payday loans
May
24

Jejak Sejarah (Zionis) Yahudi di Indonesia

Dikirim oleh agul di kategori Agama, Politik, Sejarah

VOC-DavidSEJAK gerakan zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris tahun 1717, orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan “kemanusiaan”. Pengumpulan danadipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky.

Jurnal The Theosofist, yang diterbitkan di New York, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa Blavatsky mengutus Baron van Tengnagel untuk mendirikan loge, rumah ibadat kaum rijmetselarij/Freemasonry di Pekalongan.
Kota ini dipilih karena sejak 1868 berubah status dari desa menjadi kota, di samping dikenal sebagai kosentrasi santri di Jawa Tengah. Loge didirikan tahun 1883, tetapi tidak berkembang karena reaksi keras masyarakat berhubung praktek ritualisme mereka, yaitu memanggil arwah. Karena itu, penduduk menyebut loge sebagai gedong setan.

Pengalaman Pekalongan memaksa mereka mengalihkan kegiatan ke Batavia. Dua loge besar didirikan di Jalan Merdeka Barat (sebelumnya bernama Blavatsky Straat), dan Jalan Budi Utomo (sebelumnya bernama Vrijmetselarijweg). Dua loge itu, di samping loge yang didirikan di Makassar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, menjadi pusat kegiatan ritual saja, untuk Yahudi Belanda dan Eropa, yang bekerja di Hindia Belanda di sektor birokrasi VOC/Pemerintah Hindia Belanda, dan swasta. Hindia Belanda dianggap negeri yang aman sebagai wilayah operasi mereka, karena penduduk menganggap Yahudi Belanda/Eropa sebagai orang Nasrani. Di samping itu, Gubernur Hindia Belanda selalu menjadi pembina Rotary Club.

Aktivitas ritual belaka berujung pada kebuntuan: gerakan zionis jalan di tempat. Maka, gerakan zionisme intenasional untuk Asia, yang berpusat di Adyar, India, pada 31 Mei 1909 mengutus Ir. A.J.E. van Bloomenstein ke Jawa.

Untuk mengubah pola pergerakan, pada 12 November 1912 Bloomenstein berhasil mendirikan Theosofische Vereeniging (TV), yang kemudian mendapatkan rechtpersoon, pengakuan, dan dimuat dalam Staatblaad No. 543.

TV bekerja di kalangan intelektual dan calon intelektual bumiputra. TV pun membiayai Kongres Pemuda I, 1926. Kongres itu bahkan digelar di loge Broederkaten di Vrijmetselarijweg. Akibatnya, ormas pemuda memboikot kongres itu, dan reaksinya adalah, pada 27 dan 28 Oktober 1928 ormas pemuda menggelar Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

Aktivitas zionis yang kian meningkat di Hindia Belanda tidak saja di kalangan masyarakat, melainkan juga di pemerintahan, menjelang dan pasca-Perang Dunia I itu, menggelisahkan orang-orang Jerman. Terutama peran Snouk Hurgronje, Belanda Yahudi, dalam Perang Aceh.
Seperti diketahui, Turki sebagai sekutu Jerman gagal membantu Aceh karena panjangnya garis supply. Kehadiran agen zionis internasional Sneevliet di Jawa, yang berhasil mengader pemuda intelektual Indonesia, makin menguatkan tekad Jerman untuk meruntuhkan pemerintah zionis Hindia Belanda.

Hal itu tercium oleh agen Belanda. Tersebarlah isu bahwa H.O.S. Tjokroaminoto menerima dana 2 juta gulden untuk mengudeta kompeni. Untuk mengonfirmasi kebenaran isu itu, Agus Salim ditugaskan menguntit Tjokroaminoto. Ironisnya, kewibawaan Tjokroaminoto malah mempesona Salim, dan tahun 1918 Salim mengetok kawat dari Surabaya, mengabarkan bahwa ia masuk SI (Sarikat Islam) dan berhenti sebagai agen.

Di bidang bisnis, orang Yahudi di Jakarta menguasai pusat bisnis elite di Pasar Baru, Jalan Juanda, dan Jalan Majapahit. Mereka menguasai perdagangan permata, jam tangan, dan kacamata. Pusat hiburan elite di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia. Akhirnya, Batavia menjadi salah satu kota zionis yang terpenting di Asia.

Maka, tidak mengherankan ketika Jepang sebagai sekutu Jerman merebut Indonesia dari tangan Belanda, Jepang melakukan kampanye antizionis itu. Tokoh-tokoh zionis Hindia Belanda, seperti Ir. Van Leeweun, dikirim ke kamp tahanan dan tewas di situ. Kesadaran antizionis juga merebak di kalangan rakyat. Dr. Ratulangi pada Maret 1943 memimpin rapat raksasa di Lapangan Ikada, mengutuk zionisme.

Usaha menghidupkan lagi gerakan zionisme masih dilakukan pascakemerdekaan. Pada 14 Juni 1954, berdiri Jewish Community in Indonesia, dipimpin Ketua F. Dias Santilhano dan Panitera I. Khazam. Di dalam anggaran dasarnya dinyatakan, perkumpulan itu merupakan kelanjutan dari Vereeniging Voor Joodsche Belangen in Nerderlandsch-Indie te Batavia, yang berdiri pada 16 Juli 1927.

Tidak jelas, apakah perkumpulan itu di masa reformasi kini masih eksis atau tidak. Namun, pembicaraan yang menyeruak akhir-akhir ini, tentang operasi zionis internasional di Indonesia, kiranya mempunyai dasar yang kuat. Baik ditilik dari sejarah kita maupun data muktahir, seperti kesaksian mantan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, yang termuat dalam memoarnya yang ditulis oleh Ramadhan KH. Di situ antara lain dikatakan, “Saya sendiri tidak pernah punya hubungan dengan Israel, paling-paling, saya ingat, saya pernah datang
ke Jalan Tosari memenuhi undangan mata rantai Israel yang ada di Jakarta.”

* Ridwan Saidi * Pengamat sosial politik *

« «
» »


Ada 8 komentar:

  1. Komentar japuk pada Nopember 2nd, 2008 at 22:49

    Jadi Sumpah Pemuda Sumpah para pemuda Yahudi yah? Waduh…kesian bngt negaraku ini… good job bro..keep going

  2. Komentar arie pada Desember 25th, 2008 at 04:49

    berarti hingga saat ini negara kita masih terjajah oleh kaum yahudi ya?
    bagaimana cara menyikapinya?
    sebaiknya kita tidak terlalu mementingkan hawa nafsu yang bisa menambah konflik itu lebih parah. artinya kita harus memikirkan matang-matang dahulu sebelum mengeluarkan argumen kita. jangan terus memvonis seseorang itu hanya dari covernya saja.

  3. Komentar jojon pada Desember 30th, 2008 at 11:35

    Wau ….. jangan3 konflik horizontal yang belakangan ini melanda Indonesia di dalangi Zionisme. Waspadalah …… waspadalah.

  4. Komentar Kurniawan pada Januari 1st, 2009 at 12:21

    Mungkin saja diantara kita terdapat orang2 yahudi… Oleh karena itu kita harus menjaga diri agar tidak terpengaruh oleh hal2 yang tergolong musyrik dan tidak baik…

  5. Komentar javad pada Februari 1st, 2009 at 13:57

    hohohohohohoho………………………

    taq disangka!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    di indonesia juga menjadi salah satu penyebaran kaum yahudi!!!!!!!

    kirain cuman di Asia timur dan Timur Tengah doank!!!!!!!!

    ternyata di asia tenggara juga ada!!!!!!

    emang dasar kau bajingan ISRAEL!!!!!!!

    “ya Allah, smoga Israel membaca komentar dari ku ini!!! dan israel terketuk hatinya(hal yang tidak mungkin terjadi)!!!!!!!!!!
    Amien!!!!”

  6. Komentar ahmad ahadiyat pada Februari 17th, 2009 at 06:23

    Kata J.Emerson: seseorang boleh tiada,tapi ideanya akan berjalan terus. Demikian juga penjajah. Yahudi dalam bentuk ilmunya kita terapkan sejak merdeka fisik. tatanan dari sistem kehidupan / budaya sampai saat ini kita gunakan di seluruh muka bumi. akibatnya iman rusak,maka moralpun sama saja.

  7. Komentar ade fuad pada Juli 3rd, 2009 at 09:17

    zionis, kapitalis, anti demokratis apalah istilahnya yang jelas apabila nilai sebuah agama menjadi suatu tindakan dan akhlak perilaku maka, dampakmya akan nampak pada perikehidupan manusia. maka dari itu baik itu Islam, kristen, katholik, hindu, budha, kong hu cu, yahudi, majusi dll.. semua merupakan nilai keagamaan pilih salah satu jadikan sebuah jalan hidup dan jangan memaksakan satu dengan yang lainnya jelas berbeda dan tidak sama. selamanya..

  8. Komentar phie pada Agustus 5th, 2009 at 16:53

    tanpa sadar zionis telah mendarah daging melalui produk2 yg ada di indonesia lokh,,, hal konkrit yg bisa kita lakukan sekarang adalah boikot semua produk mereka!!!
    bisa gak iiiaaa????

Komentari

Komentar Anda: