payday loans
May
24

Islam Tidak Mengharamkan Anjing

Dikirim oleh agul di kategori Agama, Budaya

AnjingSeringkali kita dengar suatu wacana jika pemeluk agama Islam tidak diperbolehkan memelihara anjing. Bahkan tak sedikit pemuka agama Islam yang menyebutkan jika hukum memelihara anjing adalah haram. Akibatnya, jangankan memelihara anjing, keberadaan anjing itu sendiri sudah dianggap haram. Seolah anjing adalah hewan yang memiliki kedudukan paling nista dari sekian banyak hewan ciptaan Allah SWT. Tentu saja, hal itu membuat keinginan sejumlah orang beragama Islam untuk memelihara anjing berada di ambang keraguan. Sama halnya dengan permasalahan lain, jika kita mau mendalami suatu ajaran agama dengan benar, tentu akan diperoleh kejelasan tentang jawaban suatu persoalan. Begitupun dengan persoalan mengenai memelihara anjing.

Patut diketahui bahwa umat Nabi Muhammad tidak hanya terbatas pada manusia, namun seluruh semesta alam. Dengan demikian, semua binatang, tumbuhan dan benda-benda tak hidup juga termasuk dalam kapasitas umat Nabi Muhammad. Firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 38 menyebutkan : “Tidak ada satupun binatang di bumi dan burung yang terbang dengan dua sayapnya, melainkan suatu umat seperti kamu juga.” Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad pun pernah bersabda : “Andaikata anjing-anjing itu bukan umat seperti umat-umat yang lain, niscaya saya perintahkan untuk dibunuh.” (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi) Dari firman Allah dan hadis rasul di atas, jelas terlihat adanya suatu pengakuan jika anjing pun merupakan umat Nabi Muhammad. Dalam berbagai riwayat, tersiratlah suatu maksud akan adanya pelarangan memelihara anjing. Nabi Muhammad melarang umatnya memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada suatu keperluan.

Berikut relevansinya dengan kebiasaan memelihara anjing :

  1. Memelihara anjing di dalam rumah
  2. Pelarangan ini sebenarnya lebih bertujuan untuk menghindari najis dari bejana yang terkena jilatan anjing. “Apabila anjing menjilat dalam bejana kamu, maka cucilah dia tujuh kali, salah satu di antaranya dengan tanah. ” (Riwayat Bukhari) Sementara itu, sebagian pemuka agama Islam menafsirkan jika anjing yang menyalak seringkali menakutkan orang. Oleh karena itu, kurang baik jika dipelihara di dalam rumah karena akan mengganggu tamu yang datang.

  3. Memelihara anjing tanpa ada suatu keperluan
  4. “Barangsiapa memelihara anjing, selain anjing pemburu atau penjaga tanaman dan binatang, maka pahalanya akan berkurang setiap hari satu qirat.” (Riwayat Jamaah) Berdasar hadis tersebut, jelas tersirat maksud bahwa umat Islam diperbolehkan memelihara anjing jika memang ada suatu kepentingan tertentu. Ini berarti, tindakan memelihara anjing tidak bisa dikatakan haram karena jika sesuatu disebut haram maka artinya samasekali tidak boleh diambil/dikerjakan baik pahalanya itu berkurang atau tidak.

Dari 2 poin di atas, jelas bahwa persoalan halal haram dalam memelihara anjing bersifat kondisional. Oleh karena itu, sejumlah ahli fiqh lebih merujuk hukum makruh pada tindakan memelihara anjing. Dengan demikian, sebenarnya umat Islam dilarang bersikap keras terhadap keberadaan anjing. Rasulullah juga pernah mengkisahkan kepada para sahabat tentang seorang lelaki yang menjumpai anjing di padang pasir yang terus menggonggong sambil makan debu karena kehausan. Lantas laki-laki itu menuju ke sebuah sumur dan melepas sepatunya untuk diisi dengan air sumur tersebut. Kemudian, dengan penuh kasih sayang, ia memberikan air itu kepada anjing yang kehausan tersebut. Hingga akhirnya, minumlah anjing tersebut dengan puas. Dengan adanya tindakan yang dilakukan laki-laki itu, Nabi bersabda: “Karena itu (tindakan menolong anjing yang kepayahan), Allah berterimakasih kepada orang yang memberi pertolongan itu serta mengampuni dosanya.” (Riwayat Bukhari)

Sumber: Tommy JT

« «
» »


Ada 51 komentar:

  1. Komentar Zackariya El Mikhtam pada Juli 21st, 2008 at 01:21

    BismillahiRrohmaniRrahim
    saya sangat setuju sekali jika anda bilang bahwa anjing tidak haram untuk dipelihara….
    tapi tentang pembahasan Qur’an dan Hadits yang anda cantumkan diatas saya ada sedikit keraguan dalam hal penafsirannya, karena dari yang saya dapatkan didalam kitab Al-Quran saya menemukan ada dua bahasa yang terdapat dalam Quran yaitu Mutasyabihat(amtsal/Perumpamaan) dan Muhkamat(hukum). bahasa muhkamat adalah bahasa yang jelas contoh: Mencuri potong tangan, zina dirajam, N bla..bla..bla, karena jika bahasa hukum memakai bahasa perumpamaan akan kacau jadinya, orang akan bingung mengartikannya.
    secara fisik anjing memang ada tapi apakah anjing secara fisik yang dibicarakan dalam kitab? dan bukankah yang dijelaskan dalam kitab yang najis itu bukan anjing tetapi orang musyrik yang menduakan aturan Allah dengan aturan bangsa-bangsa (karena Allah tidak bisa disamakan secara Fisik jadi yang disamakan adalah peranannya sebagai (Robb=Pengatur)?
    Terimakasih Mas Agul.
    Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin

  2. Komentar Swandaru pada September 22nd, 2008 at 17:03

    Hanya 3 ayat dlm Quran yg tertera kata ‘anjing’. Dan tak ada satupun yg berkonotasi haram.

