payday loans
Jul
2

Ada Apa Dengan Minyak Dunia?

Dikirim oleh agul di kategori Ekonomi, Misteri, Politik

Dollar OilSekedar untuk bertukar informasi tentang seputar dunia perminyakan dunia yang saat ini sedang mengalami gonjang ganjing. Lalu timbul pertanyaan: “Kenapa persoalaan energy minyak dunia ini sulit dipegang dan dikendalikan? Apakah karena sifatnya yang licin yang bisa membuat orang jatuh tergelincir jika tidak hati-hati dengannya. Di sini akan coba diungkap akan sebuah informasi rahasia di balik itu semua yang secara faktual belum pernah beredar ditengah masyarakat dunia. Kenapa hal ini penting dibuka ke publik, karena rahasia ini merupkan faktor kunci mengapa kenaikan harga minyak dunia yang terus meroket belakangan ini yang tentunya sangat berimplikasi buruk kepada perekonomian negara dunia.

Perlu kita ketahui bahwa skenario harga minyak ternyata sudah diagendakan dan direncanakan jauh-jauh hari oleh pemerintah Amerika Serikat. Skenario tersebut dimulai sejak tahun 1968, ketika itu Amerika menyadari bahwa minyak adalah komoditas kunci perekonomian global dan penguasaannya cenderung tidak berdasarkan teknologi semata tetapi lebih banyak sebagai berkah dari langit, terutama bagi negara-negara Timur Tengah.

Oleh karena minyak adalah komoditas kunci ekonomi global, maka pemerintah Amerika Serikat memaksa negara-negara produsen utama minyak untuk menandatangani fakta bahwa minyak hanya boleh dijual dalam bentuk Dollar, dan minyak hanya boleh dilifting atas harga yang ditentukan oleh pasar Amerika dan London. Kemudian ditahun 1972, Menlu Amerika Serikat Henry Kissinger berhasil memaksa negara-negara produsen utama minyak untuk menaati perjanjian bahwa Amerika akan membeli minyak mereka dan digunakan oleh rakyat Amerika tetapi mereka harus menjualnya dalam Dollar dan harus menyisihkan beberapa persen dalam penjualan tersebut untuk kepentingan perekonomian global yang kemudian diserahkan ke World Bank dan IMF untuk kepentingan pembangunan dinegara-negara miskin. Jadi loan yang diberikan oleh IMF ataupun Bank Dunia pada awalnya bersumber dari pemotongan secara paksa beberapa persen harga minyak oleh Amerika, dan dalam kenyataannya juga bahwa kedua lembaga tersebut dikuasai oleh Amerika.

Namun Henry kissinger tidak berhasil memaksa 3 negara produsen lain ke pada penandatangan fakta tersebut yaitu Iran, Irak dan Kuawit. Sedangkan negara negara lainnya seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mau menandatanginya. Keengganan ketiga negara tersebut menandatangai fakta itu menjadikan mereka sangat mandiri dalam mengelola persoalaan minyaknya.

Dengan penolakan ketiga negara itu, maka kemudian Amerika menyusun skenario untuk menghatam mereka agar bisa takluk dan tunduk kepada Amerika. Maka disusunlah skenario awal yang bermula pada tahun 1990, di mana Amerika melalui Departemen Pertahanannya meminta Saddam Hussein untuk menginvasi Kuwait. Pada waktu itu Saddam Hussein sebenarnya enggan untuk menginvasi Kuwait. Namun karena ancaman dari Amerika bahwa jika Irak tidak mau mengivasi Kuwait, maka justru merekalah yang akan diinvasi oleh Amerika. Akibatnya Saddam Hussein terpaksa tunduk atas kemauan Amerika, di samping itu ada agenda lain dari Saddam Hussein yang telah tersimpan lama yaitu untuk melampiaskan kekesalannya melihat para elit Kuwait yang sangat borju.

Tapi apa lacur? Setelah Irak menginvasi Kuwait, bukannya Amerika berterimakasih kepada Irak, tapi malah mengajak negara-negara lain untuk bersatu membebaskan Kuwait dan selanjutnya menyerang Irak. Kemudian Bush Senior mencoba membujuk Irak melalui Saddam Hussein agar mau sukarela tunduk kepada Amerika. Karena merasa dikhianati oleh Amerika maka Saddam Hussein menolak tawaran Bush Senior tersebut. Karena lobbi Amerika gagal, maka Amerika dan sekutunya kembali menyerang Irak dengan alasan bahwa Irak mengembangkan senjata biologis pemusnah masssal. Tapi lagi-lagi sampai saat ini tidak pernah bisa dibuktikan oleh Amerika dan sekutunya.

Walhasil kemudian Saddam Hussein jatuh dan di hukum gantung oleh pemerintah boneka Amerika yang berkuasa di Irak saat ini. Dan dunia hanya bisa menyaksikan bahwa betapa Irak telah hancur lebur dan hanya menyisakan bahwa negara itu benar-benar menjadi legenda nergara 1001 malam.

Setelah Irak takluk, maka masuklah perusahaan perusahaan raksasa minyak Amerika dengan alasan rehabilitasi. Namun sesungguhnya adalah untuk menguasai ladang-ladang minyak yang ada di sana. Jargon demokrasi yang digunakan sebagai alasan tambahan hanya alasan Amerika untuk meyakinkan dunia. Namun dibalik itu sebenarnya adalah agenda yang licik dan picik untuk menguasai dan mengontrol sumber minyak Irak.

Setelah Kuwait dan Irak bertekuk lutut, selanjutnya Amerika mulai berpaling ke Iran dengan melempar issue bahwa Iran mengembangbiakkan uranium untuk persenjataan nuklirnya. Iran kemudian merespon bahwa mereka memang sedang mengembangkan teknologi nuklir tapi bukan untuk persenjataan tapi untuk tujuan kemanusiaan yaitu pengembangan pembangkit listrik bertenaga nuklir. Lagi-lagi Amerika “buta dan tuli” terhadap alasan Iran tersebut. Karena memang agenda Amerika dibalik semua ancamannya adalah untuk menguasai minyak Iran. Jadi serangan Amerika ke Iran hanyalah persoalan waktu semata.

Kini ancaman tersebut semakin mendekati kenyataan takkala presiden Iran berjanji akan membajiri dunia dengan minyaknya dengan menjual dalam mata uang Euro. Hal ini akan semakin membuat Amerika kalang kabut. Sebab jika sampai Iran merealisasikan rencananya tersebut, maka sesuai perhitungan para ahli yang memprediksi bahwa dampaknya akan membuat harga minyak dunia akan jatuh pada angka 50 Dollar perbarel. Kejadian inilah yang paling ditakuti Amerika saat ini. Karena kalau sampai Iran keluar dari OPEC dan membanjiri dunia dengan minyaknya, maka Amerika dan Dollarnya akan hancur. Tapi sebenarnya bagi Iran hal ini sah-sah saja karena Iran tidak menandatangani fakta yang disodorkan oleh Henry Kissinger pada waktu itu.

Dalam pada itu di mana suasana hiruk pikuk kenaikan harga minyak dunia belakangan ini, sebenarnya ada fakta lain yang juga belum terkuak bahwa Amerika punya cadangan minyak terbesar di dunia yang terletak di benua Alaska. Sejak tahun 1940 ketika ladang minyak terbesar tersebut ditemukan, Amerika belum pernah mengalirkannya setetes pun. Bahkan perusahaan Amerika memompakan kembali ke perut bumi di benua Alaska itu karena kekhawatiran akan berakibat pada negara-negara Timur Tengah. Karena ketika informasi ini sampai ke mereka, maka semua negara yang terikat dengan Fakta Kissinger akan bubar dan bebas. Akibatnya Amerika tidak berkutik dan takut karena dunia akan kebanjiran minyak yang murah. Di samping itu mereka akan kehilangan pendapatan dari hasil potongan yang selama ini dinikmati Amerika dari transaksi minyak tersebut.

Berdasarkan data statistik yang masih dirahasiakan tersebut menunjukkan bahwa cadangan minya Amerika di Alaska itu mampu menyuplai minyak untuk 300 juta rakyat Amerika selama 200 tahun. Seandainya Amerika mau mengalirkan cadangan minyaknya tersebut maka harga minyak dipasaran dunia akan jatuh pada level 30 atu 40 Dollar per barelnya. Sungguh sebuah angka yang menajubkan jika dibandingkan dengan harga minyak saat ini yang masih bertahan pada kisaran harga 130 Dollar per barel.

Lalu pertanyaannya sampai kapan Amerika akan membuka kran minyaknya dari Alaska tersebut? Jawabnya mungkin sampai cadangan minyak di Timur Tengah sudah tidak bisa diteteskan lagi, atau paling tidak menunggu sampai negara-negara Timur Tengah itu telah menjadi net importer seperti Indonesia saat ini. Setelah itu barulah Amerika mau mengalirkan minyaknya dari Alaska. Atau ketika Amerika sudah kehilangan kekuasaannya di dunia, untuk membuat negara-negara dunia kembali tunduk dan mengemis minyak pada Amerika.

Tapi itulah dunia Amerika, semua akan dia mainkan untuk tujuan politik dan ekonominya walaupun mengorbankan rakyatnya dan juga penduduk negara berkembang lainnya yang menjadi  terjerat untuk menjadi negara berkembang dan miskin terus sepanjang hayatnya……

Wassalam,

Absar Jannatin

« «
» »


Ada satu komentar:

  1. Komentar kemplu pada Oktober 16th, 2009 at 22:11

    yaaaaaaaa gittu deeeeeeeeh…………….?

Komentari

Komentar Anda: