Belangen in Nerderlandsch-Indie te Batavia, yang berdiri pada 16 Juli 1927.</p>
<p>Tidak jelas, apakah perkumpulan itu di masa reformasi kini masih eksis atau tidak. Namun, pembicaraan yang menyeruak akhir-akhir ini, tentang operasi zionis internasional di Indonesia, kiranya mempunyai dasar yang kuat. Baik ditilik dari sejarah kita maupun data muktahir, seperti kesaksian mantan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, yang termuat dalam memoarnya yang ditulis oleh Ramadhan KH. Di situ antara lain dikatakan, &#8220;Saya sendiri tidak pernah punya hubungan dengan Israel, paling-paling, saya ingat, saya pernah datang<br />
ke Jalan Tosari memenuhi undangan mata rantai Israel yang ada di Jakarta.&#8221;</p>
<p><span style="font-style: italic">* <a title="Ridwan Saidi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ridwan_Saidi" target="_blank">Ridwan Saidi</a> * Pengamat sosial politik *</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=58</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berasal dari Manakah Minyak Bumi itu?</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=57</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 11:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri]]></category>

		<category><![CDATA[minyak]]></category>

		<category><![CDATA[minyak bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Pabrik Minyak" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/pabrikminyak.jpg"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/pabrikminyak.jpg" alt="Pabrik Minyak" align="left" /></a>Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti sekarang ini?</p>
<p>Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut yakni <a title="Jeffry Dukes" href="http://globalecology.stanford.edu/DGE/Dukes/Dukes.html" target="_blank">Jeffry S. Dukes</a> dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah tanaman gandum, teremasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya.</p>
<p><span id="more-57"></span>Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil.</p>
<p>Selanjutnya penulis mengatakan: &#8220;Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak.&#8221;</p>
<p>Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar, namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?</p>
<p>Dilihat dari inferensi ilmu pengetahuan nyata modern, jika hipotesa mengenai jasad dinosaurus berubah menjadi minyak bumi sulit dipertahankan, maka bagaimanapun juga rasanya sang arif penciptanya atau sang dewa penciptanya juga merupakan suatu jalan pemecahannya!</p>
<p><span style="font-style: italic">(Sumber: Zhengjian.net)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Los Felidas</title>
		<link>http://blog.agul.net/?p=55</link>
		<comments>http://blog.agul.net/?p=55#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 06:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agul</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[los felidas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.agul.net/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[ Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorang pun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Beggar" href="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/beggar.gif"><img src="http://blog.agul.net/wp-content/uploads/2008/05/beggar.gif" alt="Beggar" align="left" /></a> Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorang pun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun.</p>
<p><span id="more-55"></span><br />
Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh. Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: &#8220;Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini.&#8221; Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.</p>
<p>Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya. Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja. Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. &#8220;Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita&#8221;. Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya.</p>
<p>Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota. Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota. Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.</p>
<p>Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figure gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo. Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu.</p>
<p>Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni. Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, dimana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto. Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang.</p>
<p>Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanyaannya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.</p>
<p>Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama. Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: &#8220;Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?&#8221; Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna.</p>
<p>Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita. Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.</p>
<p>Pagi, siang dan sore ia berdoa: &#8220;Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya: temukan saya dengan ibu saya&#8221;. Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik. Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.</p>
<p>Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. &#8220;Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.&#8221; Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. &#8220;Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang&#8221;. Ia mulai berdoa &#8220;Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja&#8221;. Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: &#8220;Tuhan beri saya sebulan saja&#8221;. Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: &#8220;Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan&#8221;.</p>
<p>Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak. Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu. &#8220;Belum bergerak dari tadi.&#8221; Lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun. Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. &#8220;Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu.&#8221;</p>
<p>Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat. &#8220;Tuhan&#8221;, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, &#8220;beri kami sehari, Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Jadi mama tidak menyia-nyiakan saya&#8221;. Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda. &#8220;Mama&#8230;.&#8221;, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam - antara waras dan tidak - dan tiap hari - antara sadar dan tidak - kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas. Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya. &#8220;Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu&#8230; Mama&#8230;&#8221; Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: &#8220;Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan&#8230;.. satu jam saja&#8230;. &#8230;satu jam saja&#8230;..&#8221; Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.</p>
<p>***</p>
<p><em>Sumber: forwad email dari teman</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.agul.net/?feed=rss2&amp;p=55</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