  3. Komentar nicholeus pada Nopember 22nd, 2008 at 19:12

    salamun alaikum…
    sangat sangat tertarik dengan QUR’AN, saya sudah merefer ke qur’an, tentang makanan yg di halalkan…oleh media anjing, ada di al maa’idah (5:4)di situ jelas tersurat… tp heran saudara2 muslim tetap mengingkari….

    salam…
    #im…

  4. Komentar ARY pada Desember 16th, 2008 at 09:51

    saya sangat setuju kalau anjing tidak haram karna saya dari kecil ingin memeliharanya dan tidak diperbolehkan oleh orang-orang sekitar

  5. Komentar L SOEKOSARONO pada Desember 18th, 2008 at 02:09

    bagaimana memberi pengertian yang bisa diterima dengan ikhlas bahwa memelihara anjing untuk penjaga diperbolehkan oleh islam…..tolong saya karna usaha saya dekat masjid dan saya jg islam

  6. Komentar tony pada Desember 20th, 2008 at 10:07

    setuju tapi saya pelihara anjing di rumah dan tidak berefek apa-apa

  7. Komentar milky pada Desember 20th, 2008 at 13:05

    anjing sekali haram tetap haram. gak bisa diganggu gugat

  8. Komentar WongBingung pada Januari 2nd, 2009 at 20:28

    Yang “menganut” pendapat haram / najis
    ya jadinya haram / najis
    Yang “menganut” pendapat boleh / gak najis
    ya jadinya boleh2 aja…..
    Toh ulama2 besar sudah menggariskan…
    pokoke mengacu ke yang “certified”..
    CMIIW

    ” Be tolerant not offending “

  9. Komentar AJIS pada Januari 13th, 2009 at 21:11

    KENAPA SIH ANJING ITU HARAM KALO ANJING ITU HARAM KENAPA DIA ADA. SAYA ISLAM SAYA INGIN PUNYA ANJING TETAPI TIDAK DIKASIH OLEH KELUARGA SAYA. SAYA INGING SEKALI PUNYA ANJING.

  10. Komentar faisal pada Februari 10th, 2009 at 04:15

    maaf ya mas ,saya sedikit mau kasih masukan….
    kalo ando mang belom bener2 ngerti ma ajaran islam atau suma ngerti seproh separoh ma hukum islam tanpa mendalami masalah tersebut, mending anda tidak usah ngomong dech.
    emang anjing tidak termasuk binatang yang dianjurkan dibunuh tp bukan berarti halal buat dimakan.
    udah jelas klo binatang yg najis haram dimakan.
    @nicholas…
    anda tu klo ga tau jgn sok tau….
    di islam binatang yang najis itu haram.
    anda pelajari dulu agama anda dengan benar baru kasih koment.
    agama ndiri aja lom paham eh malah nyerempet2 agama orang…(heran)
    klo mo lebih tau tentang makanan dan minuman yang halal dimakan mending baca dulu dech kitab2 tentang makanan n minuman biar ga ngaco…..

  11. Komentar Orang pada Februari 15th, 2009 at 11:16

    saya setuju! anjing itu ciptaan Allah SWT. Koq dibilang najis? padahal ciptaan-Nya sendirikan?

  12. Komentar diana pada Mei 6th, 2009 at 14:54

    Kenapa anjing haram? Anjing kan ciptaan Tuhan, kalo dia memang haram kenapa dia diciptakan. Anjing adalah makhluk yang paling setia. Saya muslim, dulu saya punya anjing, tapi sudah meninggal dan sekarang saya mau anjing lagi untuk jaga rumah dan teman.

  13. Komentar ifa pada Mei 12th, 2009 at 06:36

    saya mau tanya dong…sebenarnya yg diharamkan khan dagingnya dan air liurnya ya…tetapi tdk semua jenis anjing yang slalu mengeluarkan air liurnya…dan kucing dan anjing secara fisik dan kebiasaan khan hampir sma…kenapa anjing lebih diharamkan?? qlo babi diharamkan karena memang babi itu membawa penyakit…dan jorok… jadi qlo anjing gmana?

  14. Komentar Nanyadoang pada Mei 26th, 2009 at 18:44

    maaf, babi juga ciptaan-Nya. Kenapa dibilang haram atau najis? Kenapa Tuhan ciptakan?

    Bisa tolong jelaskan sejarahnya?

    Kalau ada yang iklas mau menjelaskan, tolong kirim artikel anda ke

    artajahe@gmail.com

    Sekedar pengen tau. Ga ada niat menjatuhkan keyakinan anda.

    Peace INdonesia

  15. Komentar shanty pada Mei 27th, 2009 at 10:21

    @nicholas
    maksudnya q.s al maidah:4 itu adalah buruan yang ditangkap oleh binatang buas , jadi bukan binatang buasnya tapi hasil buruan binatang buas tersebut.

  16. Komentar no name pada Mei 29th, 2009 at 08:52

    Agama Islam adalah agama kasih sayang, perdamaian dan humanis. Oleh sebab itu, maka syari’at islam memiliki tujuan tujuan (maqosid as-syari’ah) yang harus dijaga dan dipenuhi. Tujuan tujuan itu adalah:
    – Menjaga agama (hifzu al-dien)
    – Menjaga akal (hifzu al-aqlu)
    – Menjaga kehidupan (hifzu al-nafs)
    – Menjaga generasi (hifzu al-nasl)
    – Menjaga kehormatan (hifzu al-‘irdh)
    Tujuan-tujuan inilah yang menjadi barometer di dalam hukum halal, haram, makruh (dibenci), dan mubah (boleh) dan lain-lain. Sehingga bila ada perbuatan yang akibatnya dapat merusak salah satu tujuan dari 5 tujuan tersebut, maka hukumnya haram.
    Contoh: meminum minuman keras atau ‘ngedrugs’ itu hukumnya jelas haram. Alasannya, perbuatan itu bisa merusak akal, yang mana ini sangat bertentangan dengan tujuan syari’at yang nomor dua yaitu penjagaan akal (hifzu al-‘aql). Begitu juga sebaliknya.

    Adapun masalah pemeliharaan anjing, maka kita dapat melihat, apakah maksud pemeliharaan itu untuk menjaga salah satu tujuan syari’at atau tidak? Atau, dengan kata lain, untuk kemaslahatan manusia atau tidak? Jika iya, maka hukumnya boleh, dan apabila tidak, maka hukumnya haram.
    Hal ini dikuatkan dengan hadist-hadist Nabi yang menerangkan tentang kebolehan memelihara anjing dengan tujuan untuk penjagaan atau untuk berburu.

    Nabi berkata: “Barangsiapa memelihara anjing, maka pahalanya akan berkurang satu qiroth setiap harinya. Kecuali anjing untuk berburu dan anjing penjaga kebun” (HR: Jama’ah)

    Nabi berkata: “Barangsiapa memelihara anjing tidak untuk keperluan berburu atau penjagaan, maka pahalanya akan berkurang sebanyak satu qiroth setiap harinya” (Mutfaquh ‘Alaihi)

    Kesimpulannya, memelihara anjing untuk kepentingan penjagaan atau berburu itu diperbolehkan. Tetapi diapun harus berusaha menjaga diri dari najis yang timbul dari hewan tersebut

  17. Komentar no name pada Mei 29th, 2009 at 08:56

    Termasuk perkara yang tidak disangsikan padanya adalah diharamkannya bagi manusia memelihara anjing kecuali dalam beberapa perkara yang ditegaskan oleh syara’ atas bolehnya memeliharanya.

    “Artinya : Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari” [1]

    Apabila berkurang pahalanya satu qirath berarti ia berdosa dengan perbuatannya tersebut, karena hilangnya pahala seperti mendapatkan dosa, keduanya menunjukkan haramnya. Dalam kesempatan ini, saya memberi nasehat kepada orang-orang yang tertipu dengan perbuatan orang-orang kafir berupa pemeliharaan terhadap anjing, merupakan perbuatan keji.

    Kenajisannya lebih berat daripada najis-najis lainnya. Sesungguhnya najis anjing tidak bisa suci kecuali dengan tujuh kali basuhan, salah satunya dengan tanah. Sampai-sampai babi yang keharamannya ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an dan ia adalah rijs (najis), kenajisannya tidak sampai kepada batas ini. Anjing adalah najis yang sangat buruk sampai kepada batas ini. Anjing adalah najis yang sangat buruk. Namun sangat disayangkan, sebagian orang tertipu dengan orang-orang kafir yang terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan tercela, maka mereka memelihara anjing ini tanpa da keperluan, tanpa keterpaksaan.

    Memelihara, mendidik dan membersihkannya padahal ia tidak pernah bersih selamanya. Walaupun dibersihkan dengan air laut niscaya tidak akan pernah bersih karena najisnya bersifat ain (dzatnya). Kemudian mereka mengalami kerugian yang sangat banyak, menyia-nyiakan harta dengan pemeliharaan tersebut dan (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang menyia-nyiakan harta) [2].

    Saya menyarankan kepada mereka agar bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengeluarkan anjing dari rumah mereka. Adapun orang yang membutuhkannya untuk berburu, atau bertani atau memelihara ternak, sesungguhnya hal tersebut tidak apa-apa karena adanya izin dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan hal tersebut.

  18. Komentar NN pada Juni 29th, 2009 at 04:11

    Bismillah….
    Assalamu’alaikum wr. wb
    Yang d haramkan, setahu saya memang daging dan air liurnya. Yang perlu diperhatikan adalah tingkah laku anjing yg sering menjilati tubuhnya, berarti tubuhnya juga bisa terhitung najis karena menempel air liurnya sehingga jika terjadi kontak, maka najis juga menempel. Anjing diharamkan pasti ada sebab musababnya walaupun anjing juga ciptaan Allah, hanya kita mungkin belum tahu mengapa anjing diharamkan. Sampai sekarang pun saya belum menemukan dalil yang menjelaskan riwayat mengapa anjing diharamkan. Seperti babi yang diharamkan, ternyata terkuak bahwa babi banyak membawa penyakit, dll. Begitupun dengan anjing, pasti ada alasan mengapa diharamkan. Yang mengerti hukum fikih sekiranya berbaik hati untuk membagi ilmunya.

    wassalam

  19. Komentar NN pada Juni 29th, 2009 at 05:15

    Bismillah….
    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Walaupun memelihara anjing diperbolehkan untuk keperluan berburu atau penjaga, tetap saja hal-hal untuk menjaga diri dari najis harus tetap dilakukan. Jangan sampai kontak dengan anjing, baik diri kita maupun barang-barang kita. Memelihara anjing pun jangan di dalam rumah sehingga terhindar dari najis (anjing). Yang saya tahu, rumah yang di dalamnya memelihara anjing maka tidak dinaungi malaikat sebagaimana riwayat yang menceritakan bahwa malaikat Jibril AS berjanji menemui Nabi Muhammad SAW di suatu tempat, tetapi tidak kunjung tiba. Ternyata malaikat Jibril AS berada di luar dan berkata: “Sesungguhnya kami tidak memasuki rumah yang ada anjing dan gambar (patung)” (Hadis riwayat al-Bukhari)
    Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, maksudnya : “Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing”. [Hadis Riwayat Muslim]

    Anjing juga hidup di tempat kotor dan makan makanan kotor seperti babi. Untuk lengkapnya bisa liat situs ini:
    1. media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/2039.html
    2. agama.infogue.com/hukum_memelihara_anjing_di_dalam_ajaran_islam
    3. http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1166756756
    tapi untuk lebih jelasnya lebih baik bertanya kepada ulama yang berkompeten.

    Wassalam

  20. Komentar JOJO pada September 4th, 2009 at 11:33

    debat kusir…

  21. Komentar Molly pada September 24th, 2009 at 13:21

    Kalo gw sih,yang paling penting, sayangi dan pelihara ciptaan Tuhan. Manusia, hewan, tumbuhan, alam semesta dan segala isinya. TITIK!!!

  22. Komentar mutia pada Oktober 7th, 2009 at 14:20

    ayat Qur’an lebih kuat daripada hadist… dan tidak ada satu ayatpun yg menyebutkan kalau memelihara anjing dilarang, bkn?

    selama qta menjaga kebersihan dan kesehatannya, bolehkah kita pelihara dan sayangi? karena ia juga ciptaan Allah, pintar, dan berguna

    saya sangat menghargai sobat- sobat muslim yang berdebat dengan ilmu, ayat, dan pengetahuan. Tidak menisbatkan semuanya dgn, “sekali haram tetap haram”, atau “karena ada di Qur’an” atau “katanya begitu”

    terima kasih
    wassalam

  23. Komentar musaddad pada Oktober 27th, 2009 at 23:35

    assalaamualaikum, saya muslim, ayah saya pemuka agama, saya pernah pelihara anjing, dengan konsekwensi, kalau kena air liurnya harus membasuhnya sesuai aturan islam.. rata2 per-hari saya membasuh bersuci 3x, mau salat dhuhur, ashar dan maghrib.. dan itu tidak ada masalah sama sekali buta saya.. islam: rohmatan lil alamin.. namun saya tidak memakan dagingnya.. wassalaam.

  24. Komentar ali pada Nopember 21st, 2009 at 15:08

    anjing kan slalu kencing merata2,bulu dia pun terbang merata2,air liur lagi,knape tringin nk bela,allah jadikan dunia ini untuk ujian kepada kita,al-quran pedoman kita ,klu quran tulis tidak,maka tidak lah,klu darurat nk jaga jgak ble, kna jauh dri tempat kediaman orang2 islam,malikat pun tak suka anjing ni ,malaikat amat patuh kepada allah,klu ada anjing malaikat pun pergi tempat lain la,

  25. Komentar ahmad pada Desember 5th, 2009 at 06:23

    rumah saya berada didaerah yg rawan perampokan (dgn kekerasan), dengan kondisi dua orang tua yang sudah sepuh.
    dengan alasan tersebut saya berniat memelihara anjing dibelakang rumah, tempat perampok terakhir masuk dari sana.
    apakah dengan alasan tersebut masih dibenarkan oleh syar’i?
    kerepotan yg ada pastilah harus rajin membersihkan diri dari najisnya.
    namun dgn kondisi yg saya alami, saya merasakan manfaat yg lebih besar drpd mudharatnya.
    memakan binatang buruan yg ditangkap oleh binatang buas terlatih pun masih boleh, apalagi berfungsi sebagai penjaga?
    bukankah yg diharamkan dr anjing adalah dagingnya bila kita makan? sedang liurnya adalah najis.
    wallahu’alam.,

  26. Komentar cia al pada Desember 15th, 2009 at 14:38

    sy jg bingung,, anjing,, nthu sebernya haram g c.. soall nya sy pelihara anjing ,, di rumahh.. krn saya sayang,, dgn binatang,, jd,, sy pelihara anjing..

  27. Komentar enal pada Januari 20th, 2010 at 22:45

    Malaikat takkan masu ke dalam sebuah rumah yg ada anjing didalamnya

  28. Komentar enal pada Januari 21st, 2010 at 01:07

    mutia: itu namanya mengakali ayat.. Al-Qur’an itu multitafsir, jadi sebagai manusia yg diberi akal jgn cuma melihat yg tersurat.. Sudah jelas malaikat tidak akan memasuki rumah yg ada anjing dan gambar-gambar(gambar2 yg dibuat untuk disembah)..
    ahmad: harta yg dirampok itu memang karena bukan milik kita.. Klo gak mau dirampok, rajin2 sedekah..

  29. Komentar number pada Januari 21st, 2010 at 01:24

    ARY: itu jawaban anak-anak.. Apa hubungannya haram dengan anda memeliharanya dari kecil??
    L.Soekarsono:“Barangsiapa memelihara anjing, selain anjing pemburu atau penjaga tanaman dan binatang, maka pahalanya akan berkurang setiap hari satu qirat.” (Riwayat Jamaah)
    tony: Allah melarang sesuatu pasti ada tujuannya.. Dia menciptakan peraturan juga tidak sia-sia..
    Wongbingung: Oii, tidak ada toleransi dalam hal prinsip.. Sekali haram tetap haram..
    orang: pendapat itu sama saja jika anda mengatakan, knp kita tidak boleh mengawini saudara perempuan sendiri..
    Molly: yaah, kita memang diperintahkan untuk syg binatang, tp ada batas.. Islam membuat batasan2 itu.. Islam membedakan mana yg halal mana yg haram..
    Kesimpulannya, seperti kata No name: memelihara anjing untuk kepentingan penjagaan atau berburu itu diperbolehkan. Tetapi diapun harus berusaha menjaga diri dari najis yang timbul dari hewan tersebut..

  30. Komentar NumpangLewat pada Januari 22nd, 2010 at 14:35

    Sebelumnya saya minta ma’af, pemahaman tentang Islam saya sangat kurang. Jadi saya hanya bisa menjawab dengan logika.

    Dalam Islam, umumnya, yang diharamkan adalah sesuatu yang lebih besar kerugiannya daripada manfaat yang bisa diperoleh.

    Kenapa anjing diharamkan, mungkin, menurut pendapat saya.

    1) Dari sisi najis:
    Najis yang ditimbulkannya bukan najis yang bisa dihilangkan dengan satu kali basuhan.
    Anjing menggunakan najisnya untuk menandai wilayahnya, dan jangan lupa, aroma najis ini bisa bertahan berhari-hari.
    Apabila haramnya mulai memudar, si Anjing akan memperbaharuinya kembali.
    Buat yang ingin memelihara Anjing, Anda yakin, hanya rumah Anda yang ditandai?
    Apakah tetangga Anda tidak merasa terganggu?

    2) Dari sisi pemeliharaan.
    Bagaimana Anda bisa memberi makan daging kepada Anjing secara teratur, sedangkan ada tetangga Anda yang masih kekurangan makan dan gizi.
    Setau saya, saat iseng melihat harga makanan anjing di Supermarket, terus terang, harga satu kali hidangnya,
    jauh lebih mahal dari satu porsi makanan + Es teh manis di WarTeg.

    3) Dari sisi keimanan.
    Ini yang sangat berbahaya. Sadar atau tidak, baik langsung ataupun tidak langsung, orang yang memelihara Anjing akan menyandarkan nasibnya (keamanan rumahnya) kepada si Anjing.
    Tentu sangat bertantangan dengan surat Al-Fatihah yang kita baca setiap sholat. Jangan lupa, Allah sangat murka terhadap orang-orang yang mengambil penolong, selain Allah.
    Itulah alasannya kenapa pahala kita akan terus berkurang setiap hari.

    Mengenai Anjing dan Kucing, terus terang saya orang kampung. Dikampung, kucing sebelum buang hajat (E’Eg or Kencing), pasti mengorek tanah terlebih dahulu.
    Setelah selesai buang ari di lubang yang dia buat si Kucing akan menutupnya kembali. Perilaku ini masih bisa saya lihat di Jakarta, berhubung yang digaruk itu Aspal, ya sudah, E’Eg lah dia disitu. Setelah selesai, tetep saja si Kucing melakukan gerakan ‘mengubur’.
    Kalau Anjing bagaimana? Dan setau saya untuk kucing, memeliharanya tidak diharamkan. Tapi si kucing ini tetap Haram dimakan dan mengandung Najis. Tapi najisnya tidak seberat Anjing.

    Memeliharanya kucing tidak diharamkan, tetapi kalau berlebihan jadilah hukumnya haram.

    Mudah-mudahan bisa sedikit memberi pencerahan. Aamiin

  31. Komentar NumpangLewat pada Januari 22nd, 2010 at 14:36

    Ralat :
    “Apabila haramnya mulai memudar, si Anjing akan memperbaharuinya kembali.”

    Apabila aromanya mulai memudar, si Anjing akan memperbaharuinya kembali.

  32. Komentar iyul pada Februari 18th, 2010 at 03:38

    posting ini mungkin salah satu alasan mengapa Allah menjadikan Liur anjing sebagai Hadast Besar, yang sampai sekrang belum bisa dijelaskan oleh banyak alim ulama..
    Buat yang malas translate
    intinya anjing adalah kemungkinan (Banyak penyangkalan dari reseacher lain..jadi masih harus dibilang mungkin) sebagai salah satu pembawa atau penyebar aliran perpindahan virus mouse mammary tumor (MMTV), seperti juga penyebaranr microbes, yang menjadi salah satu partisipan pada pembentukan pertama karsinogenesis pada manusia melalui air liur anjing dan air embusan dari hidunganya anjing. .
    Virus MMTV adalah salah satu faktor resiko peningkatan kanker payudara di negara negara barat.
    link jurnal yang di bawah menunjukkan persamaan karakteristik sel sel kanker payudara yang diidap pada anjing (hewan terbesar menderita kanker payudara) dengan sel sel kanker payudara yang ada pada manusia yang diteliti di Indiana university amerika.
    ————————–
    ============================================http://www.medscape.com/viewarticle/537495
    Could Dogs Pose a Risk Factor for Breast Cancer?Zosia ChusteckaAuthors and Disclosures Print This INFORMATION FROM INDUSTRYAdjuvant treatment of Stage III (Dukes’ C) colon cancer Learn more about 5-year follow up of disease-free survival rates.
    — Breast cancer patients were twice as likely to have kept a dog as a pet in the past 10 years than age-matched controls in a small study conducted by researchers at the University of Munich, Germany. They suggest that dogs may offer a route of transmission for the mouse mammary tumor virus (MMTV), as well as other microbes, which could participate in the first steps of carcinogenesis in humans. Writing in the June issue of Medical Hypotheses, they speculate that pet dogs harboring such risk factors offers a possible explanation for the increase in breast cancer in Western countries and its correlation with a higher standard of living.Asked to comment on the paper, Jennifer Wheler, MD, special fellow at the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, New York, said, “This is a controversial area of research.” The hypothesis is not new, as there have been scientific papers in the past suggesting that MMTV or MMTV-like organisms may contribute to the development of breast cancer. However, she told Medscape: “This is a hypothesis that requires much more study.”In the United Kingdom, where several newspapers picked up the story about a potential link between dogs and breast cancer, cancer charity spokespersons were dismissive. Kat Arney, MD, information officer for Cancer Research in London, commented: “There is currently no scientific evidence to support the suggestion that women can get breast cancer from contact with dogs. This study was very small and does not take other factors into account.” Sarah Rawlings, from Breakthrough Breast Cancer in London, pointed out that the researchers have not shown that the dogs “carried the virus, let alone that the virus moves from dogs to people, so we find it difficult to support this study and advise all dog lovers not to worry.”Patients Consulted for Immunotherapy The researchers were based at the Institute of Immunology, at a clinic within Munich University Medical School, where they regularly ask consulting patients whether they keep household pets to identify zoonotic factors. From a group of 69 women with breast cancer who consulted on immunotherapy, they found that 26 patients (37%) had a dog at the time of consultation and throughout the previous 10 years. Using data collected for a public opinion poll held locally, the researchers found 1320 age-matched controls, of whom 195 (14.8%) had dogs. They report a relative risk of 3.5 (P = .0000003).The researchers note that there were further associations with dogs that were not included in this statistical analysis. An additional 11 patients with breast cancer had kept a dog at some stage in the past 10 years but did not have one at the time of consultation, and 16 patients had intensive contact with dogs. Two further patients had received dog bites. “Taken together, 79.9% of all patients had intensive contact with dogs before the diagnosis of breast cancer, encompassing a time period up to 30 years,” the researchers note.No significance differences were found with regard to keeping cats as pets (20.6% of breast cancer patients vs 21% of controls).From Mice to Dogs to Humans? MMTV, an oncogenic B retrovirus that can induce breast cancer in mice, has been known for more than 30 years, but whether it is a risk factor for human breast cancer remains a “tantalizing” question, the researchers comment. Many groups have found MMTV-like sequences highly expressed in human breast cancer, but 2 previous studies did not, they point out.The researchers of the current study note that in Western countries, a high incidence of cancer has been correlated with the dominance of a particular mouse strain, Mus domesticus. Dogs may offer a route of transmission for MMTV as well as other viruses and bacteria, the researchers suggest. With dogs’ noses often close to the ground, they may inhale infectious excretions from small animals such as mice and could pass along viruses to their human owners without succumbing to cancer themselves, although the group points out that breast cancer occurs frequently in dogs.Med Hypotheses.
    http://www.sciencedaily.com/releases/2007/11/071115181808.htm
    Similarities In Dog And Human Breast Cancer Pre-malignant Lesions Found
    http://www.sciencedaily.com
    ScienceDaily (Nov. 16, 2007) Pre-malignant mammary lesions in dogs and humans display many of the same characteristics, a discovery that could lead to better understanding of breast cancer progression …

  33. Komentar indra pada Maret 3rd, 2010 at 11:25

    Bismillahirohmanirrohim…

    ilmu adalah ucapan dari setiap perkataan,takaran ilmu seseorang di tentukan dari ucapannya. adapun tentang anjing tergantung dari pemahaman ilmu yg kita miliki…halal atau haram suatu binatang ditentukan dari sebab dan musababya…jangan karna suatu pandangan yg berbeda menyebabkan ke egoan antar sesama..sesungguhnya seluruh umat di dunia ini sudah ada pandangan dan pegangannya masing2, tinggal pertanggung jawabannya nanti setelah roh dari tubuh keluar atau jasad telah mati….kapasitas kita adalah sebagai pelaksana bukan penterjemah, jadi laksanakan apa yg menurut ilmu yg kamu dapat benar dan tinggalkan apa yang menurut kamu salah…wassalam….

    indra
    sang pencari hidayah…

  34. Komentar roro pada April 6th, 2010 at 17:23

    di rumah sy banyak tikus & kecoa..susah bgt mengatasinya..pake racun g mempan..malah satu rumah bau semua..trus sy dikasih anjing khusus pemburu tikus..skarang dapur sy selalu bersih, kecoa jg dibasmi sm dia (anjingnya di halaman blkg & g blh msk rumah). Katanya liurnya najis, karna itu sy selalu membasuh 7x & pake tanah.. sy percaya Allah menciptakan makhluk hidup dgn kelebihannya masing2. Bagi sy, pemahaman itu sdh lbh dr cukup.

  35. Komentar deasyceline pada April 17th, 2010 at 19:51

    Ass wr wb,saya adalah seorang muslim.Mungkin pemahaman agama saya masih sangat minim tapi yang saya tahu kebanyakan agama islam itu penuh toleransi dan kasih kepada semua mahluk ciptaan allah.Anjing dan babi tetap mahluk hidup.Allah menciptakan kedua mahluk tsb pastilah ada maksud yang baik disamping mudharat yg dtmbulkan mereka.Dalam kasus pemeliharaan anjing nabi mengharamkan memelharanya pasti ada sebabnya dan dalam pikiran saya ini mgkn terkait dgn pnyakit rabies yg dmiliki anjing dr gigitannya yg pada waktu itu pasti lngsng mematikan si trgigit.Krna saat itu tdk ada vaksin untk pencghannya,dan penyakit2 lain yg disebabkan oleh air liur anjing yg apabila tergigt luka mnyebabkan virus yg menyrang tubuh manusia .Tp saya rasa memelihara anjing diluar rumah itu boleh saja dan anjing wajib vaksinasi.Sory oot

  36. Komentar damar pada Mei 26th, 2010 at 22:25

    lakukan printahnya…dan jauhi larangannya.klo plihara anjing dilarang,jauhi. tp klo gak dilarang apa salahnya.yg penting jngn kluar dr qur’an dan hadist.isinya seh ga dilarang pelihara,cuma yg dilarang dagingnya unuk dimakan.

  37. Komentar susi pada Juni 4th, 2010 at 14:51

    Asslm…
    sangat setuju dengan comment ‘indra’, berlakulah sesuai kemantapan n kepercayaan masing yg kita miliki, karena bagaimanapun, kita tidak bisa memaksakan pandangan kita kepada orang lain.
    saya muslim, berjilbab, tapi sy memelihara anjing. ya memang banyak yg mencerca, tp saya bermain logika di sini, saya sayang semua makhluk ciptaan Allah SWT tanpa terkecuali. toh mereka yang mencerca saya belum tentu mereka lebih baik dan berhati. biar Allah yanng menentukan kesalahan atau kebaikan dr perbuatan kita.
    whtever u say, as far as u do not “touch” my area, i’ll respect u as b4.
    jd, silahkan mencerca, syukur2 kalau memuji, tp aku hanya percaya Allahku tahu setiap apa yg aku lakukan.

    Wsslm..

  38. Komentar hambaAllah pada Juni 23rd, 2010 at 11:18

    Bismillahirohmanirrohim…
    saya tidak mendalami betul soal anjing, tpi yg jelas ada hal2 yg sudah di tentukan di Islam dan menjadi rahasia Allah SWT kenapa itu di wajibkan, diharamkan, sunnah, makruh dll. ngapainn kita repot2 cari tau sholat itu apa fungsinya, kenapa kita wajib puasa di bulan Ramadhan, kenapa liur anjing najis padahal ciptaan Tuhan bla…bla… mnrt gw orang yg mo melihara anjing ga lebih mo cari pembenaran sendiri, membolakbalikan sunnah & Al Qur’an, hal yg dah jelas di serang utk dibikin kabur. sebentar lagi nanti ditanyakan “ngapain sih kita jungkir balik melakukan sholat??” haha… ato gini gpp kita makan dari wajan bekas masak babi, kan langsung dicuci haha… (emangnya restoran laen ga ada? ato emangnya wajan barang yg langka? ato emangnya kita dalam kondisi perang yg bener2 darurat??) pengalaman saya orang2 yg mempermasalahkan hal2 yg sudah jelas atau tidak mau menjauhi hal2 yg di haramkan biasanya pergaulan sekitarnya sudah terkontaminasi agama laen atau emang pendidikan agama di keluarganya sangat kurang.

  39. Komentar baru pada Juli 13th, 2010 at 20:33

    Assalamualaikum

    sedikit berbagi tentang diskusi ini

    beberapa bulan yang lalu setelah 1 bulan berpergian tiba2 orang tua saya menemukan anak anjing yang kelaparan…karena menganggap haram maka selama 3 hari anak anjing itu dibiarkan meskipun menangis dan tak mau pergi dari teras rumah.. karena iba dan sebagai mahluk Allah maka ibu saya memberinya amakan nasi dan telur…sampai sekarang anjing itu setia menjaga rumah orang tua saya..pernah suatu hari anjing tersebut di tinggal 1 minggu tanpa diberi makan, namun anjing itu tetap setia menunggu orang tua saya di depan rumah…sampai saya datang menjenguk orang tua saya ternyata anjing itu dapat mengenal saya dan kakak2 saya dan bersikap menjaga kami sekeluarga….
    karena tanpa dilatih anjing itu menurut pada kami maka kami rawat dia dengan memberi makan…

    adapun sifat anjing sekalipun meskipun dari anjing jalanan seperti anjing dirumah orang tua saya adalah sifat yang setia…..

    kini anjing itu sudah remaja dan dengan setia bila saya datang berkunjung dia selalu duduk menunggu saya dan keluarga jika saya menjemur di halaman belakang atau beraktifitas diluar rumah…

    alhamdulillah anjing itu mengerti karena kami islam dia tidak pernah menjenggong, menjilat, atau membuang hajat dan pipis sembarangan dia slalu melakukanya di kebun singkong orang di seberang rumah :))

    karena sifatnya yang setia meskipun anjing tsb sempat di telantarkan kembali tapi dia tetap setia menunggu hingga salah satu anggta klrga tiba :))

    Wasallam :))

    Allah maha mengetahui biarlah Allah yang menilai dosa atau pun tidak bagi kita… ikhlas.. karena saya dan keluarga ikhlas menjaga bleky anjing setia depan rumah

    Allah Maha Pengampun.Amin .. :))

  40. Komentar mail pada Agustus 18th, 2010 at 19:39

    setuju anjing jika dpelihara tidak haram asalkan dtaruh d kandang tidak diliarkan….jika diliarkan emng air liur nya najis n air liurnya akan nempel kmn2 n kt gk tau kena najis ap gk….tp jika dtaruh dkandang n kalau perlu aj kita mengeluarin anjing saya raya tdk ap2…karna ALLAH menciptakan wundhu buat ngilangin najis..laen lg klau dmakan itu haram…klau dpelihara itu gk pa2,…kalau dpelihara makruh klau dmakan haram,..klau kena airliur najis kt hrs bs bedain

  41. Komentar priono pada Agustus 24th, 2010 at 02:43

    Saya Islam. Saya pelihara anjing tiga ekor. Antara lain Golden Retriever. Saya nggak peduli komentar sumbang tentang anjing bagi Islam. Saya juga bertempat tinggal yang mayoritas muslim. Saya tidak kawatir dijauhi tetangga. Bagi saya dan keluarga, anjing memberikan ketenangan tersendiri. Ia merupakan penjaga terbaik dalam kehidupan ini. Hanya anjing-anjing itu tidak pernah masuk rumah. Memang dilarang.. Pertimbangannya kotor (kareana tidak bersepatu). Hanya itu.

    ||||||| Kenyataannya saya malah diminta menjadi pengurus masjid. Juga, pengurus kampong. Dengan demikian, Saya menyimpulkan, seseorang akan dijahui oleh masyarakat (dalam hal ini) bukan karena memelihara anjing. Tapi, bagaimana kita memposisikan diri di tengah masyarakat. Demikian yang Saya alami.

    ||||||| Bahkan, karena Saya pelihara anjing, muncul sejumlah komentar dari tetangga non muslim, “… ternyata Islam itu sebenarnya tidak ekstrem terhadap anjing. Ini buktinya. Bapak ini malah pelihara anjing bahkan lebih dari seekor…”.

  42. Komentar panji w pada September 12th, 2010 at 03:24

    assalamualaikum
    saya seorang muslim (Insya Alaah) dan saya sangat apresiasi terhadap orang yg berpikiran terbuka namun tetap pada koridor yg ada. polemik memelihara anjing dalam islam banyak sekali.saya menilai bahwa memelihara anjing adalah sah sah saja.akan tetapi perlu diperhatikan kebersihan dr najis anjing tersebut. baiknya memang terpisah dr rumah. namun tetap dijaga kelayakan bagi si anjing agar tdk kepanasan atau kehujanan.menurut saya perkara komentar yg menilai gara2 memelihara anjing lalu lupa dgn Allah itu sangat berlebihan.( Dari sisi keimanan.
    Ini yang sangat berbahaya. Sadar atau tidak, baik langsung ataupun tidak langsung, orang yang memelihara Anjing akan menyandarkan nasibnya (keamanan rumahnya) kepada si Anjing.
    Tentu sangat bertantangan dengan surat Al-Fatihah yang kita baca setiap sholat. Jangan lupa, Allah sangat murka terhadap orang-orang yang mengambil penolong, selain Allah)
    Itulah alasannya kenapa pahala kita akan terus berkurang setiap hari.ingat hadist yg intinya Nabi menegur seorang sahabat yg tdk menjaga dgn baik kudanya ketika sahabat itu sholat dgn alasan Allah akan menjaganya. nabi menegur bahwa tdk bisa seperti itu.bahwa usaha terlebih dahulu (mengikat atau menitipkan kuda itu agar tdk hilang)lalu gantungkan kepada yg ALLAH untuk menjaganya. jadi bukan berarti lupa akan Allah kan? apa dgn bgtu tdk boleh juga menyewa satpam?dgn takut percaya thdp satpam dibanding Allah.usaha itu wajib hukumnya setahu saya dalam penegtahuan saya yg sedikit ini.terlalu didefinisikan sempit.
    bukan kah dalam kisah ashabul kahfi salah satunya juga ada yg membwa anjing?dan bukankah mereka orang2 yg dirahmati ALlah? bukankah seorang pelacur ada yg masuk surga gara2 anjing?. namun perkara pahala urusan ALLAH saya rasa.tentu Allah punya maksud tersendiri dr penciptaan anjing itu.kita bisa banyak belajar dr segala hal bukan?tentu anjing pun demikian, bisa memberi kita pelajaran. tdk ada suatu pun yg diciptakanNYA dimuka bumi ini percuma teman. alangkah kita lebih arif dan lebih bijaksana dalam berfikir akan sesuatu. perkara demi melindungi orangtua dr seorang kriminal menurut saya masuk alasan itu. saya menerjemahkan alasan dalam hadist tersebut adalah sesuatu alasan yg dapat ditafsirkan sebagai yg lebih banyak guna drpd mudharat. jd tdk terbatas hanya sbg pemburu atau penjaga ternak. saya rasa ini dpat digolongkan sebagi “ijtihad”
    wasalam. mohon maap kalo ada yg tdk setuju. CMIIW*
    semoga Kita di RAHMATI oleh Allah

  43. Komentar RENI pada Oktober 12th, 2010 at 13:35

    Anjing Adalah ciptaan allah, SWT kita wajib mennyayangi’nya. tapi bukan berarti kita memeliranya apalagi mengkonsumsinya, pa lagi kita kan muslim, kita sebagai manusia ada batasan2 hubungan antara manusia dan binatang

  44. Komentar Dog Lover pada Nopember 5th, 2010 at 13:55

    Gua pecinta anjing banget dan gua jadi bingung, air liur anjing = najis/haram… lantas kalo kita makan hewan hasil perburuan anjing emang kaga haram? kan sama aja air liur dari anjing menempel pada hewan yang diburu?

  45. Komentar imam pada Januari 26th, 2011 at 09:02

    MAHLUK DICIPTAKAN UNTUK DIPELAJARI BUKAN DIMUSUHI :
    ASS………
    all : Alloh itu mawujud kepada semua mahluknya yang ada di langit dan di bumi,sebelum menghakimi sesuatu yang sifatnya masih samar mendingan ambil hikmahnya aja, contoh : ” anjing menurut penafsiran anda ada yang haram dan ada yang najis,tpi QTA AMBIL HIKMAHNYA SAJA meski anjing itu najis tpi dia selalu patuh kepada tuanya bahkan nyawanya dia korbankan untuk melindungi tuanya, sedangkan qta sebagai manusia yang ktanya mahluk paling mulia diantara mahluk ciptaan Alloh tetapi ahlak qta tak lebih baik dari anjing …… qta selalu merasa paling benar,menang sendiri,yang tidak cocok dng qta berarti salah,,,, padahal jelas sekali Alloh SWT. menciptakan bermacam2 mahluk untuk dipelajari manusia ,bukan untuk dihina dan dihancurkan….
    ” semoga qta semua selalu ingat akan tujuan qta hidup didunia , jangan sibuk mencari rahasia Alloh, tapi mari qta terus mencari rahasia diri qta sendiri, apa,kenapa,mengapa qta ada di dunia ini,,, sekian mohon maaf jika ada yag salah dng kata2 saya, bagimu agamu bagiku agamaku,…..hukum agama bukan untuk di perdebatkan tapi hukum agama untuk sarana memperkuat iman(musyawaroh lebih baik dari pada berdebat)….. wassalamm……

  46. Komentar still aut pada Januari 27th, 2011 at 18:59

    saya sayang bunga, saya juga sayang anjing…

  47. Komentar Abdullah B. Jaffar pada Januari 31st, 2011 at 23:34

    Saya dari S’pore. Saya rasa kebanyakan orang yang memberi komen di ruang ini yang mau memelihara anjing atau coba sedaya upaya untuk membahaskan yang anjing itu ciptaan tuhan jadi kenapa tak boleh pelihara adalah penganut agama lain selain islam yang mau mengugat atau merosakkan keyakinan orang2 islam yang lemah pengetahuan islamnya. Terimakaseh pada ‘no name’ yang telah memberikan penjelasan yang ringkas tapi berkesan tentang topik ini. Kan Rasullulah s.a.w udah sabda contoh bagaimana baru anjing itu bisa dipelihara. Kalau tidak buat apa sih mau dipelihara, pelihara aja kucing binatang yang tau membersihkan dirinya sendiri. Saya bingung dan sedih melihat dikaca t.v banyak artist indonesia yang memelihara anjing dirumahnya, bahkan ada yang saya lihat memeluk anjing itu. Gak tahu tentang mazhab lain (mungkin no name bisa jelasin) tapi mazhab shafie tidak membenarkan berbuat sedemikian. Mana yang orang islam nikah penganut lain tanpa masuk islam (artist), trend mempunyai tatoo (artist) dan ini pula mau pelihara anjing. Moga allah swt lindungi umat islam diindonesia yang terbanyak didunia daripada dipecah belahkan oleh pihak2 yang tertentu.

  48. Komentar jacky pada Oktober 30th, 2011 at 20:29

    Saya setuju dg Uraian sdr. ‘No Name’ & Sdr. Abdullah….

  49. Komentar blontank pada Desember 16th, 2011 at 14:29

    Cuplikan tulisan dari sebuah blog. benar ngga sih?

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya membunuh anjing kecuali anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga kambing atau menjaga hewan ternak.” (HR. Muslim no. 1571)

    Nabi shallallahu alaihi wasallam membolehkan untuk membunuh anjing yang berwarna hitam. Hal itu karena disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih bahwa anjing hitam itu adalah setan. Anjing berwarna hitam bukanlah termasuk harta secara syar’i, karena seandainya dia adalah harta maka perintah untuk membunuhnya berarti perintah untuk membuang harta, sementara membuang harta adalah hal yang dilarang dalam syariat Islam. Karena dia bukanlah harta, maka tidak boleh memperjual belikan atau menyewakannya dan juga bagi siapa yang membunuhnya maka dia tidak dimintai biaya ganti rugi menurut syariat.

    masa anjing berwarna hitam itu setan? OMG!!!! maksudnya setan apa ya? gimana pemahamannya? ga ngerti sama sekali…

    sumber: http://bambangsugiantoro.wordpress.com/2010/10/06/aturan-memelihara-anjing/

  50. Komentar blontank pada Desember 16th, 2011 at 14:36

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya membunuh anjing kecuali anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga kambing atau menjaga hewan ternak.” (HR. Muslim no. 1571)

    * kalo kemudian harus dibunuh, mengapa Allah menciptakannya? apakah dibenarkan membunuh yang telah Allah ciptakan?

  51. Komentar Arini pada Desember 19th, 2011 at 13:53

    Saya setuju jika Anjing tidak diharamkan, tapi lebih di kondisionalkan…
    saya pengen melihara Husky walau bertampang ganas jenis ini tidak galak dan sangat bersahabat dgn manusia, cocok buat dijadikan Penjaga rumah…. saya pernah membaca sebuah artikel yg menuliskan jika Nabi MUHAMMAD S.A.W sering meberi minum anjing yg kehausan… Peace ^-^
    (Proud To be a Muslim)

Komentari

Komentar Anda: